Kebebasan Berpose Jadi Daya Tarik, Bisnis Photobooth Self-Photo Terus Berinovasi Menggaet Anak Muda

Mayang Dwi Febrianti • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 11:42 WIB
Tren self-photo melalui photobooth semakin diminati anak muda. (Mayang untuk Radar Banyuwangi)
Tren self-photo melalui photobooth semakin diminati anak muda. (Mayang untuk Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Fenomena mengabadikan momen melalui photobooth berkonsep self-photo terus berkembang dan menjadi bagian dari gaya hidup generasi muda. Kehadiran studio foto mandiri yang kini mudah dijumpai di pusat perbelanjaan, kafe, hingga area penyelenggaraan acara kreatif berhasil menarik perhatian karena menawarkan pengalaman berfoto yang praktis, nyaman, sekaligus menghasilkan cetakan foto fisik yang estetik.

Popularitas konsep tersebut turut dipengaruhi meningkatnya aktivitas masyarakat di media sosial. Meski penyimpanan digital semakin mendominasi, banyak anak muda tetap menginginkan kenangan dalam bentuk foto cetak yang dapat disimpan maupun dipajang sebagai koleksi pribadi.

Pada akhir pekan, area photobooth di berbagai kota kerap dipadati pengunjung. Berbeda dengan studio foto konvensional yang melibatkan fotografer, konsep self-photo memberikan keleluasaan bagi pengunjung untuk mengatur pose secara mandiri menggunakan remote shutter. Suasana yang lebih privat membuat mereka merasa lebih bebas mengekspresikan diri bersama teman, pasangan, maupun keluarga.

Keseruan juga semakin terasa berkat beragam properti yang disediakan, mulai dari kacamata unik, bando, hingga topi dengan berbagai bentuk. Kehadiran aksesori tersebut membuat sesi foto terasa lebih santai sekaligus menghasilkan potret yang lebih variatif.

Selain menghadirkan pengalaman yang menyenangkan, tarif yang relatif terjangkau menjadi salah satu alasan layanan ini terus diminati. Dengan biaya sekitar Rp25 ribu hingga Rp50 ribu per sesi, pengunjung sudah memperoleh dua hingga tiga lembar foto cetak berukuran saku.

Tidak hanya itu, sebagian besar penyedia layanan juga melengkapi paket foto dengan file digital serta video time-lapse singkat selama proses pemotretan. Fasilitas tersebut memudahkan pengguna membagikan hasil foto ke berbagai platform media sosial seperti TikTok maupun Instagram.

Daya tarik photobooth tidak hanya terletak pada kemudahan proses pengambilan gambar, tetapi juga pada nilai sentimental yang dihadirkan melalui foto cetak. Di tengah kebiasaan menyimpan ribuan foto di telepon genggam, hasil cetak dinilai memberikan kesan lebih personal dan menjadi kenangan yang dapat dinikmati dalam jangka panjang.

Salah seorang pengunjung, Nadia, mengaku lebih nyaman menggunakan photobooth karena dapat mengendalikan proses pengambilan gambar sendiri.

"Menurutku pose di photobooth itu jauh lebih bebas dan nggak bikin canggung karena kita sendiri yang pegang tombol kameranya. Hasil cetak fotonya juga bisa langsung disimpan di dompet, dipajang di kamar, atau ditempel di casing HP," ujarnya.

Melihat antusiasme masyarakat yang terus meningkat, pelaku usaha kreatif pun terus menghadirkan berbagai inovasi agar layanan tetap menarik. Beragam pilihan bingkai foto bertema baru rutin diperbarui setiap bulan, bahkan sejumlah penyedia bekerja sama dengan ilustrator lokal untuk menghadirkan desain yang lebih eksklusif.

Selain itu, variasi konsep pencahayaan dan sudut kamera juga semakin beragam. Mulai dari lensa wide-angle, efek fish-eye, hingga sudut pengambilan gambar dari atas atau top-angle menjadi pilihan yang banyak diminati kalangan remaja. Inovasi tersebut membuat pengalaman berfoto tidak hanya menjadi aktivitas mengabadikan momen, tetapi juga bagian dari tren gaya hidup kreatif yang terus berkembang.

Editor : Lugas Rumpakaadi
tren anak muda self photo photobooth