RADAR BANYUWANGI - Kecil, ringan, dan mudah masuk tas. Kipas mini menjadi salah satu barang praktis yang bisa dibawa ketika harus beraktivitas di tengah cuaca panas.
Apalagi, sejumlah wilayah Indonesia masih mengalami periode kemarau pada September 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya memprediksi puncak musim kemarau tahun ini berlangsung pada Juli hingga September.
Sebanyak 169 Zona Musim atau 25,41 persen wilayah musim diprediksi mencapai puncak kemarau pada September. Pada 27–30 Agustus 2026, BMKG juga mencatat suhu maksimum melampaui 36 derajat Celsius di sejumlah wilayah Kalimantan dan Lampung.
Di tengah kondisi tersebut, kipas portabel hadir dalam semakin banyak pilihan. Tidak melulu berbentuk kipas genggam polos. Ada yang dibuat menyerupai karakter, bunga, hewan, hingga boneka mini.
Warnanya pun beragam. Mulai pastel yang lembut hingga warna-warna cerah. Bentuk yang unik membuat kipas tersebut tidak hanya berfungsi menghasilkan aliran udara, tetapi juga tampil layaknya aksesori yang bisa dibawa sehari-hari.
Ukurannya menjadi salah satu daya tarik. Beberapa model cukup kecil untuk digenggam dengan satu tangan dan mudah dimasukkan ke dalam tas.
Ada pula model dua fungsi. Ketika dibawa bepergian, kipas bisa digunakan dengan cara digenggam. Saat berada di meja belajar atau meja kerja, bagian bawah atau dudukannya memungkinkan kipas diletakkan dalam posisi berdiri.
Fitur pada setiap produk tentu berbeda. Sejumlah model menawarkan beberapa tingkat kecepatan angin, baterai isi ulang, hingga pengisian menggunakan USB Type-C.
Salah satu produk yang beredar, Xiaomi Rechargeable Mini Fan, misalnya, dapat digunakan di meja maupun dibawa secara portabel. Produk itu menggunakan baterai 4.000 mAh, pengisian Type-C, serta memiliki beberapa pengaturan kecepatan. Spesifikasi tersebut tidak berlaku untuk seluruh kipas mini sehingga konsumen tetap perlu memeriksa masing-masing produk sebelum membeli.
Putri, salah seorang pekerja, mengaku tertarik menggunakan kipas mini karena ukurannya ringkas sekaligus memiliki desain menarik.
“Bentuknya kecil dan lucu, jadi gampang dimasukkan ke tas. Kalau panas tinggal dipakai,” ujar Putri.
Meski praktis, kipas bukan satu-satunya cara untuk menghadapi cuaca panas. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan pentingnya menjaga tubuh tetap terhidrasi, menghindari aktivitas berat pada waktu terpanas, serta mencari tempat teduh atau sejuk.
WHO juga memberikan catatan mengenai penggunaan kipas elektrik pada suhu yang sangat tinggi.
“Penggunaan kipas jelas merupakan alat penting, kecuali dalam kondisi sangat panas ketika suhu melampaui 40 derajat Celsius,” kata Dr Joy Shumake-Guillemot dalam program Science in 5.
Pada suhu di atas 40 derajat Celsius, WHO menyebut penggunaan kipas dapat justru mempercepat pemanasan tubuh.
Editor : Lugas Rumpakaadi