RADAR BANYUWANGI - Buket hadiah kini tidak lagi identik dengan bunga segar. Seiring berkembangnya tren pemberian hadiah, berbagai barang yang lebih fungsional mulai disusun menjadi rangkaian dan diberikan dalam beragam momen, mulai dari ulang tahun hingga wisuda.
Snack, cokelat, skincare, makeup, uang, hijab, dan boneka menjadi sejumlah barang yang dapat dikemas dalam bentuk buket. Meski isinya berbeda dari buket konvensional, tampilannya tetap dibuat menarik melalui pemilihan wrapping dan susunan yang disesuaikan dengan karakter penerima.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa pertimbangan dalam memilih hadiah tidak hanya berkaitan dengan tampilan. Sebagian pemberi juga menginginkan hadiah yang dapat digunakan atau dinikmati setelah momen perayaan berakhir.
Buket snack, misalnya, dapat langsung dinikmati penerimanya. Sementara buket berisi skincare, makeup, atau hijab dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Adapun buket uang menawarkan cara pemberian yang berbeda karena uang disusun dalam bentuk rangkaian sehingga memiliki tampilan lebih dekoratif.
Bagi pembeli, keleluasaan memilih isi juga membuat buket dapat dibuat lebih personal. Isi hadiah bisa ditentukan berdasarkan kesukaan, kebutuhan, hobi, maupun karakter orang yang akan menerimanya.
Penjual buket di Banyuwangi, Rizka, mengatakan permintaan pelanggan kini semakin sering mengarah pada isi yang disesuaikan dengan penerima.
“Sekarang banyak yang minta isinya sesuai kesukaan penerima, jadi tidak harus bunga,” ujar Rizka.
Permintaan buket juga dapat meningkat pada momen tertentu. Salah satunya saat musim wisuda, ketika pembeli memesan buket dalam jumlah dan ukuran yang beragam.
Rizka mengatakan, pada musim wisuda, pesanan yang diterimanya pernah mencapai sekitar 30 produk dalam satu minggu. Pesanan tersebut menggunakan sistem pre-order atau PO dengan variasi ukuran dan jenis buket.
“Kalau sedang musim wisuda, sempat ada sekitar 30 pcs per minggu karena kami menggunakan sistem PO. Pesanannya juga dalam berbagai ukuran. Ada pembeli yang memesan beberapa pcs dengan ukuran yang sama, ada juga yang memesan dengan jenis yang berbeda,” ungkap Rizka.
Menurut Rizka, kondisi penjualan di luar musim wisuda berbeda. Jumlah pesanan dapat lebih sedikit karena usaha yang dijalankannya belum memiliki outlet dan jangkauan pemasaran masih terbatas.
“Di luar musim wisuda, penjualan mungkin hanya beberapa produk karena kami juga belum memiliki outlet dan pemasarannya masih terbatas. Namun, untuk penjual lainnya mungkin kondisinya berbeda dan bisa lebih ramai. Harga produk mulai dari Rp25 ribu, tetapi tetap disesuaikan dengan permintaan dan budget pembeli,” lanjutnya.
Harga yang fleksibel membuat pembeli dapat menyesuaikan isi dan ukuran buket dengan anggaran yang dimiliki. Dengan begitu, buket tidak hanya tersedia dalam satu bentuk atau harga, tetapi dapat dibuat berdasarkan kebutuhan dan kemampuan pembeli.
Pilihan tersebut juga memberikan alternatif bagi orang yang ingin memberikan hadiah yang terasa lebih dekat dengan penerima. Alih-alih memilih barang secara umum, pemberi dapat mempertimbangkan apa yang memang disukai atau dibutuhkan oleh orang yang akan menerima hadiah.
Salah satu pembeli, Sasi, mengaku lebih tertarik pada buket yang berisi barang yang dapat digunakan.
“Lebih menarik kalau isinya barang yang memang bisa dipakai atau disukai penerimanya,” kata Sasi.
Tren buket non-bunga memperluas fungsi rangkaian hadiah. Buket tidak hanya menjadi simbol kasih sayang atau pelengkap sebuah perayaan, tetapi juga menjadi media untuk menyampaikan perhatian melalui barang yang dipilih secara lebih personal.
Konsep tersebut membuat buket dapat digunakan dalam berbagai kesempatan, termasuk ulang tahun, wisuda, dan bentuk apresiasi kepada orang terdekat. Selama isi dan tampilannya disesuaikan dengan penerima, barang sehari-hari pun dapat dikemas menjadi hadiah yang memiliki nilai estetis sekaligus manfaat.
Perubahan ini memperlihatkan bahwa tren pemberian hadiah terus berkembang. Bunga tetap memiliki daya tariknya sendiri, tetapi buket kini menawarkan pilihan yang lebih beragam bagi mereka yang ingin memberikan sesuatu yang tidak hanya menarik saat diterima, tetapi juga berguna setelah perayaan selesai.
Editor : Lugas Rumpakaadi