RADARBANYUWANGI.ID - Peluncuran video musik animasi lagu terbaru berjudul "THAT GIRL" milik penyanyi sekaligus penulis lagu Tyla memicu kontroversi di media sosial. Karya yang mengusung konsep animasi bergaya retro itu menuai kritik tajam setelah muncul dugaan kuat bahwa proses pembuatannya memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau generative AI.
Berdasarkan laporan media seni dan desain Creative Bloq pada 30 Juli 2026, video musik tersebut menjadi bahan perdebatan di kalangan warganet maupun komunitas seni. Sejumlah penonton menilai kualitas visual animasi memperlihatkan karakteristik yang identik dengan hasil gambar berbasis AI.
Secara visual, video musik "THAT GIRL" menampilkan nuansa neon dengan tipografi klasik yang mengingatkan pada film animasi Cool World (1992). Gaya tersebut semula mendapat perhatian karena menghadirkan sentuhan estetika retro yang khas.
Namun, tidak lama setelah dirilis, penonton mulai menemukan sejumlah kejanggalan pada animasi. Di antaranya perubahan desain karakter yang tidak konsisten dari satu adegan ke adegan lain, hingga munculnya kesalahan anatomi berupa jumlah jari yang berlebihan pada beberapa karakter. Cacat visual semacam ini selama ini kerap dikaitkan dengan hasil gambar yang dibuat menggunakan AI generatif.
Temuan tersebut memicu gelombang kritik di platform X. Salah seorang pengguna yang dikutip Creative Bloq dalam unggahan pada 29 Juli 2026 menilai konsep video musik sebenarnya memiliki potensi, tetapi dinilai gagal dieksekusi dengan baik.
Pengguna tersebut berpendapat Tyla diduga ingin menghadirkan karakter Holli Would dari film Cool World karya Ralph Bakshi sebagai inspirasi utama. Namun, menurutnya, kualitas animasi justru menurun karena dianggap terlalu banyak memanfaatkan AI sehingga hasil akhirnya terlihat kurang rapi.
Sorotan publik semakin menguat setelah diketahui studio animasi yang menggarap proyek tersebut, Biuro, pernah menggunakan teknologi AI dalam sejumlah karya sebelumnya. Fakta itu semakin memperkuat dugaan sebagian warganet bahwa AI juga dimanfaatkan dalam produksi video musik "THAT GIRL".
Di sisi lain, tidak sedikit penggemar yang memilih membela Tyla. Sebagian menduga kontroversi tersebut bisa saja merupakan strategi pemasaran untuk meningkatkan perhatian publik terhadap perilisan lagu barunya.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Tyla maupun tim produksinya mengenai dugaan penggunaan AI dalam video musik tersebut. Ketiadaan klarifikasi membuat perdebatan terus berkembang sekaligus menunjukkan bahwa penggunaan AI generatif di industri kreatif masih menjadi isu yang sangat sensitif, terutama bagi komunitas seniman dan animator.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Creative Bloq