RADAR BANYUWANGI - Bibir two-tone kerap membuat hasil lipstik tidak sama dengan warna yang terlihat di kemasan. Bagian tepi yang lebih gelap, misalnya, bisa membuat warna nude terlihat lebih kusam atau tidak merata.
Lantas, mana yang lebih cocok untuk kondisi tersebut, lip matte atau lip blur?
Jawabannya tidak sesederhana memilih salah satu. Untuk meratakan warna, tingkat pigmentasi dan daya tutup produk justru lebih penting daripada sekadar label matte atau blur.
Warna Asli Bibir Memengaruhi Hasil Lipstik
Warna bibir setiap orang memang berbeda. Studi dalam International Journal of Cosmetic Science pada 2025 meneliti warna bibir alami 514 perempuan berusia 19–68 tahun dari Amerika Serikat, Prancis, dan Tiongkok.
Hasilnya menunjukkan variasi warna yang luas, termasuk di dalam kelompok etnis yang sama.
“Warna bibir mewakili ruang berkelanjutan dengan keragaman yang luas antara dan di dalam etnisitas,” tulis peneliti.
Temuan serupa terlihat dalam penelitian terhadap 500 perempuan usia 20-an di Korea. Penelitian itu menunjukkan bahwa warna lipstik yang sama dapat memberikan hasil berbeda bergantung pada warna dasar bibir.
Artinya, pemilik bibir two-tone perlu mempertimbangkan daya tutup produk. Jika formulanya terlalu tipis, warna alami yang lebih gelap masih dapat memengaruhi hasil akhir.
Lip Matte Unggul untuk Meratakan Warna?
Untuk bibir dengan perbedaan warna cukup kontras, produk dengan pigmentasi tinggi dan full coverage biasanya lebih mudah digunakan.
Banyak liquid lipstick matte memiliki karakter tersebut. Namun, bukan berarti setiap produk matte otomatis lebih pekat atau lebih tahan lama.
Studi yang terbit dalam Forensic Science International pada 2026 menganalisis 99 lipstik yang beredar di pasar Indonesia. Sebanyak 75 di antaranya berupa liquid lipstick dan 24 lainnya berbasis wax.
Penelitian tersebut menemukan komposisi yang cukup beragam. Pada liquid lipstick, bahan seperti isododecane banyak digunakan bersama komponen berbasis silikon.
Menurut peneliti, isododecane umum dipakai karena kompatibel dengan silikon yang dapat membantu daya lekat pada kulit dan ketahanan terhadap transfer.
Dengan demikian, ketahanan lipstik bergantung pada keseluruhan formulanya. Label “matte” saja belum cukup menjadi patokan.
Bagi pemilik bibir two-tone, produk berlabel full coverage, highly pigmented, opaque, atau transfer-resistant bisa lebih relevan jika targetnya adalah warna bibir yang tampak merata.
Lip Blur Tawarkan Hasil Lebih Natural
Lip blur bekerja dengan pendekatan berbeda. Alih-alih menciptakan garis bibir yang tegas, warna dibuat lebih lembut dan terdifusi di bagian tepinya.
Tren ini kembali banyak dibicarakan pada 2026. Vogue menyebut blurred lip tidak hanya sebagai jenis hasil akhir, tetapi juga teknik aplikasi.
Biasanya, warna dibuat lebih pekat di bagian tengah bibir. Setelah itu, produk dibaurkan perlahan menuju tepi.
Celebrity makeup artist Kelly Zhang kepada Good Housekeeping menggambarkan tampilannya secara singkat.
“Riasan bibir yang buram terlihat alami, lembut, dan mudah dilakukan,” ujarnya.
Efek tersebut bisa menguntungkan pemilik bibir two-tone. Perbedaan warna tidak harus ditutup seluruhnya. Batas antara area yang lebih terang dan gelap justru dapat dibuat lebih halus.
Namun, jika warna tepi bibir jauh lebih gelap, produk blur dengan daya tutup tipis belum tentu mampu meratakannya.
Lip Blur Belum Tentu Lebih Melembapkan
Anggapan bahwa lip blur selalu lebih nyaman juga perlu diluruskan.
Istilah blur lebih banyak menjelaskan efek visual. Produknya bisa berbentuk balm, mousse, tint, velvet lipstick, bahkan formula matte.
Danusia Wnek dari Good Housekeeping Institute Beauty Lab menyebut beberapa formula blurred lip yang mereka uji terasa ringan dan nyaman.
“Teksturnya ringan, sangat nyaman di bibir, dan tidak membuat bibir kering,” katanya.
Namun, penilaian tersebut berlaku pada produk yang diuji, bukan seluruh lip blur di pasaran.
Hal yang sama berlaku untuk lip matte. Tidak semua matte otomatis membuat bibir kering.
Kondisi bibir dan formulasi produk tetap berperan besar. Kajian dalam Journal of Cosmetic Dermatology menunjukkan lapisan pelindung pada area bibir lebih tipis dibanding kulit biasa. Itu membuat bibir relatif mudah kehilangan kelembapan.
Karena itu, bibir yang sedang pecah-pecah sebaiknya dipersiapkan dengan lip balm sebelum memakai warna.
Bisa Gabungkan Matte dan Blur
Untuk bibir two-tone yang cukup kontras, teknik kombinasi justru bisa menjadi pilihan.
Gunakan sedikit produk berdaya tutup tinggi pada bagian bibir yang paling gelap. Tidak perlu melapisinya terlalu tebal. Tujuannya hanya mengurangi perbedaan warna dasar.
Setelah itu, aplikasikan warna utama dari bagian tengah bibir.
Jika menginginkan hasil penuh, ratakan warna hingga ke tepi. Untuk efek blur, baurkan produk perlahan ke arah luar.
Makeup artist Joseph Carrillo kepada Allure menyarankan prinsip serupa untuk menciptakan blurred lip.
“Oleskan warna lipstik Anda di bagian tengah dan ratakan ke arah luar,” ujarnya.
Teknik tersebut membuat warna paling kuat berada di tengah, lalu semakin lembut menuju garis bibir.
Jadi, Pilih Mana?
Jika tujuan utama adalah menutup perbedaan warna bibir, pilih produk dengan pigmentasi tinggi dan full coverage. Banyak liquid matte memiliki karakter tersebut.
Sementara itu, lip blur lebih cocok bagi yang menginginkan tampilan natural dengan transisi warna yang lembut.
Namun, jangan terpaku pada nama finish. Warna dasar bibir, pigmentasi produk, formula, serta teknik aplikasi sama-sama menentukan hasil.
Untuk bibir two-tone, rumus sederhananya, daya tutup membantu meratakan warna, sedangkan teknik blur membantu melembutkan perbedaannya.
Editor : Lugas Rumpakaadi