Dikira Syuting di Studio Mewah, Ternyata Cuma Bermodal Green Screen dan Tata Cahaya

Mayang Dwi Febrianti • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 14:17 WIB
Banyak video berlatar studio megah ternyata diproduksi di ruang sederhana menggunakan green screen. (Mayang untuk Radar Banyuwangi)
Banyak video berlatar studio megah ternyata diproduksi di ruang sederhana menggunakan green screen. (Mayang untuk Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI - Banyak penonton mengira tayangan dengan latar studio megah dan visual layaknya siaran televisi nasional diproduksi di gedung penyiaran berteknologi tinggi dengan biaya besar. Faktanya, tampilan profesional tersebut bisa diwujudkan di ruang produksi sederhana yang hanya memanfaatkan kain hijau atau green screen, kamera, dan tata cahaya yang presisi.

Di balik visual yang tampak mewah, proses pengambilan gambar sebenarnya berlangsung jauh lebih sederhana. Seorang presenter atau talent cukup duduk di depan latar berwarna hijau dengan dukungan lampu studio dan kamera. Seluruh tampilan latar belakang kemudian dibentuk melalui proses penyuntingan menggunakan teknik chroma key, sehingga menghasilkan studio virtual yang tampak realistis.

Teknologi green screen memungkinkan warna hijau pada latar dihapus secara digital, kemudian diganti dengan berbagai gambar maupun video sesuai kebutuhan. Mulai ruang siaran berita modern, ruang presentasi virtual, hingga animasi grafis interaktif dapat ditampilkan tanpa harus membangun dekorasi fisik ataupun berpindah lokasi syuting.

Pemanfaatan teknologi tersebut kini semakin luas. Tidak hanya digunakan industri penyiaran dan perfilman, green screen juga menjadi andalan rumah produksi, kreator konten digital, institusi pendidikan, hingga perusahaan yang memproduksi video promosi. Fleksibilitas konsep visual serta efisiensi biaya menjadi alasan utama teknologi ini semakin diminati.

Meski proses editing memiliki peran penting, kualitas visual ternyata lebih dahulu ditentukan saat proses pengambilan gambar. Pencahayaan yang merata pada kain hijau menjadi faktor utama agar proses pemisahan objek dan latar berlangsung presisi tanpa menyisakan bayangan atau tepi gambar yang kasar.

"Kunci utama dari hasil green screen yang rapi sebenarnya bukan cuma di aplikasi editing, tapi pada kerapian tata cahaya di lapangan. Kalau kain hijaunya tidak kena bayangan dan pencahayaan pada subjek diatur dengan pas, proses mengganti latarnya jadi sangat mudah dan hasilnya terlihat menyatu alami," ujar Nazillah, salah satu anggota tim kreatif di balik proses produksi.

Menurutnya, tim selalu memastikan pencahayaan pada latar dan talent seimbang sebelum proses perekaman dimulai. Kesalahan kecil dalam penempatan lampu dapat membuat proses penyuntingan menjadi lebih rumit dan memengaruhi kualitas visual akhir.

Berkembangnya teknologi editing video membuat produksi berkualitas tinggi kini semakin mudah dijangkau. Studio berukuran kecil tidak lagi menjadi hambatan untuk menghasilkan tayangan profesional selama didukung kreativitas, penguasaan teknik pencahayaan, serta kemampuan mengolah visual pada tahap pascaproduksi.

Penggunaan green screen juga memberikan keleluasaan bagi tim produksi untuk mengganti konsep visual kapan saja tanpa harus melakukan pengambilan gambar ulang di lokasi berbeda. Cara ini dinilai lebih efisien dari sisi waktu maupun anggaran dibanding membangun set fisik yang membutuhkan biaya besar.

Editor : Lugas Rumpakaadi
green screen