Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Gereja di Banyuwangi Bersolek Sambut Natal

Gerda Sukarno Prayudha • Sabtu, 24 Desember 2022 | 16:30 WIB
Photo
Photo
BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi - Gereja Katolik Maria Ratu Damai terus bersolek menyambut Natal tahun ini. Gereja yang terletak di Jalan Jaksa Agung Suprapto Nomor 56, Banyuwangi, itu selalu menghadirkan nuansa berbeda tiap tahunnya. Sejumlah jemaat kemarin (23/12) menghias ruang gereja dengan pernik-pernik pohon Natal bernuansa alam.

Perayaan Natal tahun ini mengusung tema ”Pulanglah Mereka ke Negerinya melalui Jalan Lain”. Semua sudut gereja dihias dengan suasana yang menyatu dengan alam. ”Sesuai temanya, umat Katolik kembali seperti sedia kala setelah berhasil melewati masa pandemi Covid-19 selama dua tahun,” ujar Romo Frans Aryo, pemimpin Gereja Katolik Maria Ratu Damai Banyuwangi.

Frans menyebut Natal tahun ini cukup spesial. Semua umat dan jemaat bisa kembali berkumpul di gereja setelah Covid-19 mereda. ”Selama dua tahun pandemi, semua kegiatan gereja ditiadakan. Misa Natal sebelumnya hanya dilakukan secara online,” katanya.

Menyambung dengan Natal tahun ini, pihaknya merancang dekorasi maupun kandang Natal dengan hiasan khas Banyuwangi. ”Ibarat orang pulang kampung ke Banyuwangi, mereka bisa merayakan Natal sebagai sebuah keluarga dengan dekorasi  variasi gunung, laut, dan hutan,” terang Frans.

Photo
Photo
Selain itu, ada sentuhan budaya khas Banyuwangi dalam dekorasi tersebut. Sedangkan untuk pesta Natal, tidak terlalu mewah, melainkan lebih kepada membangun silaturahmi dengan baik sesama umat.

”Kita merayakan Natal tidak hanya sekadar merayakan. Yang lebih penting adalah bagaimana kita mensyukuri atas apa yang telah kita perjuangan bersama. Sebagai bentuk kepedulian sosial kepada sesama, pihak gereja juga membagikan bingkisan kepada jemaat sendiri,” ungkapnya.

Persiapan serupa juga dilakukan Gereja Katolik Paroki Kristus Raja, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng. Romo Gereja Katolik Paroki Kristus Raja Andreas Adhi Prasetyo mengatakan, progres persiapan Natal di gerejanya sudah sekitar 80 persen. ”Persiapan Natal kalau di gereja Katolik sudah dari satu tahun yang lalu,” ujarnya.

Perayaan Natal, lanjut Romo Adhi, merupakan program tahunan yang disiapkan oleh panitia selama satu tahun. ”Untuk selanjutnya, tinggal memasang ornamen-ornamen kecil saja,” ungkapnya.

Dalam tradisi gereja Katolik, perayaan Natal mulai diperingati pada Sabtu (24/12) hingga Minggu (25/12) besok. ”Misa malam Natal diperingati tanggal 24 pukul 19.00 dan Hari Raya Natal pada tanggal 25 pukul 08.00,” terang Romo Adhi.

Terkait tema Natal tahun ini mengikuti tema yang telah ditentukan oleh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI). ”Pesan Natalnya adalah Pulanglah Mereka ke Negerinya melalui Jalan Lain yang Terambil dari Injil Matius 2 ayat 12,” jelasnya.

Makna jalan lain dapat dipahami juga secara rohani. Sesudah bertemu dengan Yesus, orang tidak lagi menjalani hidup dengan cara lama, tetapi dengan cara yang baru, menjadi manusia baru. Natal juga mengajak untuk menemukan jalan baru dan kreatif dalam mewartakan kasih Tuhan Yesus kepada sesama dan semua makhluk ciptaan.

Untuk dekorasi Natal, Gereja Katolik Paroki Kristus Raja menggunakan ornamen bertema alam. ”Bisa dilihat dari dekorasi Natal di samping gereja, ada pohon Natal yang dibuat dari bambu dan besek,” tuturnya.

Menurut Romo Adhi, kekayaan alam di wilayah Genteng ini sangat banyak. Dari kekayaan alam itu, pihak gereja mencoba memanfaatkan sebagai ornamen Natal di gereja Genteng.

Kondisi pandemi Covid-19 yang mulai melandai juga memengaruhi perayaan Natal di Gereja Katolik Paroki Kristus Raja. Salah satunya pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang ditetapkan oleh pemerintah.

Meskipun demikian, pihaknya tidak serta-merta melonggarkan protokol kesehatan di area gereja. ”Protokol kesehatan tetap kami berlakukan. Nantinya, akan ada petugas yang kami siapkan agar jemaat yang hadir tetap mematuhi protokol kesehatan tersebut,” jelasnya.

Berbeda dengan tahun sebelumnya yang jumlah jemaatnya sangat terbatas, tahun ini Gereja Katolik Paroki Kristus Raja menambah kapasitas jemaat yang diperbolehkan hadir untuk beribadat. ”Sebelumnya di satu bangku gereja hanya kami perbolehkan diisi dua jemaat,” kata Romo Adhi.

Pada misa Natal tahun ini, satu bangku gereja sudah dapat diisi oleh tiga jemaat dari total lima jemaat. ”Total jemaat yang hadir diperkirakan mencapai 250 orang,” pungkasnya. (rio/cw3/aif/c1) Editor : Gerda Sukarno Prayudha
#Natal #gereja