Bukan Kesepian, Ini Alasan Anak Muda Memilih Nongkrong Sendiri di Kafe

Rizki Anindiya Putri • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 14:50 WIB
Seorang pengunjung menikmati waktu seorang diri di kafe. Bagi sebagian anak muda, datang sendiri menjadi cara untuk menikmati waktu pribadi, belajar, atau beristirahat dari rutinitas. (ChatGPT)
Seorang pengunjung menikmati waktu seorang diri di kafe. Bagi sebagian anak muda, datang sendiri menjadi cara untuk menikmati waktu pribadi, belajar, atau beristirahat dari rutinitas. (ChatGPT)

RADAR BANYUWANGI - Duduk seorang diri di sudut kafe, ditemani secangkir minuman, buku, atau laptop, kini menjadi salah satu cara anak muda menikmati waktu pribadi. Mereka tidak selalu datang untuk bertemu teman. Sebagian justru memilih sendiri ketika ingin beristirahat dari rutinitas atau menyelesaikan pekerjaan.

Datang ke kafe seorang diri tidak selalu berarti seseorang sedang merasa kesepian. Bagi sebagian anak muda, suasana kafe justru menawarkan keseimbangan. Tetap berada di tengah keramaian, tetapi tidak harus terlibat dalam banyak interaksi.

Pilihan tersebut dapat menjadi bentuk me time, terutama setelah menjalani aktivitas yang menguras energi. Sekolah, pekerjaan, hingga interaksi melalui media sosial membuat seseorang memiliki banyak kesempatan untuk berhubungan dengan orang lain sepanjang hari.

Ketika membutuhkan jeda, kafe bisa menjadi tempat untuk berhenti sejenak dari rutinitas. Suasananya yang tidak terlalu sepi membuat pengunjung tetap dapat merasakan atmosfer di sekitarnya tanpa harus banyak berbicara dengan orang lain.

Hal itu dirasakan Shira. Ia memilih menghabiskan waktu seorang diri ketika merasa lelah setelah banyak bertemu dengan orang lain.

“Aku memilih buat me time karena capek aja sama orang-orang. Apalagi aku lumayan introvert, jadi kalau habis ketemu orang banyak tuh rasanya butuh waktu sendiri buat isi ulang energi,” ujar Shira, warga Banyuwangi.

Bagi Shira, waktu sendiri bukan berarti menghindari lingkungan sosial sepenuhnya. Ada kalanya seseorang memang membutuhkan ruang untuk menenangkan diri sebelum kembali menjalani aktivitas dan berinteraksi dengan orang lain.

Kafe juga tidak hanya menjadi tempat untuk bersantai. Bagi anak muda, tempat tersebut dapat digunakan untuk mengerjakan tugas, membaca, atau belajar.

Perubahan suasana dari kamar atau rumah ke kafe dapat membuat kegiatan yang dilakukan terasa berbeda. Keberadaan meja yang nyaman, akses Wi-Fi, serta suasana yang mendukung membuat sebagian pengunjung memilih kafe ketika ingin tetap produktif di luar rumah.

Datang seorang diri juga memberikan keleluasaan dalam mengatur waktu. Pengunjung tidak perlu menunggu teman, menyesuaikan jadwal, atau berkompromi untuk menentukan tempat yang akan didatangi.

Mereka dapat memilih sendiri minuman atau makanan yang ingin dipesan, menentukan aktivitas yang dilakukan, kemudian pulang ketika merasa waktunya sudah cukup.

Kebebasan sederhana tersebut menjadi salah satu alasan mengapa menghabiskan waktu sendirian di kafe dapat terasa nyaman. Tidak ada keharusan untuk terus mengobrol atau mengikuti aktivitas orang lain.

Duduk sendiri di kafe tidak dapat langsung diartikan sebagai tanda seseorang sedang kesepian. Bagi sebagian anak muda, kesendirian justru menjadi ruang untuk beristirahat, menyelesaikan pekerjaan, membaca, atau sekadar menikmati suasana sebelum kembali menghadapi rutinitas.

Di tengah aktivitas yang membuat interaksi sosial semakin mudah dilakukan, menyediakan waktu untuk diri sendiri menjadi pilihan personal. Kafe pun tidak hanya berfungsi sebagai tempat berkumpul, tetapi juga dapat menjadi ruang sederhana untuk menikmati waktu tanpa harus selalu ditemani.

Editor : Lugas Rumpakaadi
nongkrong sendiri di kafe me time anak muda anak muda aktivitas di kafe banyuwangi