RADAR BANYUWANGI - Perkembangan teknologi digital membuat masyarakat semakin mudah menemukan beragam informasi melalui foto dan video di media sosial. Kondisi tersebut turut mendorong munculnya banyak kreator konten kuliner atau food vlogger yang menawarkan cara berbeda dalam memperkenalkan makanan dan destinasi kepada publik.
Salah satu nama yang cukup dikenal di kalangan pengguna internet Indonesia adalah Ria SW atau Ria Sukma Wijaya. Lahir di Jakarta pada 29 April 1988, Ria dikenal sebagai kreator konten video yang banyak mengangkat tema kuliner dan perjalanan. Kanal YouTube bernama Ria SW disebut telah memiliki 4,68 juta subscriber.
Pencapaian tersebut tidak diperoleh secara instan. Ria membangun popularitasnya melalui proses panjang sekaligus mempertahankan gaya penyampaian yang menjadi identitasnya.
Dalam berbagai kontennya, Ria dikenal memiliki pembawaan yang santai, ceria, dan memberikan kesan positif. Cara tersebut membuat video yang disajikannya terasa ringan untuk diikuti. Pendekatan ini juga menjadi pembeda di tengah tren konten kuliner yang terkadang menggunakan penilaian berlebihan untuk menarik perhatian penonton.
Alih-alih menonjolkan reaksi yang berlebihan, Ria lebih mengedepankan pengalaman menikmati makanan serta informasi mengenai tempat yang dikunjunginya. Ia juga tidak hanya mengandalkan popularitas sebuah destinasi, tetapi juga berusaha memastikan informasi yang diperoleh sesuai dengan kondisi dan penilaian masyarakat lokal.
Hal tersebut berkaitan dengan persiapan yang dilakukan sebelum proses produksi. Ria disebut menyusun alur perjalanan secara matang melalui sebuah buku perencanaan yang disebut Magic Book. Berbagai aspek, mulai dari lokasi yang akan dikunjungi, penilaian masyarakat setempat, hingga latar belakang suatu tempat, dipersiapkan berdasarkan riset sebelum proses syuting dilakukan.
Pendekatan tersebut membuat konten Ria tidak semata-mata berfokus pada makanan yang sudah terkenal di kalangan wisatawan. Informasi mengenai tempat dan sudut pandang masyarakat lokal justru menjadi bagian penting dalam perjalanan yang ia tampilkan kepada penonton.
Selain dikenal melalui video kuliner, Ria juga memiliki sisi lain sebagai penulis. Ia dikenal sebagai penulis trilogi buku berjudul Off the Record. Buku tersebut memuat pengalaman dan refleksi kehidupan yang tidak seluruhnya ditampilkan dalam konten videonya.
Melalui buku tersebut, pengalaman perjalanan dan kuliner disampaikan dari sisi yang lebih personal. Pembaca diajak mengenal pengalaman serta perasaan yang menyertai perjalanan, termasuk berbagai hal menarik yang tidak terlihat dalam video.
Editor : Lugas Rumpakaadi