Bahan untuk membuatnya pun tidak terlalu rumit. Yang utama yakni tomat dan cabai. Yeti Kasianingsih, 43, pedagang makanan di Desa Kalirejo, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, mengatakan, sambal tempong yang memiliki cita rasa pedas tersebut dikenal juga dengan sambal mentah. ”Kalau sambal tempong itu bahannya mentah, yang matang itu terasinya,” ujarnya.
Sambal tempong memiliki ciri khas tersendiri yaitu selalu ada ikan asin. Pelengkap yang cocok untuk menu sambal tempong. Menurut wanita yang kerap dipanggil Jeni itu, sambal tempong lebih nikmat ketika ditambah dengan jeruk nipis. Cita rasa yang segar memperkuat rasa dari sambal tempong. ”Diberi jeruk nipis itu biar tambah segar,” ujarnya.
Sementara itu, Susi Lestari, 40, warga Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi, mengakui bahwa cara memasak sambal tempong tak sesulit yang dibayangkan. Cukup memperhatikan rasa dan keseimbangan bumbu. ”Yang pasti pedas,” katanya.
Di Banyuwangi sendiri terdapat banyak warung yang menjual nasi tempong. Sebagai lokasi kuliner sambal tempong, tak heran apabila penjual nasi tempong di Banyuwangi menjamur. ”Ada banyak, di Kecamatan Banyuwangi saja kalau dihitung ada puluhan warung,” pungkas Susi. (rei/bay/c1) Editor : Gerda Sukarno Prayudha