Weton Kamis Wage Hari Ini: Wuku Mandhangkungan Baik untuk Menikah?

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:30 WIB
MAKNA WETON : dalam tradisi Jawa dipercaya menggambarkan karakter, rezeki, hingga arah perjalanan hidup seseorang.(Foto:Canva)
Weton Kemis Wage 20 Agustus 2026 bertepatan Wuku Mandhangkungan. Simak tafsir watak, pesona, pantangan, arah perjalanan, dan peruntungannya.(Foto:Canva)

RADAR BANYUWANGI – Kamis, 20 Agustus 2026, dalam penanggalan Jawa bertepatan dengan 6 Mulud 1960, Kemis Wage, atau 6 Rabiul Awal 1448 Hijriah. Dalam tradisi penanggalan Jawa, kombinasi hari dan pasaran tersebut menjadi weton Kemis Wage yang memiliki sejumlah tafsir mengenai watak, peruntungan, serta hal-hal yang dianggap perlu dihindari.

Weton tidak hanya dihitung dari hari kelahiran. Dalam sistem penanggalan Jawa, unsur hari, pasaran, wuku, hingga sejumlah perhitungan tradisional turut menjadi bagian dari tafsir karakter dan peruntungan.

Pada Kamis Wage kali ini, wuku yang berlangsung adalah Mandhangkungan. Berdasarkan tafsir tradisional, kombinasi Kemis Wage dan Wuku Mandhangkungan memiliki sejumlah karakter yang menarik.

Di satu sisi, terdapat gambaran pribadi yang berbudi luhur dan berwibawa melalui unsur Satrya Wibawa. Di sisi lain, unsur Rakam Nuju Pati menjadi pengingat adanya kemungkinan menghadapi kesialan atau hambatan.

Berikut ulasan lengkap weton Kamis Wage, 20 Agustus 2026:

Watak Kemis Wage

Dina Kemis

Dalam perhitungan weton, Kamis memiliki karakter sangar menakutkan.

Sifat ini dalam tafsir tradisional menggambarkan karakter yang kuat dan memiliki kesan tegas.

Pasaran Wage

Pasaran Wage memiliki gambaran karakter yang cukup kompleks. Sosoknya disebut menarik, tetapi cenderung angkuh.

Di sisi lain, Wage juga digambarkan sebagai pribadi yang setia dan penurut. Namun, terdapat sisi lain seperti cenderung malas mencari nafkah, membutuhkan bantuan orang lain, kaku dalam mengambil sikap, serta terkadang sulit berpikir panjang.

Tafsir tersebut juga menyebut adanya kemungkinan menghadapi fitnah.

Haståwårå/Padewan: Uma

Unsur Uma menggambarkan sifat berbelas kasih, meski juga dikaitkan dengan kondisi susah dan jahil.

Sadwårå: Mawulu

Mawulu memiliki makna benih. Dalam tafsir weton, unsur ini dikaitkan dengan sifat waswas dan mudah curiga.

Sångåwårå/Padangon: Gigis

Gigis memiliki simbol tanah atau bumi.

Karakter yang dikaitkan dengan unsur ini antara lain berhati longgar, memiliki sifat pamomong, serta sabar.

Saptåwårå/Pancasuda: Satrya Wibawa

Ini menjadi salah satu unsur positif dalam weton Kemis Wage.

Satrya Wibawa menggambarkan pribadi yang berbudi luhur dan berwibawa.

Rakam: Nuju Pati

Dalam perhitungan tradisional, Nuju Pati memiliki tafsir kurang baik karena dikaitkan dengan banyak kesialan atau keadaan apes.

Paarasan: Aras Kêmbang

Unsur Aras Kêmbang menggambarkan seseorang yang memiliki pesona dan daya tarik terhadap lawan jenis.

Wuku Mandhangkungan

Selain weton, penanggalan Jawa juga mengenal siklus wuku. Pada Kamis, 20 Agustus 2026, wuku yang berlangsung adalah Mandhangkungan.

Dalam tafsir tradisional, Wuku Mandhangkungan memiliki sejumlah simbol dan pertanda.

1. Dewa Bumi: Bethara Basuki.

2. Pohon: Plasa, yang dimaknai terkenal.

3. Burung: Pelung. Simbol ini dikaitkan dengan kesukaan berada di tempat berair serta kebaikan yang datang belakangan.

4. Gedhong: Berada di atas. Maknanya antara lain banyak mendapat simpati, berbicara halus dan sopan, serta mampu menerima ketentuan Tuhan.

5. Unen-unen: Mandhangkungan unen-unen kang mbarung, yang bermakna bebunyian yang marak. Karakter yang dikaitkan dengannya adalah periang dan banyak bicara.

6. Aral: Disalahi pada waktu malam.

7. Sedekah atau sesaji: Dalam tradisi perhitungan wuku, disebutkan nasi punar dengan lauk ayam wiring kuning yang digoreng serta jenang abang untuk membetulkan weton.

8. Doa: Nguwur.

9. Kala Jaya Bumi: Berada di timur menghadap ke barat.

10. Arah yang dihindari: Selama Wuku Mandhangkungan berlangsung tujuh hari, terdapat kepercayaan untuk menghindari perjalanan ke arah timur.

11. Pertanda: Mandhangkungan baya ngurag, yang dimaknai buaya mati kelaparan dan dikaitkan dengan kesialan akibat keadaan.

Wuku Mandhangkungan Baik untuk Apa?

Menurut tafsir tradisional, Wuku Mandhangkungan termasuk baik untuk menikah, mendirikan rumah, serta bepergian mencari sarana atau solusi.

Namun, terdapat pula pantangan tertentu. Wuku ini disebut tidak baik untuk bertengkar dan berkhianat.

Karena itu, masyarakat yang masih menggunakan petungan Jawa biasanya menjadikan unsur tersebut sebagai salah satu pertimbangan ketika menentukan waktu untuk kegiatan tertentu.

Kesimpulan Weton Kemis Wage 20 Agustus 2026

Kombinasi Kemis Wage dan Wuku Mandhangkungan memperlihatkan perpaduan karakter yang kompleks. Ada sisi berwibawa, berbudi luhur, sabar, periang, dan memiliki daya tarik. Namun, terdapat pula tafsir mengenai sifat mudah curiga, keras hati, serta potensi menghadapi hambatan atau kesialan.

Sementara Wuku Mandhangkungan secara tradisional dinilai cukup baik untuk pernikahan, membangun rumah, dan mencari solusi, tetapi kurang baik untuk pertengkaran maupun pengkhianatan. (*)


Catatan: Uraian weton dan wuku merupakan bagian dari pengetahuan serta tradisi penanggalan Jawa. Tafsir mengenai watak, keberuntungan, pantangan, dan arah perjalanan bersifat budaya/tradisional, bukan kepastian mengenai masa depan seseorang.

Editor : Ali Sodiqin
Kemis Wage Wuku Mandhangkungan weton 20 Agustus weton kamis wage Penanggalan Jawa