RADAR BANYUWANGI — Dalam kepercayaan Primbon Jawa, hari kelahiran atau weton bukan sekadar penanda seseorang lahir ke dunia. Weton dipercaya dapat menggambarkan karakter, peruntungan, hingga perjalanan rezeki seseorang.
Salah satu istilah yang menarik perhatian adalah Tibo Sri. Dalam tradisi Primbon Jawa, istilah ini menggambarkan kondisi kehidupan yang dipenuhi keberkahan, terutama dalam urusan rezeki.
Orang yang disebut memiliki weton Tibo Sri dipercaya mempunyai aliran rezeki yang lancar, kehidupan relatif harmonis, serta lebih mudah menemukan jalan ketika menghadapi persoalan.
Konsep tersebut dianalogikan seperti air yang terus mengalir. Ada kalanya alirannya deras, ada pula saatnya lebih tenang, tetapi diyakini tidak sampai benar-benar mengering.
Dilansir dari kanal YouTube Sounds Kiki pada Senin (10/9), terdapat tujuh weton yang dipercaya memiliki karakter Tibo Sri dalam Primbon Jawa.
Berikut daftarnya:
1. Senin Legi
Senin Legi menjadi salah satu weton yang dipercaya mempunyai peruntungan baik.
Menurut kepercayaan Primbon Jawa, orang yang lahir pada Senin Legi memiliki kecerdasan, kebijaksanaan, serta kemampuan mengambil keputusan.
Karakter tersebut membuat mereka dipercaya lebih mudah mendapatkan kepercayaan dari orang lain. Dari sanalah peluang dan rezeki disebut dapat datang dari berbagai arah.
Menariknya, keberuntungan yang diperoleh tidak hanya dikaitkan dengan kepentingan pribadi. Rezeki mereka dipercaya juga membawa manfaat bagi keluarga dan orang-orang di sekitarnya.
Karena itu, kehidupan Senin Legi dianalogikan seperti air yang terus mengalir dan tidak mudah mengering.
2. Rabu Pahing
Berikutnya ada Rabu Pahing.
Weton ini dipercaya mempunyai karakter kuat, sabar, dan ulet. Mereka disebut mampu bertahan ketika menghadapi situasi sulit serta tidak gampang menyerah terhadap keadaan.
Kemampuan menjaga hubungan sosial juga menjadi salah satu kekuatan Rabu Pahing.
Dalam kepercayaan Primbon, hubungan baik tersebut dapat membuka berbagai peluang. Rezeki pun diyakini datang melalui jalan yang tidak selalu terduga.
Ketika menghadapi masalah, pemilik weton Rabu Pahing dipercaya selalu menemukan jalan keluar.
3. Jumat Kliwon
Nama Jumat Kliwon tentu tidak asing dalam pembahasan Primbon Jawa.
Weton ini kerap dikaitkan dengan sisi spiritual dan intuisi yang kuat. Orang yang lahir pada Jumat Kliwon dipercaya mempunyai kepekaan dalam membaca situasi di sekitarnya.
Mereka juga digambarkan sebagai pribadi bijaksana yang sering menjadi tempat orang lain meminta nasihat.
Dalam urusan rezeki, Jumat Kliwon dipercaya mempunyai jalan yang relatif lancar. Bahkan ketika menghadapi kesulitan, mereka disebut mampu menemukan peluang untuk kembali bangkit.
Karena itulah, rezekinya kembali dianalogikan seperti air yang tidak pernah benar-benar berhenti mengalir.
4. Kamis Wage
Kamis Wage menjadi weton berikutnya yang disebut memiliki keberkahan Tibo Sri.
Pemilik weton ini dipercaya dikenal sebagai sosok murah hati dan senang membantu. Sikap tersebut membuat mereka mudah mendapatkan simpati sekaligus kepercayaan dari orang lain.
Dalam dunia pekerjaan, Kamis Wage disebut berpotensi mendapatkan kepercayaan besar dari atasan maupun rekan kerja.
