Fans CORTIS Geram, Juhoon Diklaim Hanya Mendapat 40 Detik Screen Time pada Livestream Lollapalooza

Meivira Choirotul Aqila • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 11:34 WIB
Penampilan perdana CORTIS di Lollapalooza menuai kontroversi. (X/CORTIS)
Penampilan perdana CORTIS di Lollapalooza menuai kontroversi. (X/CORTIS)

RADARBANYUWANGI.ID - Penampilan perdana boy group CORTIS di panggung festival musik internasional Lollapalooza sukses menarik perhatian publik global. Grup tersebut tampil selama hampir 45 menit dengan membawakan sejumlah lagu di hadapan ribuan penonton.

Namun, di balik penampilan yang mendapat sambutan meriah, muncul gelombang protes dari kalangan penggemar CORTIS atau COER. Mereka menyoroti minimnya sorotan kamera yang diterima salah satu anggota, Juhoon, selama siaran langsung (livestream) festival tersebut.

Para penggemar menilai Juhoon hanya memperoleh sekitar 40 detik screen time sepanjang penampilan yang berlangsung hampir 45 menit. Kekecewaan itu langsung membanjiri media sosial X sesaat setelah livestream berakhir.

Salah satu penggemar melalui akun @Zzwithju813 mempertanyakan keputusan pengarahan kamera yang dinilai tidak adil. Menurutnya, kamera beberapa kali justru beralih ke anggota lain ketika Juhoon sedang menyanyikan bagiannya sendiri.

Penggemar tersebut menilai momen debut CORTIS di salah satu festival musik terbesar dunia semestinya menjadi kesempatan bagi seluruh anggota memperoleh eksposur yang setara di hadapan penonton internasional.

Keluhan serupa disampaikan akun @2c2_77. Ia mengaku banyak penggemar rela begadang karena perbedaan zona waktu demi menyaksikan penampilan Juhoon. Namun, harapan itu pupus karena sang idola dinilai nyaris tidak mendapat sorotan kamera.

Minimnya tayangan Juhoon selama siaran langsung bahkan membuat sebagian penggemar mengandalkan rekaman penonton atau fancam agar dapat menyaksikan penampilan sang idola secara utuh.

Akun @mawaradint74108 menyebut setiap kali Juhoon mendapat bagian menyanyi, kamera justru mengarah ke area lain atau menampilkan anggota yang sedang tidak bernyanyi. Kondisi tersebut membuat fancam dianggap menjadi satu-satunya cara untuk menikmati penampilan Juhoon secara lengkap.

Reaksi keras juga datang dari penggemar Indonesia. Akun @konoplaythebeat mengungkapkan kekesalannya karena sejak awal menunggu bagian Juhoon, tetapi kamera dinilai tidak pernah memberikan sorotan yang semestinya.

Bagi para penggemar, insiden di Lollapalooza bukan sekadar persoalan teknis saat siaran langsung. Mereka menilai kejadian tersebut merupakan puncak dari dugaan perlakuan tidak setara yang selama ini diterima Juhoon.

Beberapa aspek yang kembali disoroti meliputi pembagian lirik lagu yang dinilai lebih sedikit, penataan rambut, minimnya jadwal individu, hingga absennya konten solo Juhoon di TikTok selama hampir dua bulan.

Akun @jyaryyy mengaku kecewa karena menurutnya Juhoon tidak hanya memiliki screen time paling sedikit, tetapi juga minim jadwal individu, porsi menyanyi, hingga penataan penampilan dibanding anggota lainnya.

Senada dengan itu, akun @yyoungying menyebut Juhoon secara konsisten memperoleh screen time paling sedikit, bagian lirik paling minim, serta jadwal individu yang jauh lebih sedikit dibanding anggota lain.

Perdebatan semakin meluas setelah beredar grafik yang diklaim berisi data jadwal kegiatan individu anggota CORTIS sepanjang 2026. Dalam grafik tersebut, Juhoon disebut hanya memiliki tiga agenda individu, yakni Eunchae's Star Diary, Inkigayo, dan Ggondaehee.

Jumlah tersebut terpaut cukup jauh dibanding anggota lain. Martin dan Keonho masing-masing disebut memiliki tujuh agenda individu, sedangkan James dan Sean masing-masing mengantongi lima agenda.

Perbedaan tersebut memicu anggapan adanya ketimpangan perlakuan terhadap Juhoon. Akun @pwi1873101 menilai kondisi tersebut sudah begitu jelas sehingga bahkan dapat disadari oleh masyarakat yang bukan penggemar CORTIS.

Sementara itu, akun @YaQ43100529 mengunggah gambar bertuliskan "Where is Juhoon" sembari mendesak agar Juhoon memperoleh perlakuan yang sama dengan anggota lainnya, terutama dalam kegiatan berskala besar yang memiliki eksposur internasional.

Sejumlah penggemar juga menilai kontribusi Juhoon beserta basis penggemarnya selama ini belum mendapat apresiasi yang sepadan. Mereka mengaku terus mendukung grup melalui aktivitas streaming, voting, hingga promosi, tetapi merasa aspirasi mereka tidak direspons secara memadai.

Akun @oiciuchetroiii bahkan mengingatkan bahwa ketidakpuasan penggemar berpotensi memberikan dampak jangka panjang apabila manajemen tidak segera melakukan evaluasi terhadap perlakuan kepada seluruh anggota.

Gelombang protes semakin terorganisasi melalui penggunaan tagar #FairTreatmentForJUHOON dan #StopMistreatingJUHOON yang terus digaungkan di media sosial X. Penggemar ramai-ramai menandai akun resmi @cortis_bighit dan @BIGHIT_MUSIC sebagai bentuk tuntutan agar persoalan tersebut mendapat perhatian.

Salah satu unggahan dari akun @xxxx002459 menegaskan bahwa Juhoon dinilai berhak memperoleh kesempatan tampil, sorotan kamera, serta jadwal kegiatan yang setara dengan anggota CORTIS lainnya.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat pernyataan resmi dari pihak BIGHIT MUSIC maupun manajemen CORTIS terkait keluhan penggemar mengenai pembagian screen time, eksposur panggung, maupun perbedaan jadwal individu Juhoon.

Sementara itu, diskusi mengenai dugaan ketimpangan perlakuan terhadap Juhoon masih terus berlangsung di media sosial. Para penggemar berharap pihak manajemen segera memberikan penjelasan sekaligus melakukan evaluasi agar seluruh anggota memperoleh kesempatan yang adil dalam setiap kegiatan grup.

Editor : Lugas Rumpakaadi
CORTIS