Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ternyata Sumber Vitamin C dan Kaya Antioksidan

Gerda Sukarno Prayudha • Senin, 10 April 2023 | 17:12 WIB
MANUAL: Cabai, tomat, terasi, garam, gula, dan perangkat pembuat sambal berupa cobek dan ulek-ulek. (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)
MANUAL: Cabai, tomat, terasi, garam, gula, dan perangkat pembuat sambal berupa cobek dan ulek-ulek. (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)
CITA rasa pedas tersebut ternyata membuat ketagihan. Apalagi, jika sambal dinikmati dengan nasi hangat dan lauk. Ada banyak macam olahan sambal di masyarakat, tentunya dengan cabai sebagai bahan dasarnya.

Sebagaimana diketahui, cabai merupakan salah satu sumber makanan yang mengandung vitamin C. Kebutuhan vitamin C dalam sehari sebesar 45 miligram, dosis maksimal yang diperbolehkan adalah 2.000 miligram. Nah, mengonsumsi sambal bisa dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan vitamin C. Salah satu manfaat vitamin C adalah meningkatkan daya tahan tubuh.

Manfaat lain yang bisa diperoleh dari mengonsumsi sambal adalah melancarkan sirkulasi darah. Ketika mengonsumsi makanan pedas, maka aliran darah di dalam tubuh akan mengalir lebih cepat dari biasanya.

Rasa pedas dari sambal berasal dari senyawa capsaicin yang ada pada cabai. Capsaicin tersebut bermanfaat untuk mengurangi nyeri karena memiliki sifat anti-inflamasi. Senyawa capsaicin juga efektif dalam menurunkan total kolesterol, trigliserida, Low-Density Lipoproteins (LDL), serta meningkatkan nilai High Density Lipoproteins (HDL) atau lemak baik dalam darah.

Capsaicin bekerja dengan mengurangi penyerapan kolesterol dalam proses mencerna dan dikeluarkan melalui feses. Capsaicin dapat digunakan sebagai anti-obesitas. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa capsaicin bekerja untuk mengurangi berat badan seseorang. Salah satunya melalui penekanan nafsu makan. Dosis capsacinoid yang aman untuk menurunkan kadar lemak perut adalah 6 miligram per hari.

Ekstrak dari capsaicin ini digunakan sebagai bahan tambahan pangan untuk memberikan rasa pedas pada makanan. Cabai juga mengandung antioksidan yang dapat membantu tubuh dari serangan radikal bebas.

Meskipun mengonsumsi sambal memberikan banyak manfaat, namun jangan dikonsumsi secara berlebihan. Konsumsi berlebih yakni mulai dari 90 sampai 250 capsaicin miligram per hari, dapat menyebabkan luka pada lambung. Cabai juga mengandung androgen, jika dikonsumsi secara berlebih dapat menyebabkan jerawat.

Selain itu, untuk menambah cita rasa dan nilai gizi dari sambal itu sendiri, biasanya ditambahkan bahan lain. Di antaranya ikan, hati ayam, cumi, jamur, dan lain sebagainya.

Terdapat beberapa jenis sambal yang kerap dikonsumsi oleh masyarakat. Seperti sambal rawit, sambal ijo, sambal terasi, sambal kecombrang, dan sambal pecel. Bagaimana kandungan gizi dari masing-masing sambal tersebut?

Sambal rawit misalnya. Sambal ini terbuat dari cabai rawit. Kandungan vitamin C dari cabai rawit per 100 gram sebesar 70 miligram. Lantas, jika cabai rawit diolah menjadi sambal bagaimana kandungan gizinya? Setiap sendok makan (sdm) atau 20 gram sambal rawit, mengandung energi sebesar 15 kilokalori (kkal), lemak 1,5 gram, protein 1 gram, karbohidrat 3 gram, serta sodium 280 miligram.

Lalu, ada sambal ijo yang kandungan vitamin C pada cabai ijo lebih besar daripada cabai rawit. Tiap 100 gram cabai hijau mengandung 89 miligram vitamin C. Olahan sambal ijo mengandung energi sebesar 45 kkal, lemak 3 gram, protein 1gram, karbohidrat 4 gram, dan sodium 330 miligram (per 1 sdm atau 20 gram)

Selanjutnya, sambal terasi terdapat komponen terasi di sambalnya. Bahan baku terasi sendiri terbuat dari ikan atau udang rebon yang kemudian difermentasi. Tiap 100 gram sambal terasi mengandung 155 kkal energi, 22,3 gram protein, 9,9 gram karbohidrat, dan 2,9 gram lemak. Karena mengandung terasi, maka sambal ini mengandung vitamin A dan vitamin B1.

Sambal lainnya adalah sambal kecombrang. Kecombrang merupakan tanaman berbentuk bunga yang memiliki bau unik dan khas. Tanaman ini juga sering dimanfaatkan untuk menghilangkan bau amis pada daging dan seafood. Dalam 100 gram kecombrang segar, terkandung energi 34 kkal, lemak total 1 gram, karbohidrat 6,7 gram, dan protein 0,9 gram. Kandungan serat pangan 2,6 gram kalsium 60 miligram, fosfor 16 miligram, natrium 47 miligram, zat besi 1 miligram, dan fenol 484,59 sampai 959,73 miligram. Serat pada kecombrang mampu menjaga pencernaan. Selain itu, kandungan fenol dan flavonoid pada kecombrang berfungsi sebagai antioksidan.

Contoh berikutnya adalah sambal pecel, yang menjadi salah satu sambal favorit masyarakat. Sambal pecel dapat dinikmati dengan nasi, lontong, maupun tanpa keduanya. Rasa manis pedas pada sambal tersebut, membuat ketagihan ketika memakannya. Selain cabai, bahan utama dari sambal pecel adalah kacang tanah.

Berbeda dengan sambal lainnya, energi dalam sambal pecel ini cukup tinggi yaitu 220 kkal per 50 gram. Kandungan energi yang tinggi ini salah satunya disebabkan karena bahan utamanya yaitu kacang tanah yang digoreng. Meski demikian, sambal pecel juga mengandung protein dan serat yang bermanfaat untuk tubuh. Selain itu, dalam sambal pecel juga mengandung vitamin E untuk menjaga kesehatan kulit. (rei/bay/c1) Editor : Gerda Sukarno Prayudha
#Cabe #cabai #bawang #lombok #Sambal #pedas #tomat #banyuwangi #ranti