Cottagecore Makin Populer, Ketika Generasi Muda Mulai Mendambakan Hidup yang Lebih Lambat

Loanda Ajeng Rossiani • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 18:22 WIB
Cottagecore kian menarik perhatian generasi muda lewat gaya hidup slow living. (Unsplash/Annie Spratt)
Cottagecore kian menarik perhatian generasi muda lewat gaya hidup slow living. (Unsplash/Annie Spratt)

RADAR BANYUWANGI - Di tengah rutinitas yang serba cepat, sebagian generasi muda justru mulai mencari kesenangan dari hal-hal sederhana.

Memasak, berkebun, membuat roti, merajut, hingga menikmati secangkir teh tanpa tergesa-gesa menjadi aktivitas yang kembali mendapat tempat.

Fenomena tersebut salah satunya tercermin melalui popularitas Cottagecore.

Estetika yang mengangkat romantisme kehidupan pedesaan ini ramai diperbincangkan di media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Pinterest.

Cottagecore bukan sekadar gaya berpakaian dengan motif bunga atau dekorasi rumah bernuansa kayu.

Di balik tampilannya yang identik dengan suasana pedesaan, terdapat gagasan tentang kehidupan yang lebih lambat, sederhana, dan dekat dengan alam.

Konsep tersebut dikenal luas sebagai slow living.

Filosofinya mengajak seseorang untuk tidak terus-menerus mengejar produktivitas, melainkan memberi ruang untuk menikmati proses dan aktivitas sehari-hari.

Bukan Sekadar Tren Busana

Cottagecore kerap divisualisasikan melalui gaun longgar bermotif bunga, dapur dengan perabot kayu, meja makan sederhana, kebun yang dipenuhi tanaman, serta makanan rumahan yang dibuat secara manual.

Namun, daya tariknya tidak berhenti pada persoalan estetika.

Cottagecore menawarkan gambaran tentang kehidupan yang terasa lebih tenang dibandingkan dengan rutinitas modern yang dipenuhi layar gawai, pekerjaan, notifikasi, dan berbagai tuntutan aktivitas.

Bagi sebagian orang, kegiatan seperti merawat tanaman atau membuat makanan dari awal dapat menjadi cara untuk menghadirkan jeda di tengah kesibukan.

Aktivitas tersebut juga memberikan kesempatan untuk menikmati sebuah proses, bukan hanya mengejar hasil akhir.

Hal sederhana seperti membuat roti, misalnya, membutuhkan waktu dan perhatian.

Begitu pula berkebun yang mengharuskan seseorang menunggu tanaman tumbuh.

Dari situlah, nilai slow living menjadi bagian penting dari Cottagecore.

Ketika Hidup Lambat Menjadi Bentuk Jeda

Kehidupan modern membuat masyarakat semakin terbiasa dengan kecepatan.

Informasi datang setiap saat, pekerjaan dapat dilakukan dari berbagai tempat, sementara media sosial menghadirkan berbagai tuntutan untuk terus mengikuti perkembangan.

Situasi tersebut membuat gagasan untuk memperlambat tempo kehidupan terasa semakin relevan.

Cottagecore menawarkan alternatif melalui aktivitas yang sederhana dan dekat dengan keseharian.

Merajut, berkebun, membuat kue, membaca buku, menyeduh teh, atau memasak makanan rumahan tidak harus dipandang sebagai kegiatan besar.

Justru aktivitas kecil tersebut dapat menjadi ruang untuk beristirahat dari rutinitas yang menuntut perhatian secara terus-menerus.

Dalam pandangan ini, seseorang tidak perlu meninggalkan pekerjaan atau kehidupan perkotaan untuk menerapkan slow living.

Prinsipnya dapat dimulai dari bagaimana seseorang menggunakan waktu dan menentukan hal-hal yang dianggap penting.

Tidak Harus Pindah ke Desa

Cottagecore memang banyak menampilkan gambaran rumah kecil di tengah alam.

Namun, menerapkan nilai yang dibawanya tidak berarti seseorang harus benar-benar pindah ke pedesaan.

Masyarakat perkotaan tetap dapat mengambil elemennya dalam kehidupan sehari-hari.

Menanam tanaman di halaman atau balkon, memasak makanan sendiri, mengurangi penggunaan gawai pada waktu tertentu, hingga menyediakan ruang untuk kegiatan kreatif dapat menjadi langkah sederhana.

Bahkan, suasana Cottagecore dapat dibangun melalui hal-hal yang sudah tersedia di rumah.

Peralatan dapur sederhana, tanaman dalam pot, kain bermotif bunga, keranjang anyaman, atau kebiasaan menikmati sarapan tanpa terburu-buru dapat menciptakan pengalaman yang lebih dekat dengan konsep tersebut.

Intinya bukan menciptakan kehidupan yang terlihat sempurna seperti dalam unggahan media sosial.

Yang lebih penting adalah menghadirkan kebiasaan yang membuat seseorang merasa lebih terhubung dengan aktivitas yang sedang dijalani.

Banyuwangi dan Potensi Gaya Hidup Dekat Alam

Bagi masyarakat Banyuwangi, gagasan tersebut sebenarnya bukan sesuatu yang sepenuhnya asing.

Lingkungan pedesaan, aktivitas berkebun, memasak makanan rumahan, serta kehidupan yang dekat dengan alam telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat di sejumlah wilayah.

Karena itu, Cottagecore dapat dilihat bukan hanya sebagai tren dari media sosial.

Estetika tersebut juga memperlihatkan bagaimana aktivitas sederhana yang selama ini dianggap biasa justru kembali dicari oleh masyarakat modern.

Perbedaannya terletak pada cara generasi digital mengemas dan membagikannya.

Aktivitas berkebun, memasak, merawat rumah, atau menikmati suasana pedesaan kini dapat menjadi konten visual yang menarik sekaligus merepresentasikan keinginan untuk menjalani hidup dengan tempo lebih tenang.

Di titik inilah Cottagecore menjadi menarik.

Tren tersebut mempertemukan kehidupan tradisional dengan budaya digital.

Kehidupan sederhana yang dahulu berlangsung tanpa banyak perhatian kini justru dapat menjadi inspirasi di tengah dunia yang semakin terkoneksi.

Menemukan Ketenangan Tanpa Meninggalkan Kehidupan Modern

Popularitas Cottagecore menunjukkan bahwa kehidupan sederhana memiliki daya tarik tersendiri di tengah perkembangan teknologi dan tuntutan produktivitas.

Tidak semua orang membutuhkan perubahan besar untuk mendapatkan ketenangan.

Terkadang, jeda dapat dimulai dari aktivitas yang sangat kecil, menanam satu pot tanaman, membuat makanan sendiri, membaca beberapa halaman buku, atau sekadar menikmati pagi tanpa terus melihat layar ponsel.

Cottagecore juga menunjukkan bahwa slow living bukan perlombaan baru yang harus dilakukan dengan sempurna.

Tidak ada keharusan memiliki rumah bergaya pedesaan, kebun luas, maupun koleksi peralatan tertentu.

Esensinya adalah memberikan ruang bagi diri sendiri untuk menikmati proses, mengurangi hal-hal yang tidak perlu, serta kembali memperhatikan lingkungan sekitar.

Di tengah kehidupan yang terus bergerak cepat, mungkin justru kemampuan untuk berhenti sejenak menjadi sesuatu yang semakin berharga.

Cottagecore menawarkan cara sederhana untuk mengingat kembali hal tersebut tanpa harus benar-benar meninggalkan kehidupan modern.

Editor : Lugas Rumpakaadi
slow living Cottagecore Tren Gaya Hidup Gaya Hidup Sederhana generasi muda