Etek-Etek atau juga yang dikenal dengan lato-lato ini mulai digandrungi kembali oleh anak kecil. Sebab, suara yang dihasilkan saat bermain cukup unik.
Permainan tradisional ini berbentuk dua bola kecil keras yang dihubungkan oleh seutas tali. Cara memainkannya bisa dibilang juga cukup sederhana. Yakni dengan menaruh salah satu jari tangan ke tengah-tengah tali yang menghubungkan dua bola tersebut. Lalu, ayunkan lato-lato ke atas dan bawah agar kedua bola tersebut saling terbentur dan mengeluarkan bunyi.
Meski mainan ini tampak lucu dan unik, etek-etek dapat berbahaya jika dimainkan sembarangan. Karena terbuat dari bahan yang keras, maka anggota tubuh yang terkena etek-etek yang sedang dimainkan akan terasa sakit. Bahkan, dapat meninggalkan luka memar.
Salah satu pedagang etek-etek di Pasar Banyuwangi Mohammad, 72, mengatakan jika permainan tersebut sering dimainkan anak-anak secara bersamaan. Tetapi jika dilakukan tanpa ada jarak antara satu anak dengan anak yang lain, itu cukup berbahaya. ”Kalau terlalu mepet bisa terkena, jadi mainnya harus sedikit berjauhan,” ujarnya.
Maka dari itu, warga Kelurahan Temenggungan, Kecamatan Banyuwangi, itu menyarankan agar anak-anak bermain etek-etek di lokasi yang cukup luas. Dengan begitu tidak berimpitan dan terhindar dari bola etek-etek yang cukup keras. ”Bisa bermain di lapangan atau halaman yang luas,” katanya kemarin (30/12).
Pedagang lainnya, Asmami, 65, lebih menyarankan agar anak-anak mendapat pendampingan dari orang tua. Mengingat emosi anak-anak yang belum stabil sehingga perlu diawasi secara selama bermain. ”Anak-anak biasanya main perang-perangan, kalau etek-etek dijadikan senjata untuk memukul ya berbahaya,” pungkasnya. (cw4/bay/c1) Editor : Rahman Bayu Saksono