Salah satu kunci membuat sambal pecel agar bisa bertahan lama adalah saat proses pembuatan. Sambal bumbu pecel merupakan salah satu olahan yang bisa awet lama. Meski tanpa bahan pengawet, bumbu pecel bahkan bisa bertahan sampai berbulan-bulan jika cara pengolahan dan penyimpanannya dilakukan secara benar.
Jika ingin menyetok sambal pecel agar tidak berbau tengik, kuncinya yakni menghindari penggunaan minyak goreng. ”Kalau mau bumbu pecel tidak tengik, kacang sebaiknya disangrai bukan digoreng. Kalau disangrai, kacang dimatangkan tanpa minyak,” ujar Yulianah, pedagang nasi pecel di Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi.
Bumbu pecel kering bisa jadi sajian praktis jika tak sempat memasak. Tinggal larutkan dengan air panas, bumbu pecel siap dinikmati bersama sayuran rebus, rempeyek, atau makanan apa pun sesuai selera.
Meski di supermarket kini banyak tersedia bumbu pecel kering yang sudah jadi, tak ada salahnya membuatnya sendiri. Apalagi, saat mendekati Lebaran. ”Pokok hindari menggoreng kacang dan bumbu, karena minyak bisa menimbulkan jamur, bau tengik, dan memperpendek masa simpan bumbu pecel,” jelasnya.
Sambal pecel ini bisa menjadi pelengkap sejumlah sayuran pecel, tetapi bisa juga untuk sambal sate ayam. Bahan utama sambal ini yakni kacang tanah. Campuran lainnya yaitu gula merah, kencur, bawang putih, cabai merah, cabai rawit, asam jawa, sedikit gula pasir, daun jeruk, dan garam.
Sebelum diulek, kacang tanah perlu diolah tersendiri. Agar awet dan tidak tengik, kacang tanah disangrai di atas wajan tanah. Kupas kulit arinya agar warna lebih terang dan mudah dihaluskan. Bumbu-bumbu sambal kacang juga perlu disangrai terlebih dahulu. Tujuannya sama, agar tidak tengik atau mengubah cita rasa sambal saat disimpan lama.
Setelah bumbu disangrai, ulek berbarengan dan tambahkan gula merah, gula pasir, serta garam secukupnya. Kemudian tinggal dicampurkan dengan kacang yang sudah diulek setengah halus. Jadilah sambal pecel yang siap disajikan. (ddy/bay/c1) Editor : Gerda Sukarno Prayudha