Mereka diangkut satu bus menuju asrama haji Sukolilo, Surabaya. CJH kloter 24 berasal dari jemaah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Khoiru Ummah dan non-KBIHU. “Semoga semua jemaah diberi kesehatan bisa melaksanakan semua rukun haji dengan sempurna dan kembali ke tanah air dengan selamat,” ungkap Amak Burhanuddin.
Sebelum diberangkatkan dan dilepas, momentum mengharukan terjadi saat azan mulai dikumandangkan. Apalagi ketika bus berangkat dari garis start, para pengantar melambaikan tangan ke arah jemaah yang berada di dalam bus.
Amak menjelaskan, jemaah yang berangkat adalah CJH tahun 2020 yang sempat tertunda keberangkatannya akibat pandemi Covid-19.
”Jumlah CJH asal Banyuwangi 482 orang. Mereka tergabung dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni 24 dan 28. Kloter 24 berangkat pertama dengan jumlah jemaah 36 orang,’’ kata Amak.
Amak banyak memberikan pesan kepada CJH yang berangkat tadi malam. Untuk menghindari kaki melepuh, CJH diimbau untuk disiplin memakai sandal. Kalau toh sandalnya hilang, jangan memaksakan keluar masjid tanpa alas kaki. ”Tetap saja di dalam masjid, sampai dapat sandal dari rombongan. Suhu di Arab Saudi sekarang cukup ekstrem. Perbanyak minum air putih untuk menghindari dehidrasi,’’ pesan Amak.
Bagi keluarga yang ditinggal pergi haji tidak usah panik dengan kabar-kabar yang berseliweran di media sosial. Menurut Amak, keluarga di Banyuwangi bisa menjadikan media Jawa Pos Radar Banyuwangi sebagai referensi informasi haji yang bisa dipercaya. ”Terkait informasi haji, Radar Banyuwangi telah menurunkan kontributor di Makkah maupun Madinah. Laporan hajinya bisa dipercaya karena langsung dari Makkah dan Madinah,’’ kata Amak.
Mereka dijadwalkan masuk Asrama Haji Sukolilo, Surabaya pada Senin, (20/6) pukul 09.00. Selasa (21/6), mereka akan terbang menuju Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi. Sementara, CJH yang tergabung kloter 28 berjumlah 446 orang. Mereka akan dilepas oleh Bupati Ipuk Fiestiandani dari depan kantor Pemkab Banyuwangi pada Rabu (22/6) pukul 07.00. Rombongan dijadwalkan masuk Asrama Haji Sukolilo pada pukul 18.00. Keesokan harinya, Kamis (23/6) pukul 18.15, jemaah akan terbang menuju Jeddah.
Para CJH akan dipandu oleh Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI) dan Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD), dan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI). Calon jemaah asal Banyuwangi, kata Amak, masuk gelombang kedua sehingga jadwalnya langsung menuju Mekkah. Setiba di Mekkah, rombongan akan melaksanakan umrah karena masuk haji tamattuk (mendahulukan umrah dulu baru haji). ”Usai umrah, mereka menunggu pelaksanaan haji. Setelah melaksanakan ibadah haji jemaah akan bergeser ke Madinah untuk melaksanakan ibadah sunnah arbain,’’ kata Amak.
Sementara itu, sebelum berangkat menuju Asrama Haji Sukolilo, pagi harinya 36 CJH menjalani pemeriksaan kesehatan dan tes PCR Covid-19. Pemerintah Arab Saudi mewajibkan seluruh CJH luar negeri melampirkan surat hasil negatif tes PCR Covid-19 minimal 3×24 jam atau 72 jam.
Pelaksanaan swab PCR dimulai pukul 07.30. Hasilnya langsung bisa dilihat di aplikasi Pedulilindungi pada pukul 12.30. Dari 36 jemaah, hasilnya negatif Covid-19 semua. "Alhamdulillah hasil tes swab saya negatif Covid-19,’’ ujar Fika Dian Saptawati, CJH asal Lingkungan Kauman, Banyuwangi.
Ibadah haji tahun ini memang spesial karena di tengah pandemi Covid-19. Regulasi dari Pemerintah Arab Saudi selaku tuan rumah harus dipatuhi. Persyaratan di antaranya CJH maksimal usia 65 tahun, vaksin Covid-19, dan tes PCR. Apabila ada CJH yang hasil tes PCR-nya positif, tentu akan ditunda keberangkatannya dan akan diikutkan kloter selanjutnya. (ddy/aif) Editor : Syaifuddin Mahmud