Mengapa Gaya Rambut Cepol Tak Pernah Sepi Peminat? Praktis, Nyaman, dan Cocok untuk Berbagai Kesempatan

Desila Aini Hidayah • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 06:17 WIB
Tren gaya rambut cepol kembali diminati karena praktis, nyaman, dan mudah dibuat. (Desi untuk Radar Banyuwangi)
Tren gaya rambut cepol kembali diminati karena praktis, nyaman, dan mudah dibuat. (Desi untuk Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI - Di tengah tren gaya rambut yang terus berganti, model cepol tetap mampu mempertahankan popularitasnya. Kemudahan dalam penataan, rasa nyaman saat digunakan, serta variasi model yang semakin beragam membuat gaya rambut ini kembali banyak dipilih perempuan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Tidak lagi identik sebagai gaya rambut di rumah, cepol kini menjadi pilihan saat berangkat sekolah, kuliah, bekerja, berolahraga hingga menghadiri kegiatan santai. Model yang sederhana tetapi tetap rapi membuat banyak perempuan memilihnya sebagai solusi ketika memiliki waktu terbatas untuk menata rambut.

Perkembangan tren kecantikan turut menghadirkan beragam variasi gaya cepol. Mulai dari high bun, low bun, hingga messy bun kini banyak digunakan sesuai kebutuhan dan karakter penampilan. Tak sedikit pula yang menambahkan scrunchie, pita, atau jepit rambut bermotif bunga maupun kupu-kupu untuk memberikan sentuhan yang lebih manis.

Variasi tersebut membuat cepol mudah dipadukan dengan berbagai gaya busana, baik kasual maupun semi formal. Penataan yang hanya membutuhkan beberapa menit juga menjadi alasan mengapa model ini tetap diminati oleh berbagai kalangan.

Selain memberikan kesan rapi, gaya cepol juga dinilai lebih nyaman, terutama saat cuaca panas. Rambut yang diikat ke atas membantu mengurangi rasa gerah di area leher sehingga tidak mengganggu aktivitas.

Model ini juga banyak dipilih saat berolahraga karena rambut tidak mudah menutupi wajah. Bagi pekerja lapangan maupun mahasiswa yang memiliki mobilitas tinggi, cepol menjadi pilihan praktis karena rambut tetap tertata sepanjang hari.

Namun, penataan rambut sebaiknya tidak dilakukan terlalu kencang. Mengikat rambut secara berlebihan dalam waktu lama dapat membuat akar rambut tertarik sehingga berpotensi menyebabkan rambut mudah patah. Menggunakan ikat rambut berbahan lembut menjadi salah satu cara untuk menjaga rambut tetap rapi tanpa mengurangi kenyamanan.

Bagi perempuan berhijab, model low bun atau cepol rendah menjadi salah satu yang paling banyak dipilih. Posisi cepol yang berada di bagian bawah kepala membuat hijab terlihat lebih natural dan tidak terlalu menonjol pada bagian belakang.

Sebagian pengguna juga memanfaatkan inner hijab khusus maupun ikat rambut berbahan lembut agar rambut tetap tertata rapi sekaligus membuat hijab nyaman dikenakan dalam waktu lama.

Popularitas gaya cepol juga didukung banyaknya tutorial yang beredar di media sosial. Beragam konten yang memperlihatkan cara membuat cepol sederhana dalam hitungan menit memudahkan siapa saja untuk mencoba berbagai variasi tanpa memerlukan keterampilan khusus.

Di sisi lain, aksesori rambut seperti scrunchie, pita, hingga jepit dekoratif kini semakin mudah ditemukan dengan harga yang relatif terjangkau. Kehadiran aksesori tersebut membuat tampilan cepol terlihat lebih menarik tanpa memerlukan penataan yang rumit.

Salah seorang pengguna, Novi, mengaku lebih sering memilih gaya rambut cepol karena praktis digunakan saat menjalani aktivitas harian.

"Kalau lagi pakai hijab aku paling sering cepol rambut biar lebih rapi dan nyaman dipakai seharian," ujarnya.

Menurutnya, model low bun membuat hijab lebih mudah dikenakan dan tetap nyaman meski digunakan sejak pagi hingga sore. Ia juga tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk menata rambut sebelum beraktivitas.

Editor : Lugas Rumpakaadi
tren gaya rambut