RADAR BANYUWANGI - Maskara menjadi andalan banyak perempuan untuk membuat bulu mata terlihat lebih tebal, panjang, dan lentik. Namun, rasa lelah setelah beraktivitas terkadang membuat seseorang langsung tidur tanpa membersihkan riasan mata.
Kebiasaan itu sebaiknya tidak terus dilakukan. Sisa kosmetik yang terlalu lama menempel di area mata dapat meningkatkan paparan terhadap residu produk dan mikroorganisme.
Risikonya perlu diperhatikan karena maskara digunakan sangat dekat dengan kelopak dan permukaan mata.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyarankan maskara dibuang sekitar tiga bulan setelah dibeli. Kosmetik mata dapat terkontaminasi bakteri atau jamur selama pemakaian, terutama karena aplikator berulang kali menyentuh bulu mata lalu dimasukkan kembali ke dalam tabung.
Mikroba Bisa Tumbuh di Maskara
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Optometry menemukan pertumbuhan mikroba pada 36,4 persen dari 33 tabung maskara yang diperiksa setelah digunakan selama tiga bulan.
Mikroorganisme yang ditemukan antara lain Staphylococcus epidermidis, spesies Streptococcus, serta jamur.
Temuan tersebut tidak berarti setiap maskara yang mengandung mikroba akan langsung menyebabkan infeksi. Namun, penelitian itu menunjukkan pentingnya menjaga kebersihan produk dan tidak menggunakan maskara terlalu lama.
Penggunaan kosmetik mata juga dikaitkan dengan perubahan pada lapisan air mata dan kelenjar meibom. Kelenjar kecil di sepanjang kelopak itu menghasilkan komponen minyak yang membantu menjaga kestabilan air mata.
Penelitian terhadap 220 perempuan sehat yang dipublikasikan dalam Saudi Journal of Ophthalmology menemukan perbedaan pada sejumlah parameter lapisan air mata dan kondisi kelenjar meibom antara pengguna kosmetik mata dan kelompok yang tidak menggunakan riasan.
Karena penelitian itu bersifat observasional, hasilnya menunjukkan adanya hubungan, bukan membuktikan bahwa maskara menjadi penyebab langsung gangguan tersebut.
Bisa Berkaitan dengan Iritasi hingga Bintitan
Kebersihan kelopak mata juga penting untuk mencegah gangguan seperti bintitan.
American Academy of Ophthalmology menjelaskan bahwa hordeolum atau bintitan dapat terjadi ketika kelenjar pada kelopak tersumbat dan mengalami peradangan. Membersihkan riasan mata sebelum tidur menjadi salah satu langkah pencegahan yang dianjurkan.
National Eye Institute juga menyebutkan bahwa blefaritis atau peradangan kelopak dapat menimbulkan mata merah, gatal, rasa terbakar, kerak di sekitar bulu mata, hingga keluhan mata kering.
Karena itu, sisa kosmetik dan kebersihan kelopak yang buruk lebih tepat disebut dapat berkontribusi terhadap iritasi atau gangguan pada area mata. Tidur dengan maskara tidak otomatis menyebabkan infeksi ataupun kerusakan kornea.
Meski demikian, sebuah laporan kasus dalam jurnal Ophthalmology pada 2018 menunjukkan dampak penggunaan maskara berat dalam jangka sangat panjang.
Seorang perempuan berusia 50 tahun yang menggunakan maskara secara intensif selama lebih dari 25 tahun dan tidak membersihkannya dengan baik ditemukan memiliki endapan pigmen gelap di bawah konjungtiva. Kondisi itu disertai peradangan dan erosi kornea berbentuk titik.
Kasus tersebut tergolong langka. Kondisi serupa tidak dapat digeneralisasi sebagai akibat dari sekali tertidur tanpa menghapus maskara.
Bagaimana dengan Bulu Mata Rontok?
Maskara juga kerap dikaitkan dengan kerontokan bulu mata. Namun, klaim bahwa maskara dapat menyebabkan kerontokan permanen tidak tepat jika tidak didukung pemeriksaan medis.
Penelitian berbasis kuesioner terhadap 128 mahasiswa kedokteran pengguna maskara menemukan 19 persen responden melaporkan kerontokan bulu mata.
Meski demikian, penelitian tersebut bersifat observasional sehingga tidak membuktikan bahwa maskara menjadi penyebab langsung.
Cara membersihkan maskara justru perlu diperhatikan, terutama untuk jenis tahan air atau waterproof yang lebih sulit diangkat. Menggosok atau menarik bulu mata terlalu keras dapat membuat bulu mata lebih mudah patah atau rontok.
Bersihkan dengan Lembut
Maskara sebaiknya dibersihkan menggunakan produk yang sesuai untuk area mata. Pembersih dapat dituangkan pada kapas atau bahan lembut, kemudian ditempelkan beberapa saat pada area bulu mata agar maskara lebih mudah terangkat.
Setelah itu, usap perlahan tanpa menggosok mata terlalu kuat. Wajah kemudian dapat dibersihkan menggunakan pembersih yang sesuai dengan kondisi kulit.
Metode double cleansing dapat digunakan, tetapi bukan satu-satunya cara yang harus dilakukan setiap orang.
FDA juga mengingatkan agar maskara yang sudah mengering tidak diencerkan menggunakan air maupun air liur. Cara tersebut dapat memasukkan mikroorganisme ke dalam produk. Kosmetik mata juga tidak disarankan untuk digunakan bergantian dengan orang lain.
Penggunaan maskara sebaiknya dihentikan apabila muncul iritasi.
Segera periksakan mata apabila keluhan tidak membaik atau disertai nyeri berat, kemerahan yang semakin luas, pembengkakan hebat, sensitif terhadap cahaya, keluar cairan dari mata, atau gangguan penglihatan.
Persoalannya bukan sekadar sekali lupa menghapus maskara sebelum tidur. Kebiasaan membiarkan residu kosmetik menumpuk, memakai produk terlalu lama, berbagi kosmetik mata, serta membersihkannya terlalu agresif juga perlu dihindari.
Editor : Lugas Rumpakaadi