Bunga Segar Kian Populer di Kalangan Remaja, Estetika Visual dan Media Sosial Dorong Lonjakan Permintaan Florist Lokal

Mayang Dwi Febrianti • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 11:44 WIB
Tren fresh flower kembali diminati generasi muda sebagai hadiah wisuda, ulang tahun, dan self-reward. (Mayang untuk Radar Banyuwangi)
Tren fresh flower kembali diminati generasi muda sebagai hadiah wisuda, ulang tahun, dan self-reward. (Mayang untuk Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI - Tren memberikan fresh flower atau bunga segar kembali menguat di kalangan generasi muda. Buket bunga kini menjadi pilihan utama untuk merayakan berbagai momen spesial, mulai dari wisuda, ulang tahun, hingga sebagai bentuk apresiasi terhadap diri sendiri atau self-reward.

Fenomena tersebut terlihat dari meningkatnya permintaan buket bunga segar di berbagai gerai florist lokal maupun layanan pemesanan daring dalam beberapa bulan terakhir. Kehadiran bunga segar tidak lagi dipandang sekadar pelengkap acara, melainkan telah menjadi bagian dari gaya hidup yang mengedepankan nilai estetika sekaligus makna emosional.

Perubahan tren ini juga menunjukkan bergesernya persepsi masyarakat, khususnya kalangan remaja dan mahasiswa, terhadap bunga. Jika sebelumnya bunga lebih identik dengan acara formal atau keagamaan, kini buket bunga segar menjadi media untuk menyampaikan perhatian, dukungan, rasa sayang, hingga ucapan selamat dengan cara yang lebih personal.

Keunggulan utama fresh flower terletak pada tampilannya yang alami. Warna kelopak yang lebih hidup, tekstur yang lembut, serta aroma khas bunga segar menghadirkan pengalaman yang tidak dapat digantikan oleh bunga tiruan. Karakter alami tersebut dinilai mampu memberikan kesan lebih mendalam sekaligus meninggalkan kenangan bagi penerimanya.

Popularitas bunga segar juga tidak lepas dari pengaruh media sosial. Platform seperti Instagram dan TikTok mendorong munculnya budaya mendokumentasikan setiap momen penting. Buket bunga dengan susunan yang menarik dan warna-warna cerah menjadi objek foto yang dinilai mampu mempercantik tampilan unggahan di media sosial.

Tak hanya menjadi hadiah, buket bunga kini juga menjadi bagian dari elemen visual yang mendukung konsep foto maupun video. Wrapping modern, perpaduan warna yang harmonis, hingga tampilan bunga yang masih segar membuat banyak anak muda menjadikannya sebagai pelengkap dokumentasi berbagai perayaan.

Melihat tingginya minat tersebut, pelaku usaha florist lokal terus berinovasi menghadirkan berbagai konsep rangkaian bunga yang mengikuti perkembangan selera pasar. Gaya rustic, Korean bouquet yang minimalis, hingga kombinasi warna pastel menjadi beberapa desain yang paling banyak diminati konsumen.

Selain itu, konsumen juga diberikan keleluasaan memilih jenis bunga, warna, hingga konsep rangkaian sesuai karakter penerima. Fleksibilitas tersebut membuat buket bunga segar mampu memberikan kesan eksklusif meski digunakan untuk berbagai jenis perayaan.

Salah seorang pembeli mengaku lebih menyukai bunga segar dibandingkan bunga artificial karena tampilannya dinilai jauh lebih alami.

"Beda banget sih kalau bunga asli, warnanya kelihatan lebih hidup dan aromanya alami. Kalau bunga plastik kan kelihatan kaku, nah yang segar gini tuh lebih dapat cantiknya dan lebih berkesan," ujarnya.

Meningkatnya tren penggunaan fresh flower turut membawa dampak positif bagi pelaku industri florist serta petani bunga lokal. Tingginya permintaan membuka peluang pasar yang semakin luas sekaligus mendorong berkembangnya industri kreatif berbasis produk hortikultura.

Editor : Lugas Rumpakaadi
fresh flower