RADAR BANYUWANGI - Tren fesyen muslimah terus bergerak mengikuti kebutuhan perempuan yang menginginkan penampilan modis sekaligus praktis. Salah satu aksesori yang kini semakin banyak digunakan adalah pashmina printed. Beragam motif, warna, serta pilihan bahan membuat hijab jenis ini mudah menyesuaikan dengan gaya berpakaian sehari-hari.
Pashmina printed bukan sekadar pelengkap busana. Motif pada kain dapat menjadi aksen yang membuat penampilan terlihat lebih menarik, termasuk ketika dipadukan dengan pakaian berwarna polos.
Dua jenis bahan yang cukup populer ialah viscose dan ceruty babydoll. Keduanya menawarkan karakter berbeda sehingga pengguna dapat memilih sesuai dengan aktivitas maupun tampilan yang ingin ditonjolkan.
Pashmina viscose dikenal karena teksturnya yang lembut dan ringan. Karakter tersebut membuatnya relatif nyaman untuk dikenakan dalam berbagai aktivitas harian. Motif pada bahan viscose umumnya memberi kesan sederhana dan chic, sehingga mudah dipadukan dengan atasan atau busana polos.
Bahan ini cocok untuk perempuan yang mengutamakan kenyamanan dan kepraktisan. Pashmina viscose dapat menjadi pilihan saat digunakan untuk sekolah, kuliah, bekerja, hingga bepergian.
Sementara itu, ceruty babydoll menghadirkan karakter yang berbeda. Bahan tersebut memiliki tekstur ringan dan jatuh sehingga lebih mudah dibentuk ke dalam berbagai gaya hijab. Kesan yang muncul cenderung feminin, elegan dan lebih menonjol ketika dikenakan pada kesempatan tertentu.
Karena memiliki karakter flowy, ceruty babydoll kerap dipilih untuk melengkapi busana semiformal hingga formal. Padanan pakaian yang tepat dapat membuat tampilan hijab terlihat lebih anggun tanpa harus menggunakan teknik penataan yang terlalu rumit.
“Menurutku pashmina printed lebih gampang bikin outfit kelihatan menarik. Walaupun pakai baju polos, motif di hijab sudah cukup jadi pemanis,” ujar Utami.
Selain bahan, motif turut menentukan daya tarik pashmina printed. Motif abstrak, watercolor marble, micro-floral, hingga ornamen etnik mulai banyak digunakan. Pilihan warna lembut seperti dusty pink, sage dan mocha juga memberi kesan tenang sekaligus modern.
Perpaduan warna dan motif tersebut membuat pashmina printed cukup fleksibel digunakan dalam berbagai kesempatan. Motif yang tidak terlalu ramai dapat menjadi pilihan untuk aktivitas sehari-hari. Sebaliknya, motif dengan detail lebih kuat bisa dimanfaatkan sebagai aksen ketika menghadiri acara khusus.
Kecenderungan lain yang terlihat adalah cara pemakaian yang semakin praktis. Pengguna tidak selalu memilih teknik lilit berlapis atau penataan yang membutuhkan banyak langkah. Pashmina cukup diselempangkan atau ditata secara sederhana agar motif tetap menjadi bagian utama dari tampilan.
Pilihan tersebut sejalan dengan kebutuhan perempuan modern yang menginginkan aksesori fesyen yang mudah digunakan tanpa mengurangi unsur estetika. Pashmina printed pun dapat memberikan variasi penampilan hanya dengan mengubah warna atau motif yang dikenakan.
Dengan pilihan bahan, motif dan warna yang semakin beragam, pashmina printed kini memiliki ruang tersendiri dalam fesyen muslimah. Viscose menawarkan kenyamanan untuk aktivitas harian, sedangkan ceruty babydoll dapat memberikan kesan lebih anggun untuk kebutuhan semi-formal hingga formal.
Pemilihan pashmina bukan hanya soal mengikuti tren. Warna, motif dan bahan dapat menjadi bagian dari cara perempuan menampilkan karakter serta gaya personalnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi