Dari Mood hingga Kenangan, Mengapa Anak Muda Gemar Membuat Playlist Spotify?

Rizki Anindiya Putri • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 17:13 WIB
Playlist Spotify kerap digunakan anak muda untuk menyesuaikan musik dengan suasana hati, aktivitas, selera, hingga kenangan pribadi. (ChatGPT)
Playlist Spotify kerap digunakan anak muda untuk menyesuaikan musik dengan suasana hati, aktivitas, selera, hingga kenangan pribadi. (ChatGPT)

RADAR BANYUWANGI - Pilihan lagu yang didengarkan seseorang sering kali berkaitan dengan suasana dan aktivitas yang sedang dijalani.

Kebiasaan tersebut terlihat dari cara anak muda menyusun playlist Spotify dengan tema yang berbeda-beda, mulai dari lagu untuk meningkatkan semangat hingga musik yang dipilih untuk menemani waktu santai.

Bagi sebagian pengguna, musik memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar hiburan.

Melodi, lirik, tempo, dan karakter sebuah lagu dapat membantu membangun suasana tertentu.

Musik juga menjadi sarana untuk mengekspresikan perasaan tanpa harus menyampaikannya secara langsung.

Lagu dengan tempo cepat, misalnya, kerap dipilih ketika seseorang membutuhkan energi untuk beraktivitas.

Sebaliknya, musik bertempo lebih lambat dapat menjadi pilihan ketika ingin bersantai atau menikmati suasana yang tenang.

“Kalau aku biasanya memang pilih lagu sesuai mood. Kalau lagi senang, lebih sering dengerin lagu yang upbeat. Kalau lagi pengin tenang, biasanya pilih lagu yang lebih slow,” ujar Aqis.

Kebiasaan memilih lagu berdasarkan kondisi tersebut kemudian membentuk playlist dengan fungsi yang beragam.

Playlist untuk belajar biasanya berisi lagu yang dianggap tidak terlalu mengganggu konsentrasi.

Sementara itu, playlist untuk olahraga, perjalanan, atau bersantai memiliki karakter musik yang berbeda sesuai kebutuhan.

Musik dan Kenangan yang Melekat

Hubungan antara musik dan pengalaman pribadi juga membuat sebuah lagu memiliki arti yang berbeda bagi setiap orang.

Lagu yang pernah didengarkan pada momen tertentu dapat membawa kembali ingatan ketika diputar pada waktu lain.

Karena alasan itu, playlist dapat berfungsi seperti arsip digital.

Kumpulan lagu di dalamnya bukan hanya menyimpan daftar musik favorit, tetapi juga dapat merekam periode tertentu dalam kehidupan seseorang.

Sebuah playlist bisa mengingatkan pemiliknya pada masa sekolah, perjalanan, pertemanan, hubungan tertentu, atau periode ketika menghadapi perubahan dalam hidup.

Bahkan, lagu yang sebenarnya sederhana dapat menjadi terasa istimewa karena memiliki kaitan dengan pengalaman pribadi.

Selain pemilihan lagu, tampilan playlist juga kerap mendapat perhatian.

Judul dan sampul dibuat sesuai tema tertentu agar memiliki identitas yang lebih personal.

Bagi sebagian pengguna, hal tersebut menjadi cara sederhana untuk menunjukkan selera musik sekaligus menggambarkan karakter diri.

Rekomendasi Spotify Ikut Membentuk Kebiasaan

Pengalaman mendengarkan musik di Spotify juga tidak sepenuhnya dibentuk oleh pilihan pengguna.

Sistem rekomendasi pada platform dapat menghadirkan lagu berdasarkan pola mendengarkan, artis yang sering diputar, serta genre yang menjadi favorit.

Akibatnya, kebiasaan mendengarkan dapat berkembang dari waktu ke waktu.

Lagu yang awalnya ditemukan melalui rekomendasi dapat masuk ke playlist pribadi dan kemudian menjadi bagian dari rutinitas mendengarkan.

Meski demikian, isi playlist tidak dapat digunakan sebagai ukuran pasti untuk mengetahui kondisi emosional seseorang.

Lagu bernuansa sedih, misalnya, tidak otomatis menunjukkan bahwa pendengarnya sedang bersedih.

Lagu tersebut bisa saja dipilih karena disukai, cocok dengan aktivitas, atau memiliki kualitas musikal yang menarik.

“Playlist mungkin bisa sedikit menunjukkan mood, tapi menurutku belum tentu menggambarkan perasaan sebenarnya. Kadang kita cuma suka sama lagunya,” tambah Aqis.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara musik dan suasana hati bersifat personal.

Satu lagu dapat memiliki makna berbeda bagi pendengar yang berbeda, sementara pilihan musik seseorang juga dapat berubah sesuai kebutuhan dan situasi.

Playlist sebagai Bentuk Ekspresi Diri

Playlist Spotify dapat menjadi lebih dari sekadar kumpulan lagu. 

Di dalamnya tersimpan preferensi musik, aktivitas, kenangan, dan suasana yang ingin dibangun oleh pemiliknya.

Bagi anak muda, membuat playlist juga menjadi bentuk ekspresi diri yang sederhana.

Tanpa harus menjelaskan perasaan secara langsung, seseorang dapat memilih lagu, menyusun urutannya, serta memberi judul dan sampul yang sesuai dengan makna personal.

Pilihan lagu yang terlihat sepele pun dapat menjadi bagian dari cerita kehidupan sehari-hari.

Musik menemani berbagai aktivitas, sementara playlist menjadi ruang kecil untuk menyimpan momen yang mungkin ingin dikenang kembali pada masa mendatang.

Editor : Lugas Rumpakaadi
playlist Spotify musik anak muda ekspresi diri suasana hati spotify