RADAR BANYUWANGI - Tren penggunaan helm chips atau helm batok bergaya retro dengan desain minimalis semakin mudah ditemui di jalan raya.
Bentuknya yang ringkas dan tampilannya yang dianggap menarik membuat jenis helm ini menjadi pilihan sebagian pengendara sepeda motor, termasuk mereka yang mengutamakan unsur gaya saat berkendara.
Namun, di balik desainnya yang sederhana, terdapat persoalan serius terkait aspek keselamatan.
Helm dengan konstruksi minim dinilai tidak memberikan perlindungan menyeluruh terhadap kepala dan wajah, terutama ketika pengendara mengalami kecelakaan dengan benturan keras.
Salah satu kelemahan utama helm chips adalah tidak adanya perlindungan pada bagian dagu dan rahang.
Area tersebut termasuk bagian wajah yang berpotensi mengalami benturan ketika pengendara terlempar ke depan dan menghantam permukaan jalan.
Lebih dari 30 persen titik benturan pada helm dalam kecelakaan fatal berada di area dagu dan rahang.
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya perlindungan menyeluruh, bukan hanya pada bagian atas kepala.
Pada helm chips, bagian dagu, pipi, dan sebagian belakang kepala tidak terlindungi secara optimal.
Akibatnya, ketika terjadi benturan langsung, risiko cedera pada wajah, gigi, rahang, hingga struktur tulang di sekitar kepala dapat meningkat.
Bukan Sekadar Persoalan Gaya
Penggunaan helm berstandar keselamatan seharusnya tidak dipandang hanya sebagai kewajiban ketika berkendara.
Helm memiliki fungsi utama untuk mengurangi dampak energi benturan terhadap kepala apabila terjadi kecelakaan.
Korlantas Polri juga menekankan pentingnya penggunaan helm berstandar SNI.
Perlindungan yang memadai harus mencakup batok kepala dan area pelipis serta memiliki kemampuan menyerap energi benturan.
Karakteristik tersebut menjadi pembeda penting antara helm keselamatan dengan helm yang mengutamakan desain minimalis.
Bentuk yang lebih kecil memang dapat memberikan kesan ringan dan praktis, tetapi pengurangan material pelindung dapat berpengaruh terhadap kemampuan helm dalam meredam benturan.
Karena itu, pengendara sepeda motor di Banyuwangi perlu mempertimbangkan fungsi perlindungan sebelum memilih helm.
Tampilan retro atau klasik tetap dapat dipertahankan tanpa mengabaikan aspek keselamatan, selama helm yang digunakan memenuhi standar dan memberikan perlindungan yang memadai.
Lapisan Busa Tipis Menambah Risiko
Persoalan lain terdapat pada konstruksi bagian dalam helm chips yang beredar di pasaran.
Sebagian produk menggunakan lapisan busa peredam yang relatif tipis untuk mempertahankan bentuk helm agar tetap kecil dan ringan.
Lapisan peredam pada helm memiliki peran penting dalam membantu mengurangi energi yang diterima kepala ketika terjadi benturan.
Apabila kemampuan penyerapan energi tersebut rendah, sebagian besar gaya benturan dapat diteruskan ke kepala dan meningkatkan risiko cedera.
Pengendara juga perlu berhati-hati terhadap anggapan bahwa helm ringan dengan ukuran kecil otomatis lebih nyaman dan aman.
Kenyamanan merupakan salah satu pertimbangan, tetapi tidak boleh mengesampingkan kemampuan perlindungan terhadap benturan.
Goggle Tidak Otomatis Membuat Helm Lebih Aman
Helm chips kerap dipadukan dengan kacamata goggle untuk memperkuat tampilan retro.
Aksesori tersebut memang dapat membantu mengurangi paparan angin, debu, atau benda kecil selama perjalanan, tetapi tidak dapat menggantikan fungsi perlindungan helm.
Penggunaan goggle dengan material yang tidak memenuhi standar juga berpotensi menimbulkan masalah saat kecelakaan.
Lensa atau rangka yang mudah pecah dapat menghasilkan bagian tajam yang berisiko melukai mata dan wajah.
Karena itu, pemilihan aksesori pelindung mata sebaiknya turut mempertimbangkan kualitas material dan ketahanannya terhadap benturan.
Utamakan Perlindungan Saat Berkendara
Bagi pengendara sepeda motor, khususnya di wilayah Banyuwangi dengan aktivitas mobilitas yang tinggi, pemilihan helm sebaiknya didasarkan pada fungsi keselamatan, bukan semata-mata penampilan.
Helm dengan standar keselamatan yang sesuai, ukuran yang pas, serta konstruksi yang mampu melindungi bagian kepala secara optimal merupakan perlengkapan penting sebelum sepeda motor digunakan di jalan raya.
Tren helm retro tetap dapat diikuti, tetapi keselamatan seharusnya menjadi pertimbangan utama.
Gaya berkendara dapat berubah mengikuti tren, sedangkan dampak cedera kepala akibat kecelakaan dapat berlangsung jauh lebih lama.
Editor : Lugas Rumpakaadi