Ransel Polkadot Banyak Dicari Pelajar, Desain Retro dan Banyak Kantong Jadi Daya Tarik

Mayang Dwi Febrianti • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 09:35 WIB
Ransel bermotif polkadot mulai menarik perhatian pelajar dan mahasiswa karena memadukan desain bergaya retro dengan sejumlah kompartemen untuk membawa perlengkapan sehari-hari. (ChatGPT)
Ransel bermotif polkadot mulai menarik perhatian pelajar dan mahasiswa karena memadukan desain bergaya retro dengan sejumlah kompartemen untuk membawa perlengkapan sehari-hari. (ChatGPT)

RADAR BANYUWANGI - Ransel bermotif polkadot dengan desain retro mulai mencuri perhatian pelajar hingga mahasiswa.

Selain menawarkan tampilan yang berbeda, model tas ini juga dilengkapi sejumlah kompartemen yang dinilai praktis untuk membawa perlengkapan sekolah maupun kuliah.

Ketertarikan terhadap ransel polkadot terlihat semakin ramai sejak pertengahan tahun melalui berbagai unggahan di media sosial, terutama TikTok dan Instagram.

Model tersebut kemudian banyak dicari melalui marketplace daring serta toko yang menyediakan perlengkapan sekolah dan kebutuhan mahasiswa.

Daya tariknya bukan hanya terletak pada motif polkadot.

Ransel ini menggabungkan tampilan bergaya retro dengan desain penyimpanan yang menyesuaikan dengan kebutuhan pengguna yang membawa cukup banyak barang dalam aktivitas sehari-hari.

Salah satu cirinya adalah kompartemen utama yang menggunakan sistem tali serut atau drawstring.

Bagian tersebut dilengkapi penutup flap dengan pengunci buckle.

Di bagian luar tersedia kantong depan ber-zipper serta saku samping yang dapat digunakan untuk menyimpan barang yang perlu diambil dengan cepat.

Susunan ruang tersebut memungkinkan pengguna membawa berbagai perlengkapan, mulai dari buku, binder, alat tulis, hingga botol minum.

Bagi mahasiswa, ruang penyimpanan juga dapat dimanfaatkan untuk membawa laptop atau perlengkapan perkuliahan, selama ukuran dan kapasitas tas sesuai dengan perangkat yang digunakan.

Bagi sebagian pengguna, fungsi tersebut menjadi alasan penting ketika memilih tas.

Sayyida, salah satu siswi yang menggunakan ransel bermotif polkadot, mengatakan bahwa dirinya semula mencari tas dengan banyak kantong agar perlengkapan sekolah dapat dibawa dengan lebih mudah.

“Awalnya cari tas yang kantongnya banyak buat bawa perlengkapan sekolah sama binder, tapi mau tetap kelihatan estetik pas diproduksi foto OOTD. Pas nemu ransel polkadot ini, ternyata cocok banget sama gaya kasual sehari-hari dan muat banyak barang,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan adanya pertimbangan ganda ketika anak muda memilih aksesori.

Tas tidak hanya dinilai berdasarkan kapasitas, tetapi juga bagaimana tampilannya ketika dipadukan dengan pakaian sehari-hari.

Motif polkadot sendiri memberikan kesan playful yang dapat dipadukan dengan beragam gaya.

Ransel tersebut bisa digunakan bersama pakaian kasual maupun busana dengan nuansa earth tone.

Bagi pelajar, tas juga dapat menjadi aksesori yang melengkapi penampilan setelah kegiatan sekolah.

Kembalinya motif dan desain bernuansa retro menjadi bagian dari tren fashion yang lebih luas di kalangan anak muda.

Elemen yang sebelumnya identik dengan gaya masa lalu kini dapat muncul kembali melalui berbagai aksesori dengan sentuhan desain yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna masa kini.

Perkembangan media sosial turut membuat referensi gaya semakin mudah ditemukan.

Unggahan outfit of the day atau OOTD membuat aksesori seperti tas tidak lagi hanya dilihat dari fungsi, tetapi juga dari kemampuannya menunjang keseluruhan penampilan.

Fenomena ransel polkadot menunjukkan perubahan cara generasi muda memandang tas sekolah dan kuliah.

Barang yang sebelumnya terutama berfungsi sebagai tempat membawa perlengkapan kini juga menjadi bagian dari ekspresi gaya personal.

Meski demikian, tren bukan satu-satunya pertimbangan dalam memilih tas.

Kapasitas, kekuatan bahan, kenyamanan tali, ukuran kompartemen, serta kemampuan tas menampung perlengkapan sehari-hari tetap perlu diperhatikan agar tampilan menarik berjalan seiring dengan fungsi.

Kemunculan kembali model ransel bergaya retro menjadi salah satu contoh bagaimana tren lama dapat memperoleh tempat baru.

Motif polkadot, banyaknya kantong, dan desain pengunci buckle membuat model ini menawarkan perpaduan antara karakter visual dan kebutuhan praktis.

Daya tarik ransel tersebut tidak hanya berasal dari motifnya.

Kemampuannya menampung perlengkapan sekaligus melengkapi gaya berpakaian menjadi alasan mengapa model tas ini mendapat perhatian di kalangan anak muda.

Editor : Lugas Rumpakaadi
gaya retro fashion anak muda ransel polkadot tren tas pelajar tas sekolah kekinian