RADAR BANYUWANGI - Kebiasaan menggosok wajah sekuat tenaga saat mencuci muka masih dianggap sebagian orang sebagai cara paling ampuh untuk mengangkat kotoran. Padahal, kebiasaan tersebut justru dapat menjadi bumerang bagi kesehatan kulit.
Tekanan berlebihan ketika membersihkan wajah berisiko mengganggu skin barrier, lapisan pelindung kulit yang berfungsi mempertahankan kelembapan sekaligus melindungi kulit dari berbagai pemicu iritasi.
Kesalahpahaman ini cukup sering muncul, terutama pada pria. Secara biologis, kulit wajah pria cenderung lebih tebal, bahkan disebut sekitar 1,5 kali dibandingkan wanita. Produksi minyak pada kulit pria juga relatif lebih tinggi karena pengaruh hormon androgen.
Kondisi tersebut kemudian kerap disalahartikan. Wajah pria dianggap membutuhkan perlakuan lebih keras agar benar-benar bersih. Padahal, karakter kulit yang lebih tebal dan berminyak bukan berarti harus dibersihkan dengan cara digosok kuat-kuat.
American Academy of Dermatology (AAD) menekankan bahwa membersihkan wajah sebaiknya dilakukan menggunakan pembersih yang lembut. Produk cukup diusapkan perlahan dengan ujung jari tanpa tekanan berlebihan.
Penggunaan tangan yang terlalu keras, handuk yang digosok ke kulit, maupun spons dengan tekanan kuat dapat mengikis kelembapan alami kulit dan memicu peradangan.
Hal tersebut juga menjadi perhatian dalam perbincangan Raditya Dika bersama Aldi Taher dan dr. Richard Yheszkiel yang tayang di akun YouTube Raditya Dika. Dalam sesi edukasi mengenai perawatan kulit, dr. Richard mengingatkan risiko iritasi akibat kebiasaan membersihkan wajah secara berlebihan.
"Kalau kita terlalu kencang juga buat bersihinnya, takutnya memang bikin kulit kita jadi iritasi," ujar dr. Richard Yheszkiel dalam tayangan tersebut.
Bukan hanya teknik mencuci muka yang perlu diperhatikan. Frekuensinya juga tidak boleh berlebihan. Terlalu sering mencuci wajah dapat membuat kulit kehilangan kelembapan dan akhirnya lebih mudah mengalami iritasi.
Dalam informasi yang disampaikan, mencuci muka dianjurkan maksimal dua hingga tiga kali sehari, menyesuaikan kebutuhan, seperti setelah bangun tidur, seusai melakukan aktivitas intens atau berkeringat, serta sebelum tidur.
"Kalau misal cuci muka terlalu sering tuh bikin kulitnya iritasi," tambah dr. Richard.
Kesalahan lain yang kerap luput adalah penggunaan air yang terlalu panas. Membilas wajah dengan suhu ekstrem dapat membuat kulit semakin kering dan berpotensi mengganggu kondisi pembuluh kapiler. Karena itu, air hangat kuku lebih disarankan untuk digunakan saat membersihkan wajah.
Setelah dibilas, jangan pula mengeringkan wajah dengan cara menyapu atau menggosokkan handuk secara kasar. Cara yang lebih aman adalah menepuk-nepuk permukaan wajah secara perlahan menggunakan handuk yang bersih.
Kebiasaan membersihkan wajah secara agresif jika dilakukan terus-menerus juga dapat berdampak pada kondisi kulit dalam jangka panjang. Penggunaan pembersih yang terlalu keras dan gesekan berlebihan dapat memicu kemerahan, mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan kulit, hingga mengganggu proses normal pergantian sel kulit.
Ketika proses perawatan justru membuat kulit kehilangan keseimbangannya, masalah lain dapat bermunculan. Termasuk kondisi ketika sel kulit mati menumpuk dan terperangkap sehingga berpotensi berkontribusi terhadap munculnya komedo.
Karena itu, pemilihan produk pembersih menjadi bagian penting dalam rutinitas perawatan. Pembersih dengan formula gentle dapat menjadi pilihan, terutama yang dilengkapi kandungan untuk membantu menenangkan dan menjaga kondisi kulit.
Salah satu bahan yang disebut dapat dimanfaatkan adalah niacinamide. Kandungan tersebut dikenal dapat membantu mengontrol minyak sekaligus mendukung perawatan kulit agar tetap terjaga. Formula yang membantu mempertahankan hidrasi juga penting agar kulit tidak terasa kering setelah mencuci muka.
Perawatan kulit tidak ditentukan oleh seberapa kuat wajah digosok. Justru, kebiasaan sederhana dan konsisten menjadi fondasi utama.
Rutinitas basic skincare dapat dimulai dari tiga langkah mendasar. Pertama, membersihkan wajah dengan lembut. Kedua, menjaga kelembapan kulit menggunakan moisturizer. Ketiga, melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet dengan sunscreen setiap hari.
Perawatan tersebut berlaku untuk siapa saja, tanpa melihat jenis kelamin. Kulit yang sehat bukan hasil dari perlakuan yang keras, melainkan dari kebiasaan yang tepat dan dilakukan secara konsisten.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : YouTube Raditya Dika