Mirror Selfie Makin Dilirik di Berbagai Event, Bukan Sekadar Spot Foto tapi Jadi Peluang Bisnis

Rizki Anindiya Putri • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 14:45 WIB
Mirror selfie mulai menjadi daya tarik di berbagai event. (Rizkia untuk Radar Banyuwangi)
Mirror selfie mulai menjadi daya tarik di berbagai event. (Rizkia untuk Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI - Cermin kini tak lagi hanya digunakan untuk berkaca.

Di tengah kebiasaan masyarakat, terutama anak muda, mengabadikan dan membagikan momen di media sosial, mirror selfie mulai menjadi salah satu daya tarik dalam berbagai acara.

Festival, bazar, kegiatan sekolah, pesta ulang tahun hingga gathering menjadi sejumlah kegiatan yang dapat memanfaatkan spot foto tersebut.

Kehadirannya memberikan pilihan bagi pengunjung untuk mengabadikan momen dengan cara yang lebih santai dan kreatif.

Berbeda dengan spot foto biasa, mirror selfie memungkinkan pengunjung melihat langsung refleksi dirinya ketika mengambil gambar.

Cermin cembung juga memberikan bidang pantulan yang lebih luas sehingga beberapa orang dapat berfoto bersama dalam satu frame.

Tampilan cermin biasanya turut dibuat menyesuaikan karakter acara.

Stiker, tulisan, ilustrasi, ornamen warna-warni hingga berbagai dekorasi dapat ditambahkan agar tampilannya lebih menarik.

Bagi pengunjung, daya tariknya bukan semata soal menghasilkan foto yang bagus.

Spot tersebut juga menjadi sarana untuk menyimpan momen kebersamaan bersama teman maupun orang terdekat ketika menghadiri sebuah acara.

Salah seorang penikmat mirror selfie, Putri, mengaku tertarik dengan konsep tersebut karena tampilannya yang unik dan dapat digunakan untuk mengabadikan kebersamaan.

“Aku tertarik karena lucu aja sih, terus juga untuk mengabadikan momen bersama,” ujar Putri, Senin (10/8).

Fenomena tersebut menunjukkan adanya perubahan fungsi cermin dalam sebuah event.

Benda yang sebelumnya identik dengan kebutuhan pribadi kini dapat dikemas menjadi bagian dari pengalaman pengunjung.

Tidak berhenti sebagai fasilitas foto, konsep tersebut juga membuka peluang bagi pelaku usaha kreatif melalui layanan mirror booth.

Jasa tersebut dapat dirancang sesuai kebutuhan dan tema acara, mulai dari desain cermin, dekorasi, pencahayaan hingga penyediaan properti foto.

Pilihan konsepnya pun dapat disesuaikan dengan jenis kegiatan.

Pesta ulang tahun, pernikahan, acara sekolah, gathering, festival maupun bazar berpotensi menggunakan layanan tersebut sebagai salah satu fasilitas bagi pengunjung.

Bagi penyelenggara, kehadiran spot foto yang menarik juga memiliki nilai promosi.

Pengunjung yang merasa tertarik dapat mengabadikan momen, kemudian mengunggah hasilnya ke media sosial masing-masing.

Unggahan tersebut secara tidak langsung dapat membantu memperkenalkan suasana acara kepada orang lain.

Foto yang dibagikan pengunjung juga memungkinkan sebuah event memperoleh eksposur tambahan melalui jaringan pertemanan dan pengikut di media sosial.

Karena itu, mirror selfie dapat ditempatkan bukan hanya sebagai dekorasi atau fasilitas hiburan, tetapi juga sebagai bagian dari strategi menciptakan pengalaman pengunjung.

Semakin menarik konsep yang ditawarkan, semakin besar pula peluang pengunjung untuk berinteraksi dan membagikan momen dari sebuah acara.

Di tengah perkembangan industri kreatif dan kebiasaan masyarakat membuat konten, peluang semacam itu bisa berangkat dari hal sederhana.

Cermin dapat dikembangkan menjadi produk jasa dengan nilai tambah ketika dipadukan dengan desain, dekorasi dan konsep yang tepat.

Editor : Lugas Rumpakaadi
event Banyuwangi mirror selfie mirror booth bisnis kreatif spot foto