Karier pun dipercaya dapat berkembang seiring dengan semakin luasnya hubungan dan kepercayaan yang mereka bangun.
Dalam filosofi Primbon, kebaikan yang diberikan kepada orang lain dipercaya akan kembali dalam bentuk keberuntungan dan rezeki.
5. Minggu Pon
Orang yang lahir pada Minggu Pon dipercaya mempunyai karakter ceria, optimistis, dan penuh semangat.
Mereka juga disebut mudah beradaptasi terhadap perubahan. Ketika menghadapi tantangan, pemilik weton ini dipercaya mampu melihat peluang yang mungkin tidak dilihat orang lain.
Salah satu kelebihan Minggu Pon menurut kepercayaan tersebut adalah sumber rezekinya yang bisa datang dari berbagai arah.
Bakat atau keahlian tertentu dapat menjadi pintu masuk bagi peluang baru. Karena itu, kehidupan mereka digambarkan terus bergerak seperti aliran air.
6. Selasa Kliwon
Selanjutnya ada Selasa Kliwon.
Pemilik weton ini dipercaya memiliki karakter bijaksana dan mampu merencanakan masa depan dengan baik.
Mereka juga disebut sebagai pribadi yang tidak mudah menyerah. Ketika mempunyai tujuan, mereka akan berusaha mencapainya dengan cara yang dianggap baik.
Dalam hal keuangan, Selasa Kliwon dipercaya mempunyai kemampuan mengelola pemasukan dan pengeluaran.
Kemampuan tersebut membuat mereka disebut relatif jarang mengalami kesulitan finansial serius. Rezekinya pun dipercaya terus menemukan jalannya.
7. Sabtu Pahing
Daftar terakhir adalah Sabtu Pahing.
Pemilik weton Sabtu Pahing dipercaya memiliki kepribadian tenang dan bijaksana. Mereka juga kerap digambarkan sebagai sosok yang menjadi tempat orang lain meminta pertimbangan.
Daya tarik personal membuat mereka dipercaya mudah diterima dalam berbagai lingkungan.
Dalam urusan rezeki, Sabtu Pahing disebut memiliki kehidupan yang berkecukupan.
Rezekinya mungkin tidak selalu terlihat berlimpah. Namun, menurut kepercayaan Primbon, kebutuhan mereka akan selalu menemukan jalan untuk terpenuhi pada waktunya.
Inilah yang membuat Sabtu Pahing masuk dalam gambaran Tibo Sri: rezeki yang terus mengalir dan tidak mudah habis.
Tibo Sri Bukan Jaminan Kekayaan
Meski tujuh weton tersebut dipercaya mempunyai peruntungan Tibo Sri, Primbon Jawa pada dasarnya merupakan bagian dari tradisi dan kepercayaan masyarakat Jawa.
Artinya, daftar weton tersebut tidak dapat dijadikan kepastian bahwa seseorang pasti kaya atau tidak akan mengalami kesulitan sepanjang hidup.
Konsep Tibo Sri lebih tepat dipahami sebagai bagian dari filosofi dan warisan budaya yang memberikan gambaran mengenai karakter serta harapan kehidupan yang penuh keberkahan.
Pada akhirnya, kondisi kehidupan seseorang juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk usaha, kemampuan mengambil keputusan, lingkungan, kesempatan, serta cara seseorang menjalani kehidupannya.
Dengan kata lain, weton bukan alasan untuk berhenti berusaha.
Bagi masyarakat yang mempercayainya, Primbon dapat menjadi bagian dari refleksi budaya. Sementara bagi yang tidak mempercayainya, konsep tersebut tetap menarik dilihat sebagai warisan pengetahuan leluhur Jawa.
Tibo Sri sendiri menghadirkan filosofi sederhana: seperti air yang terus bergerak, kehidupan idealnya juga terus berjalan, menghadapi hambatan sekaligus mencari jalan menuju tujuan. (*)
Editor : Ali Sodiqin