RADAR BANYUWANGI - Headset mungkin sudah menjadi bagian dari keseharian banyak orang.
Perangkat audio ini digunakan untuk mendengarkan musik saat perjalanan, menonton video, bermain gim, mengikuti rapat daring, hingga menerima panggilan telepon.
Penggunaannya memang praktis.
Namun, ada satu kebiasaan yang perlu diperhatikan, terutama bagi mereka yang hampir setiap hari memakai headset, yakni mendengarkan suara dengan volume terlalu keras dalam waktu lama.
Lantas, apakah sering menggunakan headset benar-benar dapat merusak pendengaran?
Jawabannya, penggunaan headset memang dapat meningkatkan risiko gangguan pendengaran.
Namun, persoalannya bukan sekadar seberapa sering perangkat tersebut digunakan.
Tingkat volume dan lamanya telinga terpapar suara juga menjadi hal yang perlu diperhatikan.
Ketika suara dari headset terlalu keras, telinga menerima paparan suara dengan intensitas tinggi.
Jika kondisi tersebut berlangsung lama dan menjadi kebiasaan, risiko gangguan pendengaran dapat meningkat.
Sering Naikkan Volume Saat di Tempat Ramai
Salah satu kebiasaan yang cukup mudah ditemui adalah menaikkan volume headset ketika berada di lingkungan yang bising.
Saat berada di jalan, di kendaraan umum, di tempat kerja, di pusat keramaian, atau di lokasi lain dengan kebisingan lingkungan yang tinggi, suara dari headset dapat terasa kurang jelas.
Pengguna kemudian cenderung menaikkan volume agar musik, video, atau percakapan tetap terdengar.
Padahal, langkah tersebut membuat telinga menerima suara yang lebih kuat.
Kebiasaan menaikkan volume sesekali mungkin berbeda dengan paparan suara keras yang dilakukan terus-menerus.
Yang perlu diwaspadai adalah ketika mendengarkan audio dengan tingkat suara tinggi menjadi rutinitas sehari-hari.
Karena itu, pengguna sebaiknya tidak menjadikan volume maksimal sebagai pilihan agar suara terdengar lebih jelas.
Jika lingkungan terlalu bising, mengurangi waktu penggunaan headset atau berpindah ke tempat yang lebih tenang dapat menjadi pilihan yang lebih baik.
Beri Waktu Istirahat untuk Telinga
Durasi penggunaan juga perlu menjadi perhatian.
Menggunakan headset dalam waktu panjang tanpa jeda membuat telinga terus terpapar suara.
Memberikan waktu istirahat setelah menggunakan perangkat audio dapat menjadi kebiasaan sederhana yang membantu mengurangi paparan suara secara terus-menerus.
Misalnya, setelah mendengarkan musik atau bermain gim dalam waktu tertentu, pengguna dapat melepas headset dan membiarkan telinga beristirahat sebelum kembali menggunakannya.
Prinsip sederhananya adalah tidak membiarkan telinga terus-menerus menerima suara keras dalam waktu yang panjang.
Jangan Abaikan Kebersihan Headset
Selain volume dan durasi, kondisi perangkat juga perlu diperhatikan.
Headset yang digunakan berulang kali dapat terkena kotoran, minyak, atau debu, terutama pada bagian yang bersentuhan langsung dengan telinga.
Jika jarang dibersihkan, kotoran dapat menumpuk pada permukaan perangkat.
Karena itu, membersihkan headset secara rutin merupakan bagian dari perawatan yang sebaiknya tidak diabaikan.
Bagian yang masuk atau menempel pada telinga perlu mendapat perhatian lebih.
Cara membersihkan perangkat tetap perlu disesuaikan dengan petunjuk perawatan dari produsen agar tidak merusak komponen headset.
Sering Memakai Headset Tidak Berarti Pendengaran Pasti Rusak
Penting untuk membedakan antara frekuensi penggunaan dan cara penggunaan.
Seseorang yang menggunakan headset setiap hari belum tentu mengalami gangguan pendengaran hanya karena perangkat tersebut dipakai secara rutin.
Risiko menjadi lebih besar ketika penggunaan disertai suara yang terlalu keras dan berlangsung dalam waktu lama.
Artinya, masyarakat tidak harus langsung menghindari headset.
Yang lebih penting adalah membangun kebiasaan penggunaan yang lebih bijak.
Volume sebaiknya tidak dinaikkan secara berlebihan hanya agar suara terdengar lebih jelas.
Pengguna juga perlu memberikan jeda ketika sudah cukup lama mendengarkan audio.
Bagi orang yang sering menggunakan headset untuk bekerja, belajar, bermain gim, atau menikmati hiburan, kebiasaan tersebut menjadi semakin penting karena paparan suara dapat berlangsung berulang setiap hari.
Perhatikan Perubahan pada Pendengaran
Pengguna juga sebaiknya tidak mengabaikan perubahan yang dirasakan setelah menggunakan perangkat audio, terutama jika keluhan muncul berulang atau menetap.
Jika seseorang mengalami masalah pendengaran atau keluhan pada telinga, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan dapat membantu mengetahui penyebabnya.
Jangan langsung menyimpulkan bahwa keluhan tersebut semata-mata disebabkan oleh headset, karena gangguan telinga dapat memiliki berbagai penyebab.
Langkah pemeriksaan juga menjadi penting apabila keluhan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Kebiasaan Sederhana untuk Menjaga Telinga
Headset memberikan kemudahan dalam berbagai aktivitas, tetapi penggunaannya tetap membutuhkan perhatian.
Mengatur volume, membatasi paparan suara keras, memberikan waktu istirahat bagi telinga, serta menjaga kebersihan perangkat merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan sehari-hari.
Kebiasaan tersebut tidak membutuhkan perubahan besar.
Cukup dengan tidak membiasakan volume terlalu tinggi dan tidak menggunakan perangkat tanpa jeda dalam waktu yang panjang.
Jadi, anggapan bahwa headset dapat mengganggu pendengaran bukan sepenuhnya mitos.
Namun, risiko tersebut lebih berkaitan dengan paparan suara yang terlalu keras dan berlangsung terlalu lama, bukan sekadar karena headset sering digunakan.
Bukan headset-nya yang harus selalu dihindari, melainkan kebiasaan penggunaannya yang perlu diperhatikan.
Menjaga volume tetap wajar dan memberi kesempatan telinga untuk beristirahat merupakan langkah sederhana agar aktivitas menggunakan perangkat audio tetap nyaman.
Editor : Lugas Rumpakaadi