13 Mahakarya Dicuri dalam 81 Menit, Misteri Perampokan Museum Boston Belum Terpecahkan

Loanda Ajeng Rossiani • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 14:14 WIB
Bingkai kosong di Dutch Room Museum Isabella Stewart Gardner menjadi pengingat pencurian 13 karya seni pada 1990. Hingga kini, karya-karya tersebut belum ditemukan. (ChatGPT)
Bingkai kosong di Dutch Room Museum Isabella Stewart Gardner menjadi pengingat pencurian 13 karya seni pada 1990. Hingga kini, karya-karya tersebut belum ditemukan. (ChatGPT)

RADAR BANYUWANGI - Sebanyak 13 karya seni dicuri dari Museum Isabella Stewart Gardner pada dini hari 18 Maret 1990. Dua pelaku yang menyamar sebagai polisi berhasil mengelabui penjaga malam, masuk ke ruang pamer, lalu membawa pergi sejumlah karya penting, termasuk lukisan Rembrandt dan Johannes Vermeer.

Lebih dari tiga dekade berlalu, keberadaan karya-karya tersebut masih belum diketahui. Museum Isabella Stewart Gardner menyebut kasus ini sebagai penyelidikan yang masih berlangsung dan terus bekerja sama dengan FBI serta Kantor Kejaksaan AS untuk mendapatkan informasi yang dapat mengarah pada pengembalian karya seni yang hilang.

Dua Pria Berseragam Polisi Datang di Tengah Malam

Pada dini hari 18 Maret 1990, dua pria mengenakan seragam polisi datang ke museum dan menyatakan bahwa mereka sedang merespons laporan mengenai keributan.

Penjaga yang bertugas kemudian mengizinkan keduanya masuk melalui pintu untuk karyawan. Setelah berada di dalam, kedua pria tersebut memborgol dua penjaga malam dan membawa mereka ke ruang bawah tanah. Para penjaga kemudian ditahan di sana hingga polisi datang beberapa jam setelahnya.

Situasi tersebut memberi para pelaku kesempatan untuk bergerak di area museum tanpa gangguan.

Selama 81 menit, mereka menjelajahi sejumlah galeri. Museum mencatat bahwa para pencuri mengambil karya dari beberapa ruangan, terutama Dutch Room di lantai dua. Mereka memotong beberapa lukisan dari bingkainya dan membawa sejumlah karya lainnya.

Rembrandt dan Vermeer Termasuk yang Dicuri

Salah satu karya paling terkenal yang hilang adalah Christ in the Storm on the Sea of Galilee karya Rembrandt van Rijn. Lukisan tersebut dikenal sebagai satu-satunya pemandangan laut yang dibuat Rembrandt.

Karya lain yang dicuri adalah The Concert karya Johannes Vermeer. Lukisan tersebut termasuk karya yang sangat langka karena Vermeer hanya menghasilkan sekitar 36 lukisan yang diketahui sepanjang hidupnya.

Dua karya Rembrandt lainnya, A Lady and Gentleman in Black serta Portrait of the Artist as a Young Man, juga termasuk dalam daftar barang yang dicuri. Selain itu, para pelaku membawa karya Edgar Degas, Édouard Manet, Govaert Flinck, sebuah bejana perunggu Tiongkok kuno, serta finial elang dari era Napoleon.

Museum secara keseluruhan mencatat ada 13 karya yang hilang dalam perampokan tersebut.

Nilai keseluruhan karya yang dicuri diperkirakan lebih dari US$500 juta. Museum menyebut peristiwa tersebut sebagai pencurian karya seni terbesar yang belum terpecahkan.

Pelaku Membawa Hasil Curian dalam Dua Perjalanan

Perampokan tersebut tidak berlangsung seperti aksi pencurian yang terburu-buru. Berdasarkan catatan museum, kedua pelaku meninggalkan gedung sekitar pukul 02.45 waktu setempat setelah melakukan dua perjalanan menuju mobil mereka untuk membawa karya-karya yang telah diambil.

Detail tersebut menjadi salah satu bagian yang membuat kasus ini tetap menarik perhatian. Para pelaku bukan hanya berhasil masuk dengan menyamar sebagai polisi, tetapi juga memiliki cukup waktu untuk memilih dan memindahkan karya seni dari beberapa ruangan.

Museum kemudian harus menghadapi kehilangan yang tidak hanya berkaitan dengan nilai finansial. Karya-karya tersebut merupakan bagian dari susunan koleksi yang dirancang secara khusus oleh Isabella Stewart Gardner.

Hadiah US$10 Juta Belum Mengembalikan Lukisan

Pencarian terhadap karya-karya tersebut berlangsung selama puluhan tahun. Hingga kini, museum masih menawarkan hadiah US$10 juta untuk informasi yang secara langsung mengarah pada pengembalian seluruh 13 karya dalam kondisi baik.

Museum juga menyatakan bahwa hadiah dapat diberikan untuk informasi yang menghasilkan pengembalian karya tertentu atau kelompok karya. Bahkan, hadiah tambahan US$100.000 ditawarkan untuk informasi yang mengarah pada pengembalian finial elang era Napoleon yang turut dicuri.

Namun, sampai sekarang tidak ada satu pun dari 13 karya yang berhasil dikembalikan ke museum.

Bingkai Kosong Sengaja Dibiarkan

Salah satu pemandangan paling mencolok bagi pengunjung Museum Isabella Stewart Gardner bukanlah lukisan yang dipajang, melainkan ruang kosong yang ditinggalkannya.

Sejumlah bingkai yang sebelumnya menampung karya curian tetap berada di dinding galeri. Museum memperbaiki bingkai-bingkai tersebut dan mengembalikannya ke tempat semula sebagai penanda bahwa karya yang hilang masih ditunggu untuk kembali.

Di Dutch Room, dua bingkai besar yang pernah menampung karya Rembrandt masih menjadi bagian dari ruang tersebut. Museum menjelaskan bahwa kekosongan itu membuat susunan ruangan yang dirancang Gardner tidak lagi lengkap.

Bingkai kosong itu akhirnya menjadi bagian dari kisah pencurian itu sendiri. Bukan sekadar bekas tempat sebuah lukisan, melainkan pengingat bahwa sebuah karya seni dapat hilang secara fisik, sementara tempat dan ingatan tentangnya tetap dipertahankan.

Misteri yang Belum Berakhir

Museum Isabella Stewart Gardner masih menganggap pencurian 1990 sebagai kasus aktif. Lebih dari 30 tahun setelah dua pria berseragam polisi memasuki gedung tersebut, 13 karya seni tetap berada di luar jangkauan publik dan belum kembali ke tempatnya.

Bagi dunia seni, kehilangan itu jauh lebih besar daripada nilai uangnya. The Concert karya Vermeer dan Christ in the Storm on the Sea of Galilee karya Rembrandt merupakan karya langka yang tidak dapat begitu saja digantikan.

Museum bahkan merangkum semangat pencarian tersebut dalam frasa singkat yang menjadi bagian dari publikasi tentang kasus itu, “They came for the Rembrandts.”

Selama karya-karya tersebut belum ditemukan, bingkai kosong di dinding museum akan terus menjadi penanda sebuah pertanyaan yang belum terjawab, ke mana sebenarnya 13 mahakarya itu dibawa?

Editor : Lugas Rumpakaadi
perampokan Museum Isabella Stewart Gardner 13 karya seni dicuri Rembrandt dan Vermeer misteri pencurian lukisan kejahatan seni Boston