Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Lantai Semen Hanya Terbuat dari ”Adonan” Semen dan Air

Rahman Bayu Saksono • Sabtu, 25 Maret 2023 | 14:06 WIB
(Foto: Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
(Foto: Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
MULTIFUNGSI. Bisa dimanfaatkan untuk bahan baku dinding. Bisa pula untuk bahan baku atap beton, fondasi, hingga pelapis lantai. Itulah salah satu keunggulan semen.

Ya, semen tak hanya berfungsi untuk merekatkan batu bata saat membuat tembok. Semen juga dapat digunakan untuk merekatkan batu saat membuat fondasi bangunan. Bisa juga untuk melapisi lantai tanah.

Semen adalah bahan bangunan yang memiliki bentuk butiran halus. Semen terbuat dari campuran kapur, silika, dan bahan lainnya.

Terdapat beberapa spesifikasi semen. Pemanfaatan dan cara pengaplikasiannya pun berbeda. Hal itu bertujuan untuk memperoleh ketahanan bangunan yang maksimal.

Jenis semen yang sering digunakan oleh masyarakat adalah semen portland. Dilihat secara kasat mata, semen ini identik dengan warna abu-abu kebiruan. Ada pula semen portland composite (PCC) yang digunakan sebagai material pengikat pada konstruksi beton, batu bata, paving block, dan lainnya. Salah satu keunggulan dari semen ini adalah kedap air dan tidak mudah retak.

Selanjutnya, semen super portland pozzolan composite (PPC) yang digunakan dalam konstruksi beton di tepi pantai dan tanah rawa. Keunggulan dari semen jenis ini adalah tahap terhadap sulfat dan panas. Semen PCC sering digunakan untuk perumahan, jalan raya, dermaga, irigasi, dan lainnya.

Salah satu tukang bangunan asal Desa Sragi, Kecamatan Songgon, Yuda Ardian Nur Efendi, 37, mengatakan, penggunaan semen untuk mendirikan bangunan relatif mudah. ”Semen dicampurkan ke pasir lalu diberi air dan diaduk hingga merata,” ujarnya.

Untuk jumlah semen yang digunakan disesuaikan dengan jumlah pasir yang dipakai. Jika kadar semen dalam bangunan tersebut kurang, maka batu bata yang disusun tidak bisa merekat dengan sempurna. ”Harus pas antara jumlah semen dan pasir yang akan digunakan, kalau berlebihan, biaya yang dikeluarkan bisa membengkak. Boros,” kata dia.

Selain untuk tembok, semen juga dapat digunakan untuk pelapis lantai. Cara pengaplikasiannya pun tidak jauh berbeda. Untuk lapisan pertama semen dicampur dengan pasir dan air. Sedangkan untuk lapisan atas alias lapisan paling luar, semen hanya dicampur air. Sehingga permukaan lantai lebih halus.

Penggunaan lantai semen banyak ditemui pada bangunan besar seperti industri maupun pabrik. Lantai semen digunakan dan menjadi opsi paling utama karena memiliki ketahanan yang sangat tinggi sehingga tidak perlu takut untuk rusak apabila terkena berbagai bentuk kendaraan hingga berbagai bentuk barang-barang pabrik yang berat.

Memasuki era tren desain industrial, akhirnya mulai banyak yang memanfaatkan lantai semen sebagai pilihan. Lantai tersebut bisa menciptakan suasana yang sangat eksotis layaknya berada di sebuah industri atau pabrik. Saat ini juga mulai banyak rumah hunian yang menerapkan desain industrial agar tampak berbeda dan berkarakter. (rei/sgt/c1) Editor : Rahman Bayu Saksono
#tembok #Lantai Semen #lantai #PCC #Alas