RADAR BANYUWANGI – Gym tak lagi sekadar menjadi tempat mengejar tubuh atletis. Bagi sebagian anak muda, latihan beban mulai menjadi rutinitas untuk menjaga kebugaran, kekuatan otot, hingga menunjang aktivitas sehari-hari.
Kebiasaan itu salah satunya dijalani Billa, member gym di Banyuwangi. Di tengah kesibukannya, dia berusaha tetap berlatih secara rutin sekaligus mengatur pola makan.
Menurut Billa, perubahan bentuk tubuh memang menjadi salah satu hasil yang terlihat dari latihan. Namun, dia menilai konsistensi jauh lebih penting daripada sekadar mengejar perubahan fisik dalam waktu singkat.
“Kuncinya konsisten. Bentuk tubuh yang bagus itu bonus dari pola hidup disiplin. Kalau latihan rutin dijaga dan makanan diatur, badan akan tetap kencang dan tidak gampang lemas meski sibuk bekerja seharian,” ujar Billa, Rabu (23/9).
Antusiasme terhadap aktivitas fisik juga terlihat dari berbagai agenda olahraga di Banyuwangi. Meski tidak secara khusus menggambarkan pertumbuhan jumlah pengguna gym, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan olahraga mendapat tempat dalam gaya hidup warga.
Soekarno Run Banyuwangi yang digelar 20 September 2026, misalnya, diikuti sekitar 4.900 peserta. Mereka turun dalam sejumlah kategori, mulai 1 kilometer hingga half marathon 21 kilometer.
Sebelumnya, sekitar seribu peserta juga ambil bagian dalam Bapenda Run atau BapeRun pada 26 Juli 2026. Pesertanya berasal dari berbagai daerah dan terbagi dalam kategori pelajar, umum, hingga grand master.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut kegiatan olahraga tersebut sebagai bagian dari upaya mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat.
“Acara ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” kata Ipuk dalam keterangan resmi Pemkab Banyuwangi.
Menurut dia, kegiatan olahraga juga dapat menjadi sarana membiasakan masyarakat bergerak aktif. Pada penyelenggaraan Soekarno Run, kategori untuk siswa sekolah dasar bahkan disiapkan untuk mengenalkan pola hidup sehat sejak dini.
Gym Diminati Generasi Muda
Minat terhadap olahraga juga terlihat di kalangan generasi muda secara nasional.
Survei Amar Bank terhadap 300 responden generasi Z dan milenial yang diberitakan ANTARA pada 22 September 2026 mencatat gym menjadi salah satu aktivitas olahraga yang diminati. Pilihan lainnya meliputi olahraga raket, lari, bersepeda, yoga, pilates, dan poundfit.
Survei tersebut mencatat 53,8 persen responden berolahraga untuk meredakan stres. Sementara itu, 22,5 persen berolahraga untuk menjaga kondisi fisik dan penampilan. Sebanyak 17,8 persen lainnya melakukannya karena hobi dan kesenangan.
Namun, survei tersebut dilakukan terhadap responden di Jabodetabek dan sejumlah kota besar. Karena itu, hasilnya tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa jumlah pengguna gym di Banyuwangi juga meningkat.
Tak Perlu Program Rumit
Manfaat latihan beban tidak berhenti pada perubahan bentuk tubuh. Bukti ilmiah menunjukkan aktivitas tersebut juga berkaitan dengan peningkatan kekuatan dan fungsi fisik.
American College of Sports Medicine (ACSM) pada 2026 memperbarui panduan latihan resistensi setelah menelaah 137 tinjauan sistematis yang mencakup lebih dari 30 ribu peserta.
Hasil kajian itu menunjukkan latihan resistensi dapat meningkatkan kekuatan dan ukuran otot atau hipertrofi. Manfaat lainnya mencakup peningkatan daya ledak, daya tahan otot, keseimbangan, dan sejumlah aspek fungsi fisik.
Salah seorang penulis panduan tersebut, Profesor Kinesiologi McMaster University Stuart M. Phillips, menekankan bahwa program latihan tidak perlu dibuat terlalu rumit.
“Program latihan beban terbaik adalah program yang benar-benar bisa Anda jalankan secara konsisten,” kata Phillips, sebagaimana dikutip dalam publikasi ACSM.
Pesan itu menegaskan bahwa konsistensi menjadi bagian penting dalam latihan. Program yang sederhana tetapi dijalankan secara rutin dapat lebih realistis dibandingkan metode kompleks yang sulit dipertahankan.
ACSM juga menyebut latihan penguatan otot tidak harus selalu menggunakan mesin di pusat kebugaran. Barbel, resistance band, maupun berat tubuh sendiri dapat digunakan sesuai kemampuan.
Teknik tingkat lanjut, seperti selalu berlatih hingga otot benar-benar tidak mampu mengangkat beban lagi, juga tidak secara konsisten memberikan manfaat tambahan bagi rata-rata orang dewasa sehat.
Bisa Dimulai dari Berat Tubuh
Kementerian Kesehatan RI juga menegaskan latihan beban bukan semata-mata untuk membentuk otot. Latihan dapat dimulai secara bertahap menggunakan berat tubuh sendiri sebelum menambahkan beban eksternal seperti dumbbell.
Gerakan sederhana, seperti squat dan push-up, dapat menjadi pilihan bagi pemula. Teknik gerakan yang benar juga perlu didahulukan sebelum menambah beban latihan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan orang dewasa melakukan aktivitas aerobik intensitas sedang selama 150–300 menit per pekan. Alternatifnya, aktivitas intensitas berat dapat dilakukan selama 75–150 menit per pekan.
Selain itu, latihan penguatan otot yang melibatkan kelompok otot utama direkomendasikan sedikitnya dua hari dalam sepekan.
Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono juga pernah mengingatkan pentingnya aktivitas fisik rutin.
“Aktivitas fisik 30 menit per hari atau 150 menit per minggu,” ujar Dante dalam ASEAN Car Free Day 2025.
Anjuran tersebut relevan dengan kondisi aktivitas fisik masyarakat Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, sebanyak 62,6 persen penduduk berusia 10 tahun ke atas masuk kategori memiliki aktivitas fisik cukup.
Artinya, sekitar 37,4 persen penduduk masih tergolong kurang aktif. Tidak memiliki waktu menjadi alasan yang paling banyak disampaikan kelompok tersebut.
Bagi Billa, tantangannya juga terletak pada konsistensi di tengah kesibukan. Karena itu, gym tidak lagi dipandang sebagai program sesaat untuk mengejar penampilan.
Latihan justru dijadikan bagian dari rutinitas.
Prinsip itu sejalan dengan panduan latihan terkini. Bukan soal menggunakan program paling rumit atau mengangkat beban paling berat, melainkan memilih aktivitas sesuai kemampuan, melakukannya dengan teknik yang tepat, lalu menjaganya tetap konsisten.
Editor : Lugas Rumpakaadi