Bisa Rangkai Sendiri, Gelang Manik-Manik Jadi Buruan di CFD Banyuwangi

Balquisse Kayla Putri • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:15 WIB
ILUSTRASI – Aktivitas membuat gelang manik-manik dengan memadukan beragam warna dan bentuk sesuai selera. (Miriam Alonso/Pexels)
ILUSTRASI – Aktivitas membuat gelang manik-manik dengan memadukan beragam warna dan bentuk sesuai selera. (Miriam Alonso/Pexels)

RADAR BANYUWANGI – Gelang manik-manik menjadi salah satu aksesori yang menarik perhatian pengunjung car free day (CFD) Banyuwangi. Bukan sekadar membeli gelang siap pakai, pengunjung kini bisa memilih dan merangkai sendiri manik-manik sesuai selera.

Lapak penjual gelang manik-manik dapat dijumpai di sepanjang Jalan Ahmad Yani, terutama di kawasan depan SMP Negeri 1 Banyuwangi hingga sekitar Kantor Pemkab Banyuwangi.

Beragam manik-manik warna-warni ditata dalam wadah yang memudahkan pembeli memilih bahan. Ada manik-manik berbentuk huruf, motif unik, hingga liontin kecil yang bisa dipadukan menjadi gelang.

Konsep merangkai gelang sendiri menjadi daya tarik tersendiri. Pembeli bisa menentukan kombinasi warna, menyusun nama atau inisial, sekaligus menyesuaikan ukuran gelang agar nyaman dikenakan.

Zakira, salah seorang pedagang gelang manik-manik di kawasan CFD Banyuwangi, mengatakan bahwa pembeli lebih menyukai aksesori yang dapat dibuat sesuai keinginan.

Baca Juga: Gelang Manik-Manik Kini Digemari Anak Muda Banyuwangi, Bisa Custom Nama hingga Jadi Simbol Pertemanan

"Orang-orang lebih sering memilih untuk merangkai gelang manik-maniknya sendiri karena mereka bisa memilih manik-manik sepuasnya," ujarnya, Rabu (14/10).

Proses pembuatannya cukup sederhana. Setelah menentukan pilihan, pembeli memasukkan manik-manik satu per satu ke dalam tali elastis. Kedua ujung tali kemudian diikat hingga kuat. Pedagang juga dapat membantu proses penyelesaian gelang.

Penggemarnya pun tidak terbatas pada anak-anak. Remaja hingga orang dewasa turut tertarik dengan aksesori yang dapat disesuaikan dengan gaya masing-masing.

Tren gelang manik-manik sebelumnya juga mendapat perhatian anak muda Banyuwangi. Dalam pemberitaan Radar Banyuwangi pada 10 Agustus 2026, Maulanie, salah seorang penggemar aksesori tersebut, mengungkapkan alasan menyukai gelang yang bisa dipersonalisasi.

"Kita bisa pilih warna sendiri, terus bisa ditambah nama atau huruf juga, jadi lebih personal," ungkapnya dalam pemberitaan tersebut.

Kehadiran pedagang aksesori sekaligus menambah pilihan belanja di kawasan CFD. Selain berburu kuliner dan berolahraga, pengunjung dapat mengisi Minggu pagi dengan aktivitas kreatif.

Peluang usaha dari penjualan manik-manik juga pernah dirasakan pedagang lainnya. Dalam pemberitaan Radar Banyuwangi pada 29 September 2025, Rahayu, pedagang manik-manik di kawasan CFD Jalan Ahmad Yani, mengaku mengalami peningkatan omzet.

"Alhamdulillah ramai sekali. Omzet bisa naik dua sampai tiga kali lipat dibanding hari biasa," ujarnya saat itu.

Sebagai informasi, CFD Jalan Ahmad Yani kembali digelar sejak 13 Juli 2025 setelah sempat vakum selama lima tahun. Berdasarkan jadwal yang diumumkan Pemkab Banyuwangi saat peluncuran kembali, kegiatan berlangsung setiap Minggu pukul 05.00 hingga 10.00 WIB.

Editor : Lugas Rumpakaadi
gelang manik-manik Banyuwangi tren anak muda Banyuwangi Car Free Day Jalan Ahmad Yani aksesori handmade CFD Banyuwangi