Festival Api Up Helly Aa, Warisan Viking di Shetland

Loanda Ajeng Rossiani • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 13:10 WIB
Ribuan peserta membawa obor dalam parade Up Helly Aa di Lerwick, Kepulauan Shetland. Festival ini menjadi perayaan budaya yang menghidupkan kembali warisan Viking dan semangat komunitas setempat. (Pexels/Gabriel Mihalcea)
Ribuan peserta membawa obor dalam parade Up Helly Aa di Lerwick, Kepulauan Shetland. Festival ini menjadi perayaan budaya yang menghidupkan kembali warisan Viking dan semangat komunitas setempat. (Pexels/Gabriel Mihalcea)

RADAR BANYUWANGI - Langit musim dingin di Kepulauan Shetland, Skotlandia, berubah menjadi lautan cahaya setiap Selasa terakhir Januari. Ribuan obor menyala di sepanjang jalan Kota Lerwick. Di tengah gelapnya malam, derap parade para pria berkostum Viking berpadu dengan nyanyian dan sorak warga.

Pemandangan tersebut merupakan bagian dari Up Helly Aa, festival api yang menjadi salah satu perayaan budaya paling ikonik di Eropa. Bukan sekadar tontonan, festival ini menjadi penanda kuat hubungan masyarakat Shetland dengan sejarah dan warisan Skandinavia yang telah melekat selama berabad-abad.

Up Helly Aa digelar untuk menandai berakhirnya musim Yule, perayaan pertengahan musim dingin dalam tradisi Eropa Utara. Perayaan ini kemudian berkembang menjadi panggung budaya yang menggabungkan ritual api, parade, musik, kostum, hingga pesta komunitas.

Jejak awal tradisi tersebut mengarah ke abad ke-19. Saat itu, para veteran perang yang kembali ke Shetland ikut memeriahkan musim dingin dengan parade membawa obor. Memasuki dekade 1880-an, tradisi tersebut berkembang menjadi festival dengan tema Viking yang semakin terorganisasi.

Sosok sentral dalam perayaan ini adalah Guizer Jarl. Jabatan tersebut bukan sekadar peran seremonial. Sang Jarl menjadi pemimpin utama parade dan dipercaya melalui proses kehormatan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Bersama Jarl Squad, Guizer Jarl tampil dengan perlengkapan yang terinspirasi dari prajurit Viking. Kostum tersebut dikerjakan secara manual selama berbulan-bulan. Helm, pelindung tubuh dari logam, perisai, hingga mantel berbahan bulu dirancang dengan perhatian pada detail untuk membangun karakter pasukan Viking.

Namun, puncak Up Helly Aa baru benar-benar terasa ketika malam tiba. Lebih dari seribu peserta yang disebut guizers membawa obor dan bergerak dalam barisan mengelilingi replika kapal panjang Viking atau galley. Kapal itu dibangun oleh relawan lokal dengan persiapan panjang sepanjang tahun.

Setelah iring-iringan mencapai lokasi yang telah ditentukan, prosesi memasuki tahap paling dramatis. Ribuan obor dilemparkan secara serentak ke dalam kapal. Api kemudian menjalar dan menghanguskan replika galley hingga menyisakan bara.

Bagi pengunjung, momen tersebut tampak seperti pertunjukan api berskala besar. Bagi masyarakat Shetland, maknanya jauh lebih dalam. Api menjadi simbol yang menghubungkan masa lalu dengan kehidupan komunitas masa kini.

Up Helly Aa juga tidak berhenti setelah kapal terbakar. Saat ritual utama selesai, warga dan peserta melanjutkan malam hingga fajar. Aula-aula di kota menjadi pusat pesta dengan tarian tradisional, pertunjukan sketsa komedi, musik, dan jamuan makan.

Rangkaian itu memperlihatkan bahwa Up Helly Aa bukan semata agenda pariwisata. Festival ini tumbuh dari partisipasi masyarakat dan dipertahankan melalui kerja sukarela lintas generasi.

Ada kostum yang harus disiapkan, kapal yang harus dibangun, parade yang harus diatur, hingga berbagai pertunjukan yang membutuhkan keterlibatan warga. Seluruh proses tersebut membuat festival memiliki fungsi sosial yang sama kuatnya dengan nilai sejarah.

Di tengah perubahan zaman, Up Helly Aa menunjukkan bagaimana sebuah komunitas dapat merawat identitas melalui tradisi yang terus diperbarui. Warisan Viking tidak berhenti sebagai cerita tentang pelaut dan penjelajah dari masa lampau, melainkan dihidupkan kembali melalui sebuah perayaan yang melibatkan ribuan orang.

Ketika malam di Lerwick kembali diterangi ribuan obor, yang terbakar bukan hanya replika kapal. Di balik kobaran api itu terdapat ingatan sejarah, kebanggaan komunitas, serta semangat gotong royong yang membuat tradisi tetap bertahan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Up Helly Aa Festival Viking Lerwick Shetland Festival Api Budaya Skotlandia