Andrew Garfield Ingin Rehat dari Hollywood, Jenuh Syuting Hampir Setahun dan Soroti Screen Time

Khanza Tania Amelia Setiawan • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 10:16 WIB
Andrew Garfield mengungkapkan keinginannya mengambil jeda setelah menjalani rangkaian proyek selama hampir setahun dan menyoroti penggunaan ponsel yang menurutnya mulai mengurangi kendali atas waktu pribadi. (JawaPos.com)
Andrew Garfield mengungkapkan keinginannya mengambil jeda setelah menjalani rangkaian proyek selama hampir setahun dan menyoroti penggunaan ponsel yang menurutnya mulai mengurangi kendali atas waktu pribadi. (JawaPos.com)

RADAR BANYUWANGI - Aktor papan atas Andrew Garfield mengungkapkan keinginannya untuk mengambil jeda dari dunia seni peran setelah menjalani rangkaian pekerjaan yang padat.

Bintang Spider-Man itu mengaku mulai merindukan kehidupan yang lebih sederhana dan tenang di luar hiruk-pikuk Hollywood.

Keinginan tersebut muncul setelah Garfield menjalani proyek syuting secara beruntun selama sekitar 11 hingga 12 bulan.

Setelah proses produksi selesai, ia masih harus menjalani rangkaian promosi untuk memperkenalkan karya-karyanya kepada publik.

Bagi Garfield, tuntutan pekerjaan dalam waktu panjang membuat kebutuhan untuk berhenti sejenak terasa semakin penting.

Ia memahami kewajiban melakukan promosi, tetapi pada saat yang sama merasakan kelelahan setelah hampir setahun berada dalam siklus produksi dan promosi.

“Saya sudah banyak bekerja tahun ini, menjalani proyek berturut-turut selama sekitar 11 hingga 12 bulan. Saya ingin orang-orang melihat proyek tersebut, jadi saya harus melakukan promosi. Saya paham hal itu,” ungkap Garfield dalam wawancara yang disebut dipublikasikan Variety pada 22 Agustus 2026.

Selain persoalan beban kerja, Garfield juga menyoroti kebiasaannya menggunakan ponsel.

Ia mengaku menghadapi persoalan yang sama seperti banyak orang lain, terutama terkait tingginya durasi penggunaan perangkat dan sulitnya mengendalikan dorongan untuk terus memeriksa layar.

“Saya sama kecanduannya dengan orang lain. Notifikasi waktu di layar saya terasa mengerikan. Rasanya seperti saya telah memberikan semua jam-jam itu untuk sesuatu yang sia-sia. Sungguh menyebalkan karena kita tidak memiliki kontrol atas impuls ini,” tambahnya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan sisi personal seorang aktor yang berada di tengah sorotan industri hiburan global.

Di balik popularitas dan kesempatan profesional yang besar, Garfield justru mulai mempertanyakan bagaimana pekerjaan serta kebiasaan digital memengaruhi waktu dan kualitas hidupnya.

Keinginannya untuk menikmati suasana pedesaan juga menunjukkan adanya kebutuhan untuk mengambil jarak dari ritme kehidupan Hollywood.

Bagi Garfield, jeda bukan semata-mata berkaitan dengan pekerjaan sebagai aktor, tetapi juga dengan upaya mendapatkan kembali waktu pribadi yang selama ini banyak tersita oleh tuntutan profesional dan penggunaan teknologi.

Pertimbangan untuk rehat ini sekaligus menyoroti isu burnout yang semakin mendapat perhatian di industri hiburan.

Jadwal produksi yang panjang, perjalanan promosi, tuntutan publik, serta keterhubungan terus-menerus melalui perangkat digital dapat menciptakan tekanan tersendiri, bahkan bagi aktor dengan karier mapan.

Meski demikian, pernyataan Garfield lebih tepat dipahami sebagai keinginan untuk mengambil jeda daripada pengumuman definitif bahwa dirinya berhenti berakting.

Fokus yang ia sampaikan adalah kebutuhan untuk memperlambat ritme kehidupan, menikmati ketenangan, dan memulihkan kontrol atas waktu pribadi.

Bagi publik, sikap tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan profesional tidak selalu berjalan seiring dengan kualitas kehidupan pribadi.

Ketika kesibukan telah berlangsung terlalu lama, memberikan ruang untuk beristirahat dan menata kembali keseharian dapat menjadi bagian penting dari menjaga keseimbangan hidup.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Variety
Burnout aktor Screen time Andrew Garfield spider-man hollywood