RADAR BANYUWANGI - Tren mengoleksi keychain atau gantungan kunci dari berbagai destinasi mulai mendapat tempat di kalangan anak muda. Benda berukuran kecil itu tak lagi sekadar buah tangan setelah bepergian. Lebih dari itu, keychain kini menjadi bagian dari gaya personal sekaligus pengingat atas perjalanan yang pernah dilakukan.
Dulu, gantungan kunci identik dengan suvenir sederhana yang dibeli sekadarnya sebelum pulang. Kini, pilihannya semakin beragam. Ada yang menampilkan ikon tempat wisata, nama daerah, karakter tertentu, hingga desain khas hasil karya pengrajin lokal.
Keragaman tersebut membuat aktivitas berburu keychain ikut menjadi bagian dari pengalaman wisata. Sebagian anak muda bahkan sengaja menyempatkan diri mencari gantungan dengan desain tertentu setiap kali mengunjungi sebuah daerah.
Harga yang relatif terjangkau menjadi salah satu alasan keychain mudah dikoleksi. Dibandingkan suvenir berukuran besar, benda kecil itu lebih praktis dibawa pulang. Koleksinya pun bisa terus bertambah tanpa membutuhkan ruang penyimpanan yang terlalu luas.
Popularitas keychain juga semakin terdorong tren bag charm. Aksesori tersebut digunakan untuk mempercantik tampilan tas dengan menambahkan berbagai gantungan sesuai selera pemiliknya. Keychain dari berbagai destinasi pun bisa langsung dimanfaatkan sebagai bagian dari aksesori sehari-hari.
“Rasanya senang kalau setiap pergi ke suatu tempat bisa membawa pulang keychain. Jadi setiap lihat koleksinya, bisa langsung ingat pernah pergi ke mana saja,” ujar Rahmah.
Bagi kolektor, nilai sebuah keychain tidak berhenti pada bentuk dan tampilannya. Setiap gantungan dapat menyimpan cerita yang berbeda. Ada yang mengingatkan pada liburan bersama keluarga, perjalanan dengan teman, atau kunjungan singkat ke destinasi yang meninggalkan kesan.
Karena itu, tidak sedikit yang lebih memilih keychain dengan desain unik dan sulit ditemukan di tempat lain. Proses mencarinya menjadi pengalaman tersendiri. Suvenir yang didapat pun terasa lebih personal karena memiliki cerita di balik proses pembeliannya.
Koleksi tersebut dapat dipasang di berbagai tempat. Sebagian memilih menggantungkannya pada tas atau dompet. Ada pula yang memasangnya pada tempat pensil. Sementara koleksi dalam jumlah banyak bisa ditata pada papan khusus dan dipajang di kamar.
Cara tersebut membuat keychain berfungsi ganda. Selain menjadi suvenir, benda tersebut juga menjadi bagian dari ekspresi diri dan semacam dokumentasi perjalanan dalam bentuk fisik.
Editor : Lugas Rumpakaadi