Sungai teduh dengan banyak naungan semacam itu identik dengan gambaran DAS Kalilo di Desa Grogol. Daerah yang dekat dengan salah satu mata air Sungai Kalilo ini sangat bersahabat untuk hunian capung.
Anggota tim Susur Sungai Kalilo (Susuka) Desy Ariyani mengungkapkan, binatang mungil bersayap itu biasa bertengger pada batu, ranting, maupun rerumputan yang rindang. Sesekali capung menutupkan sayapnya saat mendarat di ranting atau batu di sungai. ”Terlihat banyak jenis capung ketika menyusuri aliran sungai yang mengarah ke Desa Grogol. Biasanya hewan itu menempel di rerumputan atau terbang di atas permukaan air,” ujar Desy.
Menurut perempuan yang tinggal di Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi itu, saat melakukan ekspedisi Susuka, capung yang terlihat memiliki aneka warna. Mulai dari capung warna biru metalik, warna hijau, warna merah, hingga ungu.
Secara kebetulan, kata Desy, pada titik-titik lokasi ditemukannya binatang tersebut, air Sungai Kalilo tampak cukup bersih. Tidak ada kotoran ternak, sampah plastik, maupun kotoran manusia.
Editor : Gerda Sukarno Prayudha