RADAR BANYUWANGI – September 2026 membawa sejumlah tanggal yang dianggap baik dalam hitungan Primbon Jawa. Ada lima tanggal yang disebut cocok untuk menggelar hajat besar, yakni 2, 3, 17, 23, dan 30 September. Sebaliknya, 7, 18, 19, dan 20 September masuk daftar hari yang sebaiknya dihindari.
Bagi masyarakat Jawa yang masih menggunakan penanggalan Jawa sebagai bagian dari tradisi, pergantian bulan Masehi bukan sekadar perubahan kalender.
Hitungan hari dan pasaran atau weton masih digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk menentukan tetenger atau waktu yang dianggap baik ketika hendak melangsungkan pernikahan, pindah rumah, membuka usaha, hingga menggelar acara keluarga.
Memasuki September 2026, kalender Jawa juga beririsan dengan bulan Rabiul Awal dan Rabiul Akhir 1448 Hijriah.
Dalam hitungan Primbon, setiap hari mempunyai nilai neptu, yakni hasil penjumlahan nilai hari dan pasaran. Angka tersebut kemudian digunakan dalam berbagai perhitungan tradisional untuk menentukan kecocokan maupun hari yang dianggap baik.
Kalender Jawa September 2026 dan Neptu Harian
Berikut kalender Jawa September 2026 lengkap dengan hari, pasaran, dan neptu:
-
1 September: Selasa Legi — Neptu 8
-
2 September: Rabu Pahing — Neptu 16
-
3 September: Kamis Pon — Neptu 15
-
4 September: Jumat Wage — Neptu 10
-
5 September: Sabtu Kliwon — Neptu 17
-
6 September: Minggu Legi — Neptu 10
-
7 September: Senin Pahing — Neptu 13
-
8 September: Selasa Pon — Neptu 10
-
9 September: Rabu Wage — Neptu 11
-
10 September: Kamis Kliwon — Neptu 16
-
11 September: Jumat Legi — Neptu 11
-
12 September: Sabtu Pahing — Neptu 18
-
13 September: Minggu Pon — Neptu 12
-
14 September: Senin Wage — Neptu 8
-
15 September: Selasa Kliwon — Neptu 11
-
16 September: Rabu Legi — Neptu 12
-
17 September: Kamis Pahing — Neptu 17
-
18 September: Jumat Pon — Neptu 13
-
19 September: Sabtu Wage — Neptu 13
-
20 September: Minggu Kliwon — Neptu 13
-
21 September: Senin Legi — Neptu 9
-
22 September: Selasa Pahing — Neptu 12
-
23 September: Rabu Pon — Neptu 14
-
24 September: Kamis Wage — Neptu 12
-
25 September: Jumat Kliwon — Neptu 14
-
26 September: Sabtu Legi — Neptu 14
-
27 September: Minggu Pahing — Neptu 14
-
28 September: Senin Pon — Neptu 11
-
29 September: Selasa Wage — Neptu 7
-
30 September: Rabu Kliwon — Neptu 15
Deretan tersebut bisa menjadi referensi awal bagi masyarakat yang ingin menyesuaikan agenda dengan penanggalan Jawa.
5 Hari Baik untuk Hajatan September 2026
Dalam hitungan Primbon Jawa, beberapa tanggal September 2026 disebut memiliki karakter positif untuk berbagai keperluan.
2 September — Rabu Pahing
Rabu Pahing, 2 September, memiliki neptu 16.
Tanggal ini disebut memiliki karakter yang mendukung ketenteraman sehingga cocok untuk acara yang berkaitan dengan hubungan, seperti akad nikah maupun lamaran.
3 September — Kamis Pon
Kamis Pon, 3 September, memiliki neptu 15.
Dalam hitungan tradisional, tanggal ini dikaitkan dengan energi yang mendukung kemakmuran dan rezeki.
Karena itu, 3 September disebut cocok untuk kegiatan seperti pembukaan usaha, penandatanganan kontrak, maupun acara penting lainnya.
17 September — Kamis Pahing
Kamis Pahing, 17 September, memiliki neptu 17.
Angka tersebut termasuk salah satu neptu besar dalam hitungan yang digunakan untuk menentukan hari baik.
Tanggal ini disebut cocok untuk keperluan penting, termasuk pindah rumah maupun memulai pembangunan rumah.
23 September — Rabu Pon
Rabu Pon, 23 September, mempunyai neptu 14.
Hari tersebut dinilai memiliki karakter mengayomi sehingga cocok untuk acara keluarga, syukuran, aqiqah, maupun pertemuan dengan kerabat.
30 September — Rabu Kliwon
Menutup bulan, Rabu Kliwon, 30 September, mempunyai neptu 15.
Tanggal ini kembali masuk dalam daftar hari yang dianggap memiliki energi positif, terutama untuk kegiatan yang berkaitan dengan usaha, peresmian, maupun syukuran.
4 Hari Pantangan yang Perlu Diwaspadai
Selain menentukan hari yang dianggap baik, hitungan Primbon juga mengenal sejumlah tanggal yang dipercaya kurang ideal untuk hajatan besar.
Pada September 2026, terdapat empat tanggal yang perlu mendapat perhatian, yakni 7, 18, 19, dan 20 September.
7 September — Senin Pahing
Senin Pahing memiliki neptu 13 dan termasuk dalam daftar hari yang disarankan untuk dihindari untuk acara besar berdasarkan hitungan yang digunakan dalam ramalan tersebut.
18 September — Jumat Pon
Jumat Pon juga mempunyai neptu 13.
Tanggal ini menjadi awal dari rangkaian tiga hari berturut-turut yang memiliki angka neptu sama.
19 September — Sabtu Wage
Sabtu Wage, 19 September, kembali mempunyai neptu 13.
Karena bertepatan dengan akhir pekan, tanggal tersebut dinilai perlu diperhatikan bagi masyarakat yang hendak menggelar resepsi pernikahan.
20 September — Minggu Kliwon
Rangkaian tersebut ditutup Minggu Kliwon pada 20 September, yang juga mempunyai neptu 13.
Dengan demikian, 18, 19, dan 20 September menjadi tiga hari berturut-turut dengan neptu 13.
Dalam hitungan Primbon yang menjadi rujukan, neptu tersebut dikaitkan dengan potensi hambatan atau perselisihan sehingga dianggap kurang ideal untuk hajatan tertentu.
Kalender Jawa sebagai Warisan Tradisi
Bagi masyarakat yang masih memegang tradisi Jawa, kalender dan hitungan weton tidak sekadar berfungsi sebagai penunjuk tanggal.
Di dalamnya terdapat konsep eling lan waspada, yakni sikap berhati-hati dalam menentukan langkah sekaligus menghormati warisan pengetahuan leluhur.
Namun, penentuan hari baik melalui Primbon tetap merupakan bagian dari tradisi dan kepercayaan budaya. Ia tidak dapat dijadikan jaminan bahwa sebuah acara akan berhasil atau terhindar dari masalah.
Pada akhirnya, setiap hari dapat menjadi momentum yang baik ketika disertai niat yang tulus, persiapan matang, ikhtiar, dan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Bagi yang sedang menyiapkan pernikahan, pindah rumah, membuka usaha, atau hajatan keluarga pada September 2026, daftar tersebut dapat digunakan sebagai referensi budaya, bukan sebagai kepastian mengenai masa depan. (*)
Editor : Ali Sodiqin