RADAR BANYUWANGI - Menjelang tahun ajaran baru, rak buku tulis kembali menjadi salah satu bagian yang ramai didatangi pembeli di toko alat tulis. Di tengah kebiasaan belajar yang semakin akrab dengan perangkat digital, buku tulis dengan sampul bergambar lucu ternyata masih memiliki daya tarik tersendiri bagi pelajar.
Pilihan yang tersedia pun semakin beragam. Pelajar tidak hanya menemukan buku dengan gambar tokoh kartun, tetapi juga motif hewan, bunga, pemandangan, hingga desain penuh warna yang menyasar selera anak-anak dan remaja.
Bagi sebagian pelajar, memilih buku bukan hanya soal jumlah halaman atau kualitas kertas. Tampilan sampul juga menjadi pertimbangan karena mereka ingin menggunakan perlengkapan sekolah yang sesuai dengan karakter maupun kegemaran masing-masing.
Bintang, salah seorang pelajar, mengatakan dirinya lebih tertarik memilih buku dengan gambar yang disukai.
"Kalau bukunya lucu, jadi bikin lebih semangat buat belajar, mudah dihapalin setiap mapelnya dari motif buku, rasanya juga lebih senang setiap kali dipakai di sekolah," ujarnya.
Pilihan desain tersebut membuat proses membeli perlengkapan sekolah menjadi lebih personal. Pelajar dapat memilih buku berbeda untuk setiap mata pelajaran berdasarkan motif atau karakter yang mereka sukai.
Keramaian di toko alat tulis biasanya mulai terlihat beberapa pekan sebelum kegiatan belajar-mengajar dimulai. Orang tua datang bersama anak untuk melengkapi kebutuhan sekolah, mulai dari buku tulis, pensil, penghapus, pulpen, penggaris, hingga pensil warna.
Rak buku bergambar menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian karena menawarkan banyak pilihan di satu tempat. Warna cerah dan ilustrasi yang menonjol membuat sejumlah produk lebih mudah dikenali ketika dibandingkan dengan buku bersampul polos.
"Untuk yang bermotif memang cukup banyak yang berminat, terlebih siswi yang masih duduk di bangku SD hingga SMP. Untuk SMA ada, namun tidak sebanyak jenjang SD-SMP," ungkap Verdi, salah satu pedagang alat tulis di Banyuwangi.
Namun, tampilan bukan satu-satunya pertimbangan. Kualitas kertas dan jumlah halaman tetap menjadi faktor penting ketika pembeli menentukan pilihan. Buku dengan desain menarik tetap perlu memiliki kualitas yang sesuai dengan kebutuhan pemakaian sehari-hari di sekolah.
Produsen alat tulis pun terus mengembangkan tampilan produk agar buku tulis tidak terkesan monoton. Selain ilustrasi, kini terdapat sampul dengan permukaan doff, efek mengilap, gambar timbul, hingga desain yang dapat diwarnai sendiri.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa buku tulis tidak hanya diposisikan sebagai media untuk mencatat materi pelajaran. Bagi pelajar, desain pada sampul dapat menjadi bagian kecil dari pengalaman mereka selama mengikuti kegiatan belajar.
Fenomena ini juga menarik karena terjadi ketika penggunaan perangkat digital semakin umum dalam pendidikan. Berbagai tugas dan aktivitas belajar dapat dilakukan melalui komputer atau telepon pintar, tetapi kebutuhan terhadap buku tulis di sekolah masih tetap ada.
Buku tulis tetap digunakan untuk mencatat penjelasan guru, mengerjakan latihan, membuat rangkuman, dan menyimpan catatan pelajaran. Karena itu, produk yang terlihat sederhana tersebut masih menjadi bagian dari daftar perlengkapan yang dicari menjelang masuk sekolah.
Bagi pelajar seperti Bintang, pilihan sampul bahkan dapat memengaruhi perasaan ketika menggunakan buku tersebut. Buku dengan desain yang disukai membuat perlengkapan belajar terasa lebih dekat dengan minat pribadi.
Daya tarik buku tulis bergambar bukan semata-mata terletak pada gambar yang menghiasi sampul. Di balik pilihan tersebut terdapat kebiasaan sederhana pelajar dalam menentukan benda yang akan menemani mereka belajar setiap hari.
Menjelang tahun ajaran baru, tren itu memperlihatkan bahwa perkembangan pembelajaran digital belum sepenuhnya menghilangkan peran buku tulis. Selama kegiatan mencatat dan belajar di sekolah masih berlangsung, buku dengan sampul yang menarik kemungkinan tetap menjadi salah satu perlengkapan yang dicari pelajar.
Editor : Lugas Rumpakaadi