RADARBANYUWANGI.ID - Fenomena modifikasi sepeda motor harian di kalangan anak muda terus menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Aktivitas mengubah tampilan maupun performa kendaraan dinilai mampu menjadi sarana menyalurkan kreativitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif. Namun, di sisi lain, modifikasi yang mengabaikan standar keselamatan juga memunculkan kritik karena berpotensi mengganggu kenyamanan publik dan meningkatkan risiko kecelakaan di jalan raya.
Maraknya tren modifikasi motor turut memberikan dampak positif terhadap geliat usaha kecil. Bengkel kustom, jasa pengecatan, hingga toko aksesori kendaraan memperoleh peluang usaha dari tingginya minat masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mempersonalisasi kendaraan mereka.
Bagi sebagian anak muda, sepeda motor kini tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi menuju sekolah, kampus, atau tempat kerja. Kendaraan juga menjadi media untuk mengekspresikan karakter dan identitas diri melalui sentuhan modifikasi yang sesuai dengan selera masing-masing.
Rasta (20), salah seorang penggemar modifikasi motor, mengatakan hobi tersebut menjadi kegiatan positif yang mampu mengembangkan kreativitas sekaligus keterampilan.
"Bagiku, modifikasi itu cara menyalurkan hobi dan kreativitas daripada terjerumus ke hal-hal negatif. Selain bisa mengasah keterampilan teknis, hobi ini juga bikin kita punya banyak teman komunitas dan meramaikan usaha bengkel-bengkel kecil langganan," ujarnya.
Meski membawa dampak ekonomi, fenomena ini juga menuai kritik dari masyarakat. Persoalan muncul ketika modifikasi dilakukan secara berlebihan tanpa memperhatikan aspek keselamatan maupun kenyamanan pengguna jalan lainnya.
Penggunaan knalpot bising, ban berukuran tidak sesuai standar, hingga pencopotan kaca spion menjadi beberapa bentuk modifikasi yang kerap dipersoalkan. Selain menimbulkan polusi suara, perubahan tersebut dinilai dapat mengurangi tingkat keamanan kendaraan saat digunakan di jalan umum.
Devi (40), salah seorang warga, menilai kreativitas anak muda patut mendapat apresiasi selama tetap memperhatikan aturan dan kepentingan masyarakat.
"Kreativitas anak muda sebenarnya bagus dan patut didukung, asal tetap ingat tempat dan waktu. Kalau motor pakai knalpot bising atau komponen yang kurang aman, sebaiknya dipakai di tempat khusus seperti ajang kontes saja agar tidak mengganggu ketenangan jalan umum," katanya.
Perbedaan pandangan mengenai modifikasi motor mendorong munculnya harapan agar tersedia wadah resmi yang dapat mengakomodasi kreativitas para penghobi. Kontes modifikasi yang digelar secara berkala maupun regulasi yang lebih jelas dinilai dapat menjadi solusi untuk menyeimbangkan kepentingan pelaku industri kreatif dengan kenyamanan masyarakat.
Editor : Lugas Rumpakaadi