RADAR BANYUWANGI - Air cucian beras yang biasanya langsung dibuang ke saluran pembuangan ternyata masih dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari perawatan rambut.
Cairan berwarna keruh tersebut mengandung pati dan sejumlah senyawa yang membuatnya populer sebagai perawatan rambut alami, terutama untuk membantu rambut terasa lebih halus, mudah diatur, dan tampak berkilau.
Salah satu senyawa yang sering dikaitkan dengan air beras adalah inositol.
Senyawa ini disebut memiliki potensi membantu melapisi permukaan rambut dan mengurangi dampak gesekan yang dapat menyebabkan rambut mudah kusut atau patah.
Air beras juga membawa komponen yang berasal dari beras, termasuk sejumlah vitamin dan mineral.
Namun, klaim bahwa air beras dapat secara langsung menghentikan kerontokan atau mempercepat pertumbuhan rambut perlu disikapi dengan hati-hati.
Literatur ilmiah mengenai produk berbahan beras memang menunjukkan hasil yang menjanjikan, terutama pada ekstrak bekatul atau rice bran, tetapi bukti klinis khusus untuk air cucian beras masih terbatas.
Cleveland Clinic juga mencatat bahwa manfaat air beras untuk pertumbuhan rambut belum terbukti secara ilmiah.
Kandungan air beras yang menarik untuk perawatan rambut
Pati merupakan salah satu komponen utama yang membuat air beras populer sebagai hair rinse.
Ketika digunakan pada rambut, pati dapat memberikan efek seperti kondisioner dengan melapisi kutikula sehingga helai rambut terasa lebih licin dan mengurangi gesekan antarrambut.
Air beras juga sering dikaitkan dengan kandungan inositol, vitamin B, vitamin E, magnesium, mangan, dan seng.
Meski demikian, kadar zat yang benar-benar berpindah dari beras ke air cucian dapat berbeda, bergantung pada jenis beras serta cara pembuatannya.
Sejumlah penelitian terhadap ekstrak bekatul beras menunjukkan adanya potensi dalam mendukung pertumbuhan rambut.
Salah satu uji klinis pada 50 pasien dengan androgenetic alopecia menemukan bahwa ekstrak bekatul yang diaplikasikan secara topikal selama 16 minggu meningkatkan kepadatan dan diameter rambut pada subjek tertentu.
Studi tersebut menggunakan ekstrak bekatul terstandar, bukan air cucian beras rumahan, sehingga hasilnya tidak dapat langsung disamakan.
Dari tradisi Asia hingga tren perawatan rambut
Pemakaian air beras untuk rambut bukanlah kebiasaan baru.
Tradisi tersebut telah lama dikenal di berbagai wilayah Asia dan kemudian populer kembali melalui media sosial.
Salah satu kisah yang sering dikaitkan dengan praktik ini adalah perempuan dari Huangluo, Tiongkok, yang dikenal memiliki tradisi merawat rambut menggunakan air beras.
Popularitas praktik tersebut kemudian ikut mendorong munculnya berbagai tutorial penggunaan air beras di media sosial.
Namun, kisah budaya tersebut tidak dapat dijadikan bukti medis bahwa air beras mampu mencegah kerontokan atau menghilangkan uban.
Dalam materi edukasi kesehatan, dr. Ary juga menjelaskan manfaat nutrisi beras untuk perawatan batang rambut.
“Kandungan asam amino, vitamin, serta inositol di dalam air beras sangat efektif untuk melapisi dan memperkuat struktur batang rambut, sehingga rambut tampak lebih sehat dan tidak mudah patah,” ujar dr. Ary dalam unggahan video edukasinya.
Cara menggunakan air cucian beras dengan lebih bijak
Air beras dapat digunakan sebagai bilasan setelah keramas.
Salah satu metode yang banyak digunakan adalah merendam beras dalam air selama sekitar 30 menit hingga dua jam, kemudian menyaring airnya.
Cleveland Clinic menyebut metode rendaman singkat lebih disarankan dibanding fermentasi terlalu lama karena penyimpanan yang panjang dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri.
Setelah rambut dicuci dengan sampo, air beras dapat dibasuhkan ke rambut dan didiamkan beberapa menit sebelum dibilas kembali.
Penggunaan tidak perlu dilakukan setiap hari.
Dalam praktik perawatan rumahan, frekuensi satu hingga dua kali seminggu lebih masuk akal untuk melihat bagaimana respons rambut.
Perlu dipahami pula bahwa air beras bukan pengganti perawatan medis apabila seseorang mengalami kerontokan rambut yang menetap atau semakin berat.
Penyebab rambut rontok dapat berkaitan dengan faktor genetik, usia, kondisi kesehatan, nutrisi, perubahan hormonal, maupun masalah pada kulit kepala.
Jangan berlebihan
Perawatan alami tetap dapat menimbulkan masalah apabila digunakan terlalu sering.
Penggunaan air beras yang berlebihan dapat membuat sebagian rambut terasa kaku, berat, atau lebih kering, terutama pada jenis rambut tertentu.
Pemilik kulit kepala yang sensitif atau sedang mengalami peradangan juga sebaiknya berhati-hati.
Sisa pati yang tidak dibilas dengan baik berpotensi menimbulkan rasa tidak nyaman atau memperburuk iritasi.
Cleveland Clinic menyarankan kehati-hatian pada orang yang mengalami peradangan kulit kepala dan menekankan pentingnya membilas rambut secara menyeluruh.
Bagi pembaca di Banyuwangi yang ingin mencoba perawatan ini, langkah paling sederhana adalah menggunakan air beras dalam jumlah secukupnya, mengamati respons rambut dan kulit kepala, serta menghentikannya apabila muncul gatal, kemerahan, atau iritasi.
Air cucian beras lebih tepat dipandang sebagai salah satu pilihan perawatan rambut sederhana, bukan sebagai obat pasti untuk kerontokan.
Potensinya menarik, tetapi bukti ilmiah yang tersedia masih belum cukup untuk mendukung klaim bahwa air beras dapat menjamin rambut bebas rontok.
Editor : Lugas Rumpakaadi