RADAR BANYUWANGI - Bibir yang perlahan tampak lebih gelap atau kusam dapat terjadi akibat paparan sinar matahari yang berulang.
Kondisi tersebut kerap muncul tanpa disadari karena kulit bibir memiliki karakteristik yang berbeda dari kulit wajah.
Kulit bibir relatif tipis dan tidak memiliki kelenjar minyak alami.
Kondisi ini membuat lapisan bibir lebih rentan kehilangan kelembapan sekaligus lebih mudah mengalami gangguan ketika terpapar lingkungan, termasuk radiasi ultraviolet dari matahari.
Paparan sinar ultraviolet A (UVA) dapat merangsang sel melanosit untuk meningkatkan produksi melanin.
Proses tersebut merupakan mekanisme perlindungan alami tubuh terhadap paparan ultraviolet.
Namun, produksi melanin yang berlebihan dan terjadi berulang dapat menyebabkan warna alami bibir berubah menjadi lebih gelap atau kusam.
Sementara itu, sinar ultraviolet B (UVB) lebih berkaitan dengan terjadinya sunburn.
Pada bibir, kondisi tersebut dapat ditandai dengan rasa perih, kulit mengelupas, hingga pecah-pecah.
Paparan matahari yang berlangsung terus-menerus tanpa perlindungan juga dapat berkontribusi terhadap kerusakan struktur kolagen.
Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat membuat permukaan bibir terlihat lebih kering, menipis, dan menampilkan garis-garis halus.
Dokter mengingatkan agar masyarakat tidak sembarangan menggunakan sunscreen wajah pada area bibir.
Produk untuk wajah belum tentu diformulasikan untuk karakteristik kulit bibir dan kemungkinan kontak dengan area mulut.
"Kita butuh pakai sunscreen supaya terlindung dari sinar UV. Tapi sebaiknya jangan pakai sunscreen wajah di bibir. Bibir tuh lapisannya lebih tipis ya. Jadi kalau pakai sunscreen dari wajah ke bibir, itu bisa bikin bibir kering, pecah-pecah, dan bahkan bisa ketelan," ujar dr. Deviana Ciayadi dalam unggahan di akun TikTok-nya.
Sebagai alternatif, masyarakat dapat memilih produk khusus bibir yang mengandung sun protection factor atau SPF.
Lip balm dengan SPF dirancang untuk membantu memberikan perlindungan terhadap paparan sinar ultraviolet sekaligus menjaga kelembapan bibir.
Produk tersebut umumnya memadukan bahan pelembap dengan filter UV.
Kandungan seperti shea butter atau minyak alami dapat membantu mempertahankan kelembapan, sedangkan filter UV berfungsi memberikan perlindungan tambahan saat bibir terpapar matahari.
Untuk penggunaan sehari-hari, pelembap bibir dengan SPF minimal 15 atau SPF 30 dapat menjadi pilihan.
Produk sebaiknya digunakan pada pagi hari sebelum beraktivitas di luar ruangan.
Pemakaian juga perlu diulang secara berkala, terutama setelah makan dan minum karena lapisan pelindung pada bibir dapat ikut terhapus.
Perawatan bibir tidak berhenti pada perlindungan di siang hari.
Pada malam hari, pelembap yang mengandung antioksidan, seperti vitamin C atau vitamin E, dapat digunakan sebagai bagian dari rutinitas perawatan untuk membantu menjaga kondisi kulit bibir.
Dengan perlindungan yang konsisten, masyarakat dapat mengurangi dampak paparan sinar matahari terhadap bibir.
Langkah sederhana seperti menggunakan lip balm ber-SPF dan mengulang pemakaian secara rutin penting dilakukan, terutama bagi mereka yang banyak beraktivitas di luar ruangan.
Editor : Lugas Rumpakaadi