Tugas Menumpuk hingga Media Sosial, Ini yang Membuat Pelajar Tidur Larut

Anisatul Septi Ramadhani • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:34 WIB
Aktivitas belajar hingga malam menjadi salah satu alasan waktu tidur pelajar bergeser. Pengelolaan jadwal diperlukan agar tugas sekolah tidak mengorbankan waktu istirahat. (Gemini AI)
Aktivitas belajar hingga malam menjadi salah satu alasan waktu tidur pelajar bergeser. Pengelolaan jadwal diperlukan agar tugas sekolah tidak mengorbankan waktu istirahat. (Gemini AI)

RADAR BANYUWANGI - Malam hari semestinya menjadi waktu untuk beristirahat setelah menjalani aktivitas sejak pagi. Namun, bagi sebagian pelajar, waktu tidur justru kerap mundur karena berbagai kegiatan. Menyelesaikan tugas sekolah, menonton film, bermain gim, hingga berselancar di media sosial menjadi sejumlah aktivitas yang membuat waktu istirahat terpangkas.

Padatnya kegiatan sehari-hari membuat tidur terkadang ditempatkan sebagai prioritas terakhir. Ketika pekerjaan sekolah menumpuk, sebagian pelajar memilih menyelesaikannya hingga larut malam. Setelah tugas rampung, waktu tidur pun semakin bergeser.

Kebiasaan tersebut juga tidak lepas dari penggunaan gawai. Ponsel menyediakan beragam hiburan dan konten yang membuat penggunanya sulit berhenti, terutama ketika perangkat masih berada dalam jangkauan menjelang waktu tidur.

Bagi pelajar, tugas sekolah menjadi salah satu alasan paling umum untuk tidur lebih larut. Beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan dalam waktu berdekatan dapat membuat waktu belajar berlangsung hingga malam.

“Kalau tugas sedang banyak, saya terkadang tidur lebih malam supaya semuanya selesai. Tapi kalau tidak ada pekerjaan, saya berusaha tidur lebih awal,” ujar Putri.

Kebiasaan tidur larut yang berlangsung berulang kali berpotensi membuat waktu istirahat semakin berkurang. Dampaknya dapat dirasakan pada hari berikutnya ketika tubuh terasa kurang segar dan aktivitas tidak berjalan seoptimal biasanya.

Karena itu, pengelolaan waktu menjadi bagian penting untuk mencegah kebiasaan begadang. Tugas sekolah dapat dikerjakan lebih awal agar tidak menumpuk menjelang batas waktu. Pembagian waktu antara belajar, hiburan, dan istirahat juga perlu dibuat secara realistis.

Penggunaan gawai pada malam hari pun perlu dibatasi. Ketika aktivitas di ponsel terus berlanjut hingga mendekati waktu tidur, rutinitas beristirahat dapat kembali tertunda. Menjauhkan gawai dari aktivitas menjelang tidur dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk membantu membentuk kebiasaan tidur yang lebih teratur.

Belajar dan hiburan tetap dapat berjalan tanpa harus mengorbankan waktu istirahat. Kedisiplinan mengatur jadwal menjadi kunci agar kegiatan harian tidak berujung pada kebiasaan tidur terlalu larut.

Bagi pelajar, waktu istirahat bukan sekadar jeda setelah menyelesaikan berbagai aktivitas. Tidur yang cukup menjadi bagian dari rutinitas harian agar tubuh lebih siap menjalani kegiatan pada hari berikutnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
tidur larut malam kebiasaan begadang penggunaan gawai Pelajar manajemen waktu