Kopi tidak sekadar enak diminum dan bernilai ekonomis. Banyak hal baik muncul yang sering tidak disadari sebelumnya. Tanaman kopi terbukti efektif mencegah erosi lantaran memiliki tajuk batang berlapis sehingga kopi mampu melindungi tanah dari tetesan air hujan langsung.
Pohon kopi juga dapat mengikat tanah karena memiliki akar tunggang yang menghunjam ke tanah hingga kedalaman tiga meter. Selain itu pohon kopi juga memiliki akar lateral sepanjang dua meter. ”Laju air di atas permukaan tanah (run off) vegetasi tanaman kopi tidak jauh berbeda dengan run off hutan, mampu mengikat air di dalam tanah,” ujar ahli tester kopi Banyuwangi, Setiawan Subekti.
Lantaran fungsinya yang beragam, kini tak sedikit warga yang gemar menanam kopi. Tanaman kopi sangat cocok untuk ditanam dan dikembangkan di Banyuwangi. Apalagi, kawasan Banyuwangi terdiri dari lereng gunung yang memanjang mulai Gunung Raung, Gunung Ijen, Gunung Ranti. ”Kawasan yang notabene memiliki kontur tanah bertebing selayaknya lebih memilih tanaman kopi untuk dibudidayakan ketimbang sayur-mayur,” ucap Iwan, panggilan akrab Setiawan Subekti.
Alasannya, selain memiliki nilai jual tinggi, tanaman kopi juga dapat membantu menjaga lingkungan agar tetap asri dan terhindar dari bencana alam seperti tanah longsor. Iwan menyarankan, untuk memulihkan lahan kritis bisa diawali dengan menanam tanaman kopi disertai tanaman pelindung. ”Jadi, tanaman kopi ini dapat menyatukan ekonomi, konservasi, dan mitigasi,” terangnya.
Untuk melindungi tanaman kopi sekaligus mencegah terjadinya erosi pada areal pertanaman kopi dapat dilakukan dengan menanam pohon penaung. Hal-hal yang perlu diperhatikan terkait dengan pohon penaung kopi harus memenuhi syarat sebagai berikut, yakni memiliki perakaran yang dalam dan percabangan yang mudah diatur, ukuran daun relatif kecil dan tidak mudah rontok, serta memberikan cahaya yang menyebar. Selain itu, berumur panjang, dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan ternak, dan tidak menjadi inang hama dan penyakit kopi.
Penaung sementara diperlukan untuk melindungi lahan pertanaman kopi dari erosi, meningkatkan kesuburan tanah melalui tambahan organik asal tanaman penutup tanah sementara, dan menekan pertumbuhan gulma. Naungan sementara ditanam dalam barisan dengan jarak 2–4 meter atau mengikuti kontur dan tanaman penaung sementara ditanam minimal satu tahun sebelum penanaman kopi.
Tanaman kopi robusta (Coffea canephora ) merupakan salah satu tanaman yang efisiensi fotosintesisnya rendah karena terjadi fotorespirasi. Proses fotorespirasi terjadi pada saat intensitas cahaya matahari tinggi dan suhu di sekitar tanaman meningkat. Kondisi tersebut terjadi jika kopi ditanam tanpa diberi penaung. Oleh karena itu, agar tanaman kopi dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal, tanaman tersebut perlu diberi tanaman penaung.
Manfaat tanaman penaung bagi tanaman kopi antara lain untuk mengurangi intensitas cahaya matahari agar tidak terlalu panas, mengurangi perbedaan temperatur antara siang dan malam, menjaga iklim mikro agar lebih stabil, sumber bahan organik, penahan angin dan erosi, memperpanjang umur tanaman atau masa produksi kopi (di atas 20 tahun), mengurangi kelebihan produksi (overbearing) dan mati cabang, serta meningkatkan kualitas kopi. (ddy/bay/c1) Editor : Rahman Bayu Saksono