Bandana Kembali Tren di Kalangan Anak Muda, Bukan Lagi Sekadar Aksesori Kepala

Mayang Dwi Febrianti • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 09:52 WIB
Bandana kembali digunakan sebagai aksesori gaya kasual anak muda. Selain dikenakan di kepala atau leher, kain bermotif khas ini dapat menjadi aksen pada tas, pergelangan tangan, dan pakaian. (ChatGPT)
Bandana kembali digunakan sebagai aksesori gaya kasual anak muda. Selain dikenakan di kepala atau leher, kain bermotif khas ini dapat menjadi aksen pada tas, pergelangan tangan, dan pakaian. (ChatGPT)

RADAR BANYUWANGI - Bandana kembali mendapat tempat dalam gaya busana anak muda.

Kain persegi bermotif khas yang dahulu lekat dengan gaya retro kini tampil dengan cara yang lebih fleksibel, mulai dari aksesori leher hingga aksen pada tas dan pakaian.

Kemunculan kembali bandana terlihat seiring meningkatnya minat terhadap gaya kasual dan streetwear yang mengutamakan tampilan sederhana, tetapi tetap memiliki karakter.

Aksesori berukuran kecil ini menjadi salah satu cara praktis untuk memberikan sentuhan berbeda tanpa harus mengubah keseluruhan pakaian.

Bandana juga tidak lagi identik dengan penggunaan di kepala.

Anak muda kini memiliki lebih banyak cara untuk memanfaatkannya.

Kain tersebut dapat diikat pada pergelangan tangan, disematkan pada tali tas, dikenakan di leher, hingga dijadikan aksen pada saku celana.

Perubahan cara penggunaan itu membuat bandana terasa lebih relevan dengan gaya berpakaian masa kini.

Motif klasik tetap dipertahankan, sementara pilihan warna dan material berkembang mengikuti selera fashion modern.

“Dulu mikirnya bandana cuma kain penutup kepala biasa atau gaya rock tua. Tapi pas dicoba buat aksesori di leher atau diikat di tas ransel, ternyata langsung bikin outfit kasual yang simpel kelihatan lebih hidup dan estetik,” ujar Nuri, seorang pelajar yang gemar memadupadankan aksesori bergaya streetwear.

Dari aksesori retro menjadi pelengkap streetwear

Bandana memiliki sejarah panjang dalam perkembangan gaya berpakaian.

Aksesori tersebut pernah digunakan dan kemudian menjadi bagian dari identitas berbagai kelompok, termasuk kalangan pekerja, komunitas biker, serta subkultur musik seperti punk dan hip-hop pada dekade 1980-an hingga 1990-an.

Karakter visual bandana yang kuat membuatnya mudah dikenali.

Motif paisley dan pola geometris menjadi beberapa ciri yang selama bertahun-tahun melekat pada aksesori tersebut.

Namun, tren fashion terus bergerak.

Bandana kemudian diadaptasi kembali melalui material yang lebih beragam serta pilihan warna yang tidak hanya mengandalkan warna-warna mencolok.

Nuansa pastel lembut dan earth tone kini dapat digunakan untuk menghasilkan penampilan yang lebih sederhana.

Perubahan tersebut menunjukkan bagaimana elemen fashion dari masa lalu dapat kembali digunakan dengan konteks berbeda.

Bandana tidak harus dipakai untuk menciptakan tampilan retro secara keseluruhan.

Sebaliknya, aksesori tersebut dapat dipadukan dengan busana modern sebagai aksen kecil.

Empat cara memakai bandana untuk gaya kasual

Bagi yang ingin mencoba tren ini tanpa mengubah banyak isi lemari, bandana dapat digunakan dengan beberapa cara sederhana.

Pertama, bandana dapat dikenakan di leher bersama kaus polos atau kemeja.

Cara ini memberikan aksen pada bagian atas tubuh tanpa membuat penampilan terlihat terlalu ramai.

Kedua, bandana bisa diikat pada tali atau pegangan tas.

Cara tersebut cocok bagi pengguna yang ingin menjadikan aksesori sebagai detail tambahan, bukan bagian utama dari pakaian.

Ketiga, bandana dapat digunakan sebagai aksesori pergelangan tangan.

Pilihan ini memberikan sentuhan visual yang lebih santai dan dapat dipadukan dengan aksesori lain.

Keempat, bandana bisa ditempatkan sebagai aksen pada saku celana.

Motif kain yang terlihat sebagian dapat menjadi detail kecil yang memperkuat karakter busana.

Pemilihan warna juga dapat disesuaikan dengan pakaian.

Bandana bermotif dan berwarna kuat dapat menjadi titik perhatian ketika dipadukan dengan busana polos.

Sementara itu, warna pastel atau earth tone dapat menjadi pilihan bagi mereka yang menginginkan tampilan lebih kalem.

Tren lama dengan gaya yang lebih personal

Kembalinya bandana memperlihatkan bahwa tren fashion tidak selalu berjalan satu arah.

Aksesori yang pernah populer pada era sebelumnya dapat kembali diminati ketika generasi baru menemukan cara berbeda untuk menggunakannya.

Bagi anak muda yang menyukai gaya kasual, bandana menawarkan fleksibilitas tanpa memerlukan perubahan besar pada pakaian.

Satu lembar kain dapat digunakan dalam beberapa cara dan disesuaikan dengan karakter pemakainya.

Di tengah berkembangnya streetwear dan budaya mix and match, bandana akhirnya tidak lagi sekadar kain kecil dengan motif khas.

Aksesori retro tersebut telah bertransformasi menjadi elemen fashion yang dapat digunakan untuk menunjukkan selera dan gaya personal.

Bagi siapa pun yang ingin mencoba tren tanpa harus membeli banyak pakaian baru, bandana bisa menjadi pilihan sederhana.

Cukup dengan mengubah cara mengenakannya, busana kasual yang sama dapat memperoleh tampilan yang berbeda.

Editor : Lugas Rumpakaadi
fashion kasual tren fashion anak muda bandana streetwear Banyuwangi aksesori retro