Experience Over Things Jadi Tren Baru, Gen Z Banyuwangi Lebih Pilih Mengumpulkan Kenangan daripada Barang

Rizki Anindiya Putri • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 12:11 WIB
Generasi Z semakin mengutamakan pengalaman dibandingkan membeli barang. (Pexels/Q. Hưng Phạm)
Generasi Z semakin mengutamakan pengalaman dibandingkan membeli barang. (Pexels/Q. Hưng Phạm)

RADARBANYUWANGI.ID - Pola konsumsi Generasi Z terus mengalami perubahan. Jika generasi sebelumnya menjadikan kepemilikan barang sebagai salah satu simbol keberhasilan, kini banyak anak muda justru lebih memilih menginvestasikan uang untuk memperoleh pengalaman yang berkesan.

Fenomena yang dikenal dengan istilah experience over things itu terlihat dari meningkatnya minat anak muda terhadap aktivitas seperti liburan singkat, berburu kuliner, menonton konser, hingga mengikuti kelas kreatif. Beragam kegiatan tersebut dinilai mampu menghadirkan kebahagiaan sekaligus menjadi bagian dari perjalanan hidup yang sulit tergantikan oleh kepemilikan barang.

Bagi Gen Z, pengalaman tidak hanya menjadi sarana hiburan. Aktivitas yang dijalani juga membentuk cerita, memperluas wawasan, serta menjadi bagian dari identitas diri. Karena itu, banyak di antara mereka yang lebih memilih menyisihkan uang untuk menikmati pengalaman baru dibandingkan membeli barang yang bersifat konsumtif.

Perkembangan media sosial turut memperkuat tren tersebut. Sebagai generasi yang tumbuh di era digital, Gen Z terbiasa membagikan momen melalui berbagai platform. Potret menikmati matahari terbit di pegunungan, menjelajahi destinasi wisata, hingga mencicipi kuliner baru dianggap lebih mampu merepresentasikan diri dibandingkan sekadar menunjukkan barang yang dimiliki.

Selain itu, fenomena fear of missing out (FOMO) juga menjadi salah satu faktor yang mendorong perubahan perilaku tersebut. Saat melihat teman atau kreator favorit membagikan pengalaman menarik, muncul keinginan untuk ikut merasakan pengalaman serupa. Terlebih, banyak kegiatan seperti konser, festival, maupun pameran hanya berlangsung dalam waktu terbatas sehingga dianggap sebagai kesempatan yang sayang dilewatkan.

Perubahan gaya hidup itu juga dipengaruhi kondisi ekonomi. Di tengah meningkatnya harga rumah, kendaraan, serta kebutuhan pokok, sebagian anak muda menilai memperoleh aset membutuhkan waktu yang relatif panjang. Sebaliknya, pengalaman seperti perjalanan singkat, wisata kuliner, atau kegiatan bersama teman dinilai lebih mudah dijangkau dan tetap mampu memberikan kepuasan emosional.

Salah seorang Gen Z di Banyuwangi, Sasi, mengaku lebih memilih menggunakan tabungan maupun uang saku untuk mencari pengalaman dibandingkan membeli barang. Menurutnya, pengalaman akan meninggalkan kesan yang lebih lama.

"Kalau memiliki tabungan atau uang saku lebih, saya biasanya memilih menggunakannya untuk jajan atau pergi ke alam saat ada waktu luang. Menurut saya, jajan bisa menjadi bentuk penghargaan setelah seharian belajar dan beraktivitas. Sementara itu, pergi ke alam memberikan pengalaman yang menyenangkan, suasana yang tenang, sekaligus menjadi cara untuk melepas penat. Pengalaman menikmati keindahan alam akan menjadi kenangan yang lebih berkesan dibandingkan hanya membeli barang," ujarnya, Jumat (31/7/2026).

Dari sudut pandang psikologi, pengalaman dinilai mampu menghadirkan kebahagiaan yang lebih bertahan lama dibandingkan kepemilikan barang. Rasa senang setelah membeli barang baru umumnya bersifat sementara karena manusia cenderung cepat beradaptasi terhadap apa yang dimiliki. Sebaliknya, pengalaman akan tersimpan sebagai kenangan, membentuk cerita hidup, dan kerap terasa semakin bernilai ketika dikenang kembali.

Fenomena experience over things menunjukkan bahwa cara pandang generasi muda terhadap kebahagiaan terus berubah. Nilai sebuah pengeluaran kini tidak lagi semata diukur dari banyaknya barang yang dimiliki, melainkan dari pengalaman, cerita, relasi, serta pelajaran yang diperoleh. Bagi banyak Gen Z, mengumpulkan kenangan dinilai jauh lebih bermakna daripada sekadar menambah koleksi barang.

Editor : Lugas Rumpakaadi
banyuwangi Gen Z