Siti Khotimah, 55, warga Desa/Kecamatan Gambiran, menjelaskan, bahan untuk membuat sambal goreng ati/paru cukup simpel. Bahan-bahan tersebut mudah ditemukan di pasar. Seperti bawang merah, bawang putih, cabai, dan lainnya.
Semua bahan tersebut dihaluskan kemudian ditumis. Sembari ditumis, tambahkan bumbu-bumbu seperti garam, penyedap rasa, dan gula. ”Sambal goreng ati biasanya dicampur sama kentang,” ujar Siti.
Sambal goreng ini biasanya dimanfaatkan masyarakat sebagai pelengkap dalam kotak nasi ketika ada tasyakuran. Hal itu lumrah dan wajar bagi masyarakat Banyuwangi. ”Kalau ada tasyakuran, biasanya membuat sambal goreng ati atau sambal goreng lainnya,” imbuh ibu dua anak itu.
Sementara itu, salah satu penjual nasi, Yeti Kasianingsih, 43, mengaku, sambal goreng ati menjadi salah satu menu yang laris ketika dijual. Selain rasa yang pedas, masyarakat menyukai sambal goreng ati karena cocok dijadikan sebagai lauk. ”Cepat habis kalau dijual sambal goreng ati,” pungkasnya. (rei/bay/c1) Editor : Gerda Sukarno Prayudha