RADAR BANYUWANGI – Flek hitam, jerawat, kulit lebih berminyak hingga stretch mark tak selalu menandakan masalah kesehatan saat kehamilan. Perubahan tersebut umumnya merupakan respons alami tubuh akibat perubahan hormon, tetapi gatal hebat terutama di telapak tangan dan kaki yang memburuk pada malam hari wajib segera diperiksakan karena bisa menjadi tanda kolestasis intrahepatik kehamilan.
Kehamilan memang bukan sekadar cerita tentang perut yang semakin membesar. Di balik perubahan bentuk tubuh, hormon juga ikut bekerja dan membuat kulit mengalami berbagai perubahan.
Kondisi itu dapat membuat calon ibu mendapati wajah yang sebelumnya normal tiba-tiba lebih berminyak. Jerawat bermunculan. Flek hitam semakin terlihat. Bahkan, garis kehitaman di perut hingga stretch mark bisa muncul di sejumlah bagian tubuh.
Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Banyuwangi Bdn Yulianingsih SST MMKes mengatakan, perubahan kulit tersebut merupakan salah satu respons alami tubuh selama masa kehamilan.
Peningkatan hormon estrogen, progesteron, melanocyte-stimulating hormone (MSH), hingga androgen dapat memengaruhi pigmentasi, produksi minyak, dan elastisitas kulit.
“Flek kehitaman, jerawat maupun stretch mark bisa muncul selama kehamilan. Yang penting ibu memahami bahwa tidak semua perubahan tersebut merupakan masalah kesehatan,” ujarnya.
Hormon Bikin Pigmentasi Makin Terlihat
Salah satu perubahan yang cukup sering dialami ibu hamil adalah hiperpigmentasi. Kondisi ini dapat terlihat dalam berbagai bentuk.
Mulai dari linea nigra atau garis gelap pada perut, penggelapan areola, ketiak, dan paha bagian dalam, hingga melasma yang kerap disebut sebagai topeng kehamilan.
Paparan sinar ultraviolet dapat membuat pigmentasi tersebut terlihat semakin jelas. Karena itu, perlindungan terhadap sinar matahari menjadi bagian penting dalam perawatan kulit selama kehamilan.
Perubahan hormon juga dapat memengaruhi kondisi jerawat.
Peningkatan hormon androgen dapat mendorong produksi sebum atau minyak kulit. Ketika produksi minyak meningkat, pori-pori menjadi lebih mudah tersumbat sehingga jerawat pun lebih gampang muncul.
Artinya, munculnya jerawat selama kehamilan bukan berarti calon ibu gagal merawat wajah.
Tak Perlu Panik, Perawatan Bisa Dibuat Sederhana
Menghadapi perubahan kulit saat hamil, ibu tidak perlu buru-buru menggunakan banyak produk perawatan.
Yulianingsih menyarankan perawatan dasar berupa menjaga kebersihan kulit, menggunakan pelembap, serta melindungi kulit dari paparan sinar matahari.
Untuk stretch mark, menjaga kelembapan kulit tetap penting. Di saat yang sama, kenaikan berat badan selama kehamilan juga perlu berlangsung secara sehat dan bertahap sesuai pemantauan tenaga kesehatan.
Prinsipnya, ibu tidak harus mengejar kulit sempurna selama kehamilan.
Perubahan pada kulit merupakan bagian dari proses tubuh beradaptasi. Yang jauh lebih penting adalah mengetahui mana perubahan yang masih wajar dan mana keluhan yang membutuhkan pemeriksaan.
Gatal Hebat Jangan Dianggap Sepele
Ada satu keluhan yang perlu mendapat perhatian lebih.
Jika ibu hamil mengalami gatal hebat, terutama pada telapak tangan dan telapak kaki, yang semakin terasa pada malam hari, jangan hanya menganggapnya sebagai efek kulit yang meregang.
Keluhan tersebut dapat menjadi tanda intrahepatic cholestasis of pregnancy (ICP) atau kolestasis intrahepatik kehamilan.
Karena itu, keluhan yang terasa tidak biasa, semakin berat, atau menimbulkan kekhawatiran sebaiknya segera dikonsultasikan kepada bidan maupun tenaga kesehatan.
“Kalau muncul keluhan yang tidak biasa atau semakin berat, jangan menunggu. Segera konsultasikan kepada bidan atau tenaga kesehatan,” tegasnya.
Sehat Lebih Penting daripada Sekadar Glowing
Perubahan kulit selama kehamilan memang bisa mengganggu rasa percaya diri. Namun, kondisi tersebut tidak perlu menjadi alasan bagi ibu untuk melakukan perawatan secara berlebihan atau mencoba produk secara sembarangan.
Kenali perubahan tubuh. Rawat kulit dengan cara sederhana dan aman. Lindungi kulit dari paparan sinar matahari. Dan yang paling penting, jangan abaikan gejala yang terasa tidak biasa.
Sebab, selama kehamilan, kulit glowing bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan merawat diri. Ibu yang sehat, nyaman, dan mampu mengenali tanda bahaya justru jauh lebih penting. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin