RADAR BANYUWANGI - Penyanyi sekaligus produser Petra Sihombing kembali menghadirkan karya baru melalui single bertajuk “Bangga”. Lagu tersebut menjadi ruang bagi Petra untuk menyampaikan rasa kagum dan bangga kepada seseorang yang telah melewati berbagai proses hingga berhasil mencapai impiannya.
Petra menjelaskan, “Bangga” lahir dari perasaan ikut bahagia melihat perjalanan seseorang dari dekat maupun kejauhan. Bukan sekadar mengagumi hasil akhir, lagu ini juga menyoroti proses dan perjuangan yang telah dilalui.
“Bangga” kemudian berkembang menjadi semacam surat cinta untuk orang-orang yang disayangi. Namun, cinta yang dimaksud Petra tidak terbatas pada hubungan romantis. Persahabatan juga menjadi ruang penting yang ingin ia soroti melalui lagu tersebut.
Bagi Petra, menyampaikan perasaan kepada teman secara langsung bukan perkara mudah. Ia mengaku dalam pergaulan lebih sering menjadi pendengar daripada banyak berbicara. Karena itu, musik menjadi cara lain untuk mengungkapkan sesuatu yang sulit disampaikan lewat percakapan.
“Kayaknya ada hal-hal yang lebih cakep diomongin pakai lagu. Nah, ini salah satunya. Ada keindahannya tersendiri kalau menyampaikannya lewat lagu,” ujar Petra, Rabu (12/8), dikutip Antara.
Menariknya, “Bangga” juga menjadi karya yang hadir di luar kebiasaan Petra. Jika biasanya perilisan karya dipersiapkan melalui proses yang lebih panjang, single ini justru muncul secara spontan.
Petra menyebut dirinya belum pernah merilis karya secara mendadak sebelumnya. Meski demikian, ia merasa waktu perilisan “Bangga” sudah tepat sehingga tidak ingin menunda terlalu lama.
“Saya merasa ini harus secepatnya dirilis,” katanya.
Proses pengerjaan single tersebut turut melibatkan orang-orang terdekat Petra. Keluarga bahkan mengambil bagian dalam proses kreatif. Sang anak diminta menuliskan kata “Bangga” untuk kebutuhan artwork, sementara sang istri turut mengisi backing vocal.
Dalam produksi lagu, Petra juga bekerja bersama sejumlah musisi dan pekerja kreatif, di antaranya Abenk Alter dan Rendy Pandugo. Tahap mixing dikerjakan Moko Aguswan.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara