RADAR BANYUWANGI - Tas ransel tidak lagi sekadar tempat membawa buku dan perlengkapan sekolah. Pilihan warna, motif, hingga bentuk yang semakin beragam membuat barang satu ini ikut menjadi bagian dari penampilan sehari-hari.
Motif karakter, hewan, bunga, hingga gambar-gambar berwarna cerah mudah ditemukan pada berbagai model tas. Ada yang tampil ramai dengan gambar berukuran besar. Ada pula yang menggunakan warna lebih sederhana dengan motif kecil sebagai aksen.
Bagi pelajar, variasi tersebut memberikan lebih banyak pilihan untuk menyesuaikan tas dengan selera masing-masing.
Sinta, salah seorang pelajar yang menggunakan tas bermotif, mengaku lebih menyukai ransel dengan gambar atau warna tertentu dibandingkan model polos.
“Kalau ada motif lucu biasanya lebih suka, soalnya kelihatan lebih menarik dan tidak terlalu polos,” ujar Sinta.
Kecenderungan menjadikan tas sebagai bagian dari ekspresi diri juga terlihat dalam tren kembali ke sekolah di sejumlah negara.
Survei K12 terhadap 1.007 orang tua dengan anak usia sekolah di Amerika Serikat pada 2026 menunjukkan karakter dan tren populer ikut memengaruhi pilihan perlengkapan sekolah. Sejumlah pencarian untuk ransel bertema karakter bahkan meningkat tajam dibandingkan periode sebelumnya.
Di luar motif, ukuran menjadi hal yang perlu diperhatikan. Ransel kecil dapat digunakan untuk membawa barang seperlunya. Sementara tas dengan kapasitas lebih besar dapat menampung buku, alat tulis, tempat minum, hingga perlengkapan lain.
Namun, ukuran besar tidak selalu berarti lebih baik.
American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan ukuran ransel disesuaikan dengan tubuh dan kebutuhan anak. Tas yang terlalu besar berpotensi mendorong pengguna membawa lebih banyak barang daripada yang diperlukan.
Pembagian kompartemen juga memiliki fungsi. Kantong depan dapat dimanfaatkan untuk barang berukuran kecil agar mudah diambil. Sementara bagian utama dapat digunakan untuk buku atau perlengkapan yang lebih besar.
Menurut AAP, kompartemen dapat membantu mendistribusikan beban. Barang yang paling berat sebaiknya ditempatkan paling dekat dengan tubuh. Dua tali bahu yang lebar dan empuk juga dianjurkan agar beban terbagi di kedua bahu.
Hal itu penting karena isi tas pelajar dapat dengan cepat menambah beban. Buku, botol minum, tempat makan, alat tulis, hingga laptop atau tablet bila dibawa bersamaan membuat ransel jauh lebih berat.
Associated Press dalam laporan Agustus 2026 mencatat tas yang terlalu berat dapat membuat anak harus condong ke depan untuk menopang beban atau mengalami kesulitan berjalan.
AAP menyebut berat ransel sebaiknya tidak melebihi sekitar 15 persen berat badan anak. Namun, kebutuhan setiap anak tetap dapat berbeda bergantung pada ukuran tubuh dan aktivitasnya.
Karena itu, isi tas juga perlu diperiksa secara berkala. Barang yang tidak diperlukan sebaiknya dikeluarkan agar tidak menambah beban tanpa disadari.
Guru Samantha Ness, dalam wawancara dengan Associated Press, mengingatkan pentingnya mempertimbangkan fungsi barang yang dibawa siswa.
“Saat mempertimbangkan barang yang dimasukkan ke dalam tas, bagaimana barang itu membantu mereka berhasil di kelas?” ujarnya.
Memilih ransel memang bisa dimulai dari warna atau karakter favorit. Namun, tampilan sebaiknya berjalan bersama fungsi.
Ukuran yang sesuai, tali yang nyaman, kompartemen yang cukup, serta beban yang tidak berlebihan akan membuat ransel lebih nyaman digunakan sehari-hari.
Motif lucu pun menjadi nilai tambah. Pelajar tetap bisa membawa karakter dan warna yang mereka sukai tanpa mengabaikan fungsi utama tas sebagai tempat membawa kebutuhan sehari-hari.
Editor : Lugas Rumpakaadi