Personal Color Kian Digandrungi, Teknologi Digital Permudah Menentukan Warna Busana yang Tepat

Shinta Ayu Rahma Wardani • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 14:06 WIB
Tren personal color semakin diminati masyarakat Indonesia. (Pexels/Helena Lopes)
Tren personal color semakin diminati masyarakat Indonesia. (Pexels/Helena Lopes)

RADARBANYUWANGI.ID - Tren analisis personal color terus berkembang di Indonesia seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya memilih warna busana maupun tata rias yang selaras dengan rona kulit atau undertone. Pemilihan palet warna yang tepat dinilai mampu menonjolkan warna alami kulit, membuat wajah tampak lebih segar, sekaligus meningkatkan rasa percaya diri.

Konsep personal color pada dasarnya mengelompokkan karakter warna seseorang ke dalam empat kategori musim, yakni Spring, Summer, Autumn, dan Winter. Pemilik warm undertone umumnya termasuk dalam kategori Spring atau Autumn, sedangkan mereka yang memiliki cool undertone berada pada kelompok Summer atau Winter.

Pemahaman terhadap kategori tersebut menjadi penting karena kesalahan memilih warna pakaian maupun riasan dapat menimbulkan efek visual yang kurang menguntungkan. Warna yang tidak sesuai dengan karakter kulit berpotensi membuat wajah terlihat kusam, pucat, hingga mengurangi kesan segar pada penampilan.

Seiring meningkatnya popularitas tren tersebut, industri ritel mode mulai mengadopsi teknologi digital untuk memudahkan konsumen mengenali karakter warna masing-masing. Inovasi ini dihadirkan agar proses memilih produk menjadi lebih praktis sekaligus memberikan pengalaman berbelanja yang lebih personal.

Salah satu langkah tersebut dilakukan UNIQLO Indonesia melalui peluncuran fitur digital Personal Color Tool. Fitur ini dirancang untuk membantu pengguna mengetahui kategori personal color season sekaligus memperoleh rekomendasi warna pakaian yang sesuai dengan karakter kulit.

Dikutip dari Validnews.id, Marketing Manager UNIQLO Indonesia, Lisqia Lalantika, mengatakan bahwa fitur tersebut tidak hanya membantu pengguna mengenali palet warna yang paling sesuai, tetapi juga memberikan inspirasi padu padan busana berdasarkan hasil analisis yang diperoleh.

"Melalui Personal Color Tool, kami ingin memberikan pengalaman berbelanja yang lebih menyenangkan dan relevan bagi setiap individu. Kami percaya setiap orang memiliki karakter unik dan warna dapat menjadi cara sederhana yang kuat untuk mengekspresikannya," ujar Lisqia dalam keterangan resminya.

Hadirnya teknologi analisis personal color menunjukkan transformasi industri ritel yang semakin mengedepankan layanan berbasis kebutuhan individu. Selain membuat proses berbelanja lebih efisien, pemahaman mengenai warna yang sesuai kini juga menjadi bagian dari upaya membangun citra diri yang harmonis dan meningkatkan kepercayaan diri di tengah perkembangan tren fesyen modern.

Editor : Lugas Rumpakaadi
personal